Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Amerika


__ADS_3

Setelah satu hari di pesawat, Zio dan Ryan pun sampai di Amerika bersama anak dan istrinya, dan dua baby sitter.


mereka ke sini untuk mengunjungi kakek dari Ryan yang tinggal di Amerika, sekalian Zio akan mengurus perusahaan yang sudah di alih kan menjadi milik nya.


karena Alek sudah memutuskan untuk menetap di Indonesia, dan memulai bisnis baru nya di Kalimantan. perusahaan ini juga sebagai bentuk permintaan maaf dari Tiara ibu sambung Zio atas masa lalu yang terjadi pada hubungan mereka.


setelah beberapa menit mereka pun sampai di rumah yang sederhana itu, kakek memutuskan untuk tinggal di rumah sederhana karena ia ingin menikmati bagaimana rasanya hidup sederhana, setelah sekian lama hidup dengan bergembilang harta.


"akhirnya aku bisa melihat wajah mu boy" ujur kakek pada Zio setelah mereka keluar dari mobil.


"ini lah aku kek" sahut Zio senyum.


"tampan sekali, wajah mu mirip Alek si nakal itu" ujur kakek membuat Ryan tertawa dan Zio hanya melongo.


"kakek masih selalu memanggil ayah dengan si nakal" kata Ryan.


"ayah mu sangat nakal, untung saja dia tidak berani meninggalkan anak ku" ujur kakek.


"iya, tapi aku tidak kan" kata Ryan.


"sama saja" sahut kakek.


"ya sudah kalian istirahat dulu sana, habis ini kita makan bersama, adik mu sudah kakek minta untuk segera ke sini" kata kakek.


"baik kek" sahut Zio dan Ryan bersama.


Sedangkan di Indonesia, Indra di buat pusing dengan permintaan istrinya yang lagi ngidam.


"iya, kamu mau nya gimana bu?" tanya Indra lembut. karena dari tadi Indra membuat mie goreng di campur dengan suir ayam tapi letakan nya selalu salah.


"aku mau bakso saja" sahut Tania.


"baik lah ayah beli kan dulu" ujur Indra.


"tidak, ayah yang bikin" kata Tania.


Indra pun membuat kan bakso permintaan istrinya, setelah selesai ia pun kembali mendapatkan penolakan dari Tania.


hingga akhirnya, Tania makan dengan lahap nasi goreng seafood yang mereka beli di restoran. sedangkan di rumah para pelayan sibuk membersihkan dapur yang sudah seperti kapal pecah.


"kenapa dapur seperti ini?" tanya Rafael yang baru saja pulang sekolah.


"tadi ibu ngidam minta di masakan oleh bapak, tapi salah terus hingga dapur berantakan seperti ini den" sahut pelayan.


"oh, ibu sama ayah mana?" tanya Rafael.


"cari makan siang den" sahut pelayan.

__ADS_1


"bisa masakan aku sup ayam tidak?" tanya Rafael.


"bisa den, tunggu sebentar ya, bibi panggilkan yang lain dulu buat bantu bereskan ini" sahut pelayan.


"bik, panggil kan bik Nina, Carikan aku baju" ujur Rafael.


"iya den, tunggu sebentar ya" sahut pelayan yang memang bertugas hari ini, dan dua rekannya lagi sedang ke pasar untuk membeli sembako karena sudah mulai menipis.


Rafael memang sudah duduk di bangku SMP, tapi dia masih bingung jika mencari baju nya sendiri, dan yang ada semua baju yang rapi itu berantakan dan membuat Tania marah.


"den mau pakai yang mana?" tanya Nina kepala pelayan.


"aku tidak tau, jangan di acak entar ibu marah" sahut Rafael.


"yang ini?" tanya Nina bingung karena baju anak majikan nya sangat banyak dan semuanya membuat ia pusing memilihkan nya.


"itu untuk jalan-jalan Bi, pakai santai" ujur Rafael.


"den cari sendiri ya, bibi bingung" sahut Nina.


"gimana sih, aku tidak tau dimana pakai santai" ujur Rafael.


"ini baju siapa yang belikan sehingga penuh begini si den?" tanya Nina kembali mencari baju untuk Rafael.


"tidak tau" sahut Rafael.


"sudah lah, aku lapar, pakai baju sekolah aja dulu, tunggu ibu pulang" ujur Rafael melangkah ke meja makan


Indra dan Tania pun pulang dan saat sampai Tania langsung ke kamar putra nya, dan mengambil baju untuk Rafael.


"Bu pakaian Rafael, di pisah saja, biar dia bisa cari nya, entar di bongkar ibu marah lagi" ujur Indra saat melihat putranya masih mengunakan baju sekolah.


"ini sudah di pisah" sahut Tania.


"maksudnya ayah, pakaian santai dengan pakaian yang lain di pisah saja, bukan baju dan celananya yang di pisah" kata Indra.


"oh, nanti ibu minta Nina untuk merapikan nya lagi" sahut Tania.


Rafael bangun dan menganti baju nya, yang sudah di bawa Tania pada nya.


"Bu baju aku jangan di campur ya, susah cari nya" kata Rafael.


"iya nanti ibu pisahkan supaya kamu mudah mencari nya" sahut Tania.


kembali ke Amerika, kakek pun mengajak cucu dan cicit nya untuk makan bersama, dan Damar pun sudah ada di rumah kakek nya.


"dam, jangan liat kakak ipar mu begitu" ujur Ryan kesal.

__ADS_1


"kenapa?" tanya Damar.


"jika kamu menyukai kakak ipar mu, lebih baik jangan, aku tidak akan pernah memaafkan orang yang suka mengambil milik orang lain" kata Ryan.


"siapa yang menyukai nya, tidak level" sahut Damar.


"kamu ya" ujur Ryan kesal.


"maaf" sahut Damar.


"Damar mulai besok kamu urusan perusahaan kakak" kata Zio.


"tidak mau, aku mau bercinta besok" sahut Damar.


"jangan merusak wanita dam, dari wanita kamu berasal" kata Citra.


"aku tidak merusak mereka, mereka yang ingin" sahut Damar.


"Minggu depan kita pulang ke Indonesia, dan kamu harus ikut, jika tidak ibu akan membunuh dirinya" ujur Zio.


"aku tidak mau, di sana aku tidak bisa bercinta" sahut Damar.


"pilih ibu atau burung kamu?" tanya Zio.


"ah menyebabkan" sahut Damar pergi.


Damar memang sudah kecanduan dengan hal yang seperti itu, dan ini yang membuat nya tidak patuh pada orang tuanya. selain itu dia juga suka bicara yang tidak jelas.


"biar kan saja dia, di sana juga bikin ulah, nanti dia akan sadar sendiri" ujur Kakek.


"iya kek" sahut Zio.


malam itu mereka pun langsung masuk ke kamar nya dan tidur dengan pulas, karena perjalanan yang begitu lama membuat Citra sangat lelah.


berbeda dengan Zio dan Citra yang sudah tidur, di kamar sebelah Ryan lagi sedang menggarap tubuh istrinya.


hingga Damar yang akan ke dapur untuk mengambil air pun berhenti di depan pintu.


"dasar Ryan, bikin burung aku tegang saja" kata Damar masuk ke kamar nya lagi.


dan bermain sendiri, sedangkan kakak tidak sendiri seperti dirinya, setelah mencari kepuasan nya, Chelsea dan Ryan pun tertidur dengan tubuh polos nya.


tapi tidak untuk Damar ia sibuk sendiri di kamar mandi.


"ah, aku butuh wanita" kata Damar mendesah sambil memainkan burung nya.


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2