
**Happy Reading
mohon maaf mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏🙏**
Tidak ada hentinya Zio memeluk Citra setelah makan malam mereka kembali berpelukan. dulu sebelum Zio kembali ke indonesia iya dulu pernah kehilangan ke kasihnya, kekasinya meninggal dalam sebuah kecelakaan, sehingga membuat Zio menjadi takut kehilangan untuk kedua kalinya.
Zio yang tadi hanya memeluknya tapi sekarang malah berubah dengan sebuah ciuman panas.
"sayang aku menginginkan mu" ujur Zio
Citra menatap wajah Zio dan memberikan anggukan tanda setuju.
Zio turun dari ranjangnya dan menanggalkan semua pakaian nya dan pakaian istrinya. Citra pun menutup matanya saat melihat suaminya tidak mengunakan apa-apa lagi.
iya kembali naik ke ranjang nya dan menindih istrinya.
Zio mulai mengusap bagian bawah istrinya. Citra pun mengerakkan pinggulnya ke atas, seakan begitu nikmat.
"ssss aaah"
desah Citra tak terbendung lagi. kini Zio mangarahkan miliknya ke liang istrinya
itu. dan kemudian.
"aaaakh" kata Citra padahal Zio baru saja mau memulainya. Zio lalu diam dan menghentikan sejenak aktivitasnya.
ia menatap Citra dan membelai penuh kasih sayang. lalu memberikan ciuman yang sangat lembut. Zio mulai menarik lembut dan menarik pelan pula.
"hmmh"
Citra mulai merasakan nikmat yang tak biasa. sementara Zio berusaha lebih dalam. hingga kemudian, Zio mendapatkan Citra dengan sekali hentakan.
"aaakh" seluruh terbenam sesak di dalam sana. Zio merasakan betapa sempit dan hangat relung itu.
perlahan lahan iya mulai memberikan gerakan maju mundur. hingga Citra meracau tidak karuan.
mereka terus menyatu dan menatap satu sama lain, diantara gelombang rasa yang bercampur aduk. cinta telah berada di tempat semestinya. menghadirkan sejuta denyutan yang tiada tara.
malam kian larut, keduanya terhempas dengan teriakan panjang.
"aaakh"
untuk pertama kalinya Citra merasakan sesuatu yang hangat menyembur di rahimnya. memberi kedutan-kedutan nikmat di antara napas yang memburu. iya menatap Zio begitu sebaliknya.
"terima kasih sayang" ujur Zio sambil mencium kening Citra
"iya sayang" kata Citra
"sayang bagaimana kalau ayah tau aku sudah menikah, aku takut iya marah" ujur Citra lirih. iya kepikiran dengan ayahnya, walau iya sempat minta restu melalui pesan saja.
Zio pun tau kalau pernikahan mereka belum di ketahui oleh ayah Citra.
"kamu tidak usah takut, nanti mas bantu menjelaskan, kan ada nenek yang janji akan membantu" ujur Zio menenangkan Citra.
__ADS_1
"iya mas, aku belum lega jika belum memberi tahu ayah" kata nya lagi
"nanti kita ke sana, bicara baik-baik" ucap Zio.
"terima kasih mas" ucap Citra sekilas mencium bibir Zio
"maaf sayang, aku membuat mu susah" ujur Zio lirih.
"tidak mas, aku senang memiliki mu, justru aku yang selalu membuatmu susah" ujur Citra yang tidak mau Zio merasa bersalah.
"oh ya, kenapa kamu tidak tinggal di rumah ayah kamu, dan milih tinggal sendiri" tanya Zio pelan
Citra pun menceritakan dari awal penyebab semua itu terjadi, dan mengapa iya tidak mu tinggal bersama ayahnya. dan memilih tinggal sendiri sehingga merintis usaha sendiri dari hasil kerjanya di butik Angel sampai iya membangun perusahaannya, namun semua itu juga ada campur tangan Alfa kakaknya.
"ternyata kamu adalah putri kecil ku dulu, orang yang selalu aku rindukan sekarang menjadi istriku, ini takdir kita sayang, aku mencinta mu" ucap Zio sambil memeluk istrinya yang sudah terlelap,
iya baru mengetahui dari cerita Citra tadi mengenai nya di waktu taman kanak-kanak yang telah berjanji bersama Citra untuk tetap bersama sampai hari tua walau itu hanya permainan peran saja. namun semua pun terjadi Citra menjadi miliknya.
...****************...
Di kediaman pramana Ryan dan Chelsea melakukan apa yang Zio dan Citra lakukan.
"maass Ryan"
"iya sayang"
"hmmmmm sssssshhhh"
Ryan mangkin mempercepat temponya dan menghentak kan cintanya sedalam mungkin serta menyemburkan laharnya. mereka berbaring sambil tersenyum dengan apa yang mereka lakukan tadi.
"apa sayang" jawab Chelsea sambil melirik ke arah Ryan
"Citra sudah menikah, aku menyelidikinya tadi" ucap Ryan
"apa sejak kapan?" tanya Chelsea kaget
"dua bulan lalu, di bali" ujur Ryan
"kamu jangan bohong" ucap Chelsea belum percaya.
"tidak, tadi aku ke komplek rumahnya, dan sapam yang bertugas disitu bilang dia memang sudah menikah." ujur Ryan
"bagaimana kalau ayah tau, dia bisa marah mas" ucap Chelsea takut adiknya di marah ayahnya lagi.
"ah aku juga tidak tau sayang, biar jadi urusan mereka" jawab Ryan
"iya sayang" kata Chelsea terpejam iya sangat lelah.
"tidurlah" ujur Ryan sambil memeluk istrinya.
...****************...
Zio bangun dengan senyum mengingat apa yang mereka lakukan semalam, iya menatap lekat wajah cantik itu yang tengah tidur sangat nyenyak akibat kelelahan.
__ADS_1
Citra membuka matanya saat matahari menyilaukan matanya, iya melihat Zio tersenyum menatapnya. Citra tersadar apa yang mereka lakukan semalam iya menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya, iya begitu malu mengingat dimana Zio bermain di bagian bawahnya dan iya mendesah sangat keras semalam.
"kenapa sayang?" tanya Zio melihat istrinya menyembunyikan wajah nya
"aku malu mas, kamu bermain di bagian bawah ku" jawab nya dengan wajah sudah merah
"tapi kamu suka kan" kata Zio
"iya aku suka" jawabnya masih menyembunyikan wajahnya
Zio tersenyum memdengar jawaban istrinya.
"aw, sakit mas" ujur Citra saat iya ingin duduk
"dimana sakit nya?" tanya Zio panik
"itu mas" kata Citra sambil menunjukan bagian bawahnya
Zio tersenyum dan mengangkat Citra menuju kamar mandi iya meletakan istrinya di bathup. dan memandikan nya, setelah selesai memandikan istrinya Zio meletakan Citra di ranjang mereka.
saat iya ingin membuka handuk yang melilit di badan Citra, Citra justru menarik kembali handuk itu.
"mau apa mas?" tanya Citra takut Zio melakukannya lagi
"mau obati itu" kata Zio sambil menunjukan bagian bawah Citra
"tapi mas" kata Citra ragu
Zio tidak memperdulikan apa kata Citra iya menekukkan kaki Citra dan mengoleskan salap di bagian bawah Citra yang lecet akibat ulahnya.
"selesai, kamu ganti baju dulu, mas mau mandi" kata Zio sambil menyerahkan pakaian Citra
"iya mas, terima kasih" ucap Citra senyum. iya tidak menyangka Zio bisa semanis itu kepadanya.
hari itu Citra di kurung Zio di dalam rumah iya tidak mengijinkan istrinya keluar sekalipun, hingga Citra menjadi bosan jika satu hari pul di rumah aja
("hello al, main kesini dong") kata Citra
("kamu dimana?") tanya Alena
("di rumah, gue bosan sendiri") ujurnya
("ya keluarlah") jawab Alena santai
("gue dikurung Zio al") jawab nya lemas
("hahaha, iya oke deh gue kesitu") ujur Alena tertawa
("engak usah ketawa lo") kata Citra kesal
("kasihan") ejak Alena seraya mematikan telponnya.
setelah meminta Alena untuk ke rumah Citra berjalan ke arah dapur untuk membuatkan salad buah kesukaan sahabatnya. baginya tidak mengapa Zio mengurungnya di rumah hanya karena iya susah jalan, setelah mendengar Alena mau datang ke rumah iya menjadi sangat senang.
__ADS_1
setelah selesai membuat salad Citra kembali keruang tengah menanti si tukang lemot datang.
jangan lupa vote, like dan komen ya