Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Senja mengingatkan ku pada masa lalu


__ADS_3

Happy Reading.


Sore itu Tania kembali sibuk di dapur, walau punya banyak pelayan dirumahnya, namun dia tetap melakukan pekerjaan rumah, seperti memasak dan mencuci pakaian.


Citra turun dari lantai dua setelah siang tadi Kinara datang untuk meminta maaf, ia mengistirahatkan tubuhnya sebentar.


"cari apa nak?" tanya Tania.


"air kelapa muda bu" sahut Citra.


"air kelapa muda , kapan kamu membelinya?" tanya Tania ikut mencari.


"tadi mas Zio, yang belikan" sahut Tania.


"udah di minum mereka kali" ujur Tania yang tidak menemukan air kelapa.


"cari apa?" tanya Alfa datang dari belakang.


"air kelapa muda yang di dalam kulkas, kamu liat?" ujur Tania.


"udah aku minum bu" sahut Alfa.


"kenapa mas minum, itu punya aku, ganti tidak" kata Citra cemberut.


"kirain tidak ada yang punya, makanya aku minum, nanti mas belikan" kata Alfa hendak pergi.


"aku mau sekarang" kata Citra duduk di meja makan dengan wajah kesal.


"belikan sekarang fa, liat tu adik mu" kata Tania.


"ya udah aku berangkat sekarang, mana uang nya" ujur Alfa meminta uang pada Tania.


"kamu itu pelit bangat, sama adik sendiri" ucap Tania memberikan uang pada Alfa.


tidak menjawab apa kata ibunya, Alfa pergi untuk mencarikan air kelapa muda yang dia minum tadi.


"bantuin ibu masak nak" kata Tania pada Citra yang duduk di depan meja makan.


Citra pun beranjak dari meja makan dan menghampiri ibunya.


"mau buat apa bu?" tanya Citra.


"nasi goreng seafood" sahut Tania.


"oke deh" ucap Citra mulai membantu ibunya.


malam itu setelah makan malam, Citra dan Zio mulai paking baju yang ingin mereka bawa ke Bali besok.


"sayang, aku ingin besok kita nginap di hotel tempat kita menikah" ujur Zio menatap Citra yang lagi sibuk berkemas.


"tapi bagaimana dengan yang lain?" tanya Citra.


"satu malam saja sayang, esoknya kita kembali ke villa keluarga kamu" sahut Zio.


"ya deh, aku ikut kamu saja" ucap Citra membaringkan diri di dekat Zio.


...****************...


Pagi itu keluarga Pramana sudah siap di bandara, dan ini pertama kali nya keluarga besar itu libur bersama.


"hei, tunggu aku, main tinggal aja" teriak Frans sambil menyeret kopernya.


"makanya bangun jangan telat" ujur Kinara pada putranya.

__ADS_1


"maaf, semalam telat tidur" kata Frans.


mereka pun masuk ke pesawat yang sebentar lagi akan berangkat. setelah mengudara berapa jam, akhirnya mereka sampai di pulau Bali.


"yah, bu, Citra dan Zio, malam ini nginap di hotel" ujur Zio.


"kenapa tidak di villa?" tanya Tania.


"besok pagi kita ke villa bu, malam ini kita berdua mau nginap di hotel tempat pernikahan kita dulu" ujur Citra.


"kalian menikah di Bali?" tanya Kinara.


"iya bik, kita nikah disini" sahut Citra.


"ya udah besok pulang ke villa agak pagi ya" ucap Tania.


"siap bos" sahut Citra.


Zio dan Citra pun berangkat ke hotel tempat dimana mereka melangsungkan pernikahan.


sekitar tiga puluh menit perjalanan mereka pun sampai di hotel itu. Zio pun langsung memesan satu kamar untuk mereka. dan sorenya mereka pergi untuk jalan-jalan.


Citra dan Zio berjalan menuju pantai tempat mereka bercerita dulu.


"kamu suka tempat ini?" tanya Zio.


"suka mas, apalagi, kalau senja" sahut Citra.


"iya sayang, senja itu indah" ucap Zio.


"senja itu mengingatkan aku sama seseorang" ucap Citra.


"siapa?" tanya Zio menatap istrinya.


"Tama" kata Zio.


"iya mas, Tama, dia anak sepupu ayah ku, kita berpisah karena dia pindah ke luar negeri" sahut Citra.


"kamu, masih ingat saja ya sama Tama" ujur Zio senyum. ia sudah tau jika istrinya itu adalah orang yang dia cintai di masa kecilnya dulu.


"bagaimana aku bisa lupa mas, dia orang yang sangat asik, lucu, baik, ganteng lagi" kata Citra yang tidak tau jika Tama itu adalah Zio.


"kamu tau, siapa orang tua Tama?" tanya Zio.


"tidak, dari dulu aku selalu panggil ibu dan ayah nya om dan tante" sahut Citra menatap Zio.


"oh aku kira kamu tau" ujur Zio.


"kamu kenal dia?" tanya Citra yang tau kalau Tama adalah sepupu Zio.


"tidak" sahut Zio. ternyata Citra memang tidak tau jika Tama adalah anak Adit sepupu ayahnya.


"kalau mas, kenapa bisa menyukai senja?" tanya Citra menyandarkan kepalanya pada bahu Zio.


"karena dulu aku sering menemani Dini bermain di kala senja datang. aku menyukai gadis itu, hingga sekarang" ujur Zio yang membuat Citra mengangkat kepalanya.


"siapa Dini?" tanya Citra heran karena dulu saat dia masih kecil orang tuanya selalu memanggilnya Dini.


"anak om Indra" sahut Zio.


"anak ayah, sejak kapan kita saling kenal dulu, aku tidak ingat?" tanya Citra menatap wajah Zio.


"apa Dini itu kamu?" tanya Zio.

__ADS_1


"iya dulu aku di panggil Dini, karena sakit makanya, mereka sekarang memanggilku Citra" ujur Citra.


"Citra, ternyata kamu adalah jodoh yang Tuhan siapkan untuk ku" ujur Zio membayangkan masa kecil mereka.


"iya lah mas, karena kita sudah menikah" sahut Citra membuat Zio tertawa.


"kenapa ketawa sih" ujur Citra menatap suaminya.


"kamu itu lucu ci, kamu tau siapa itu Tama?" tanya Zio.


"Tama ya Tama, emang siapa" ucap Citra bingung karena tadi Zio bilang tidak kenal Tama.


"orang yang telah menjadi suami mu sekarang" kata Zio menatap istrinya


"maksud mas, mas adalah Tama" ujur Citra yang baru sadar masa lalunya.


"iya aku Tama, saat masuk SMA teman-teman ku memanggil ku Zio sampai sekarang" ujur Zio.


"jadi selama ini orang yang aku tunggu untuk kembali, ternyata suami ku sendiri" kata Citra memeluk Zio.


"iya sayang, aku mencintai mu" kata Zio mengusap rambut Citra.


"aku juga" kata Citra mangkin mengeratkan pelukannya.


"jangan pergi lagi ya sayang, kamu tau aku menantikan mu selama ini" ujur Citra.


"tidak akan sayang, maaf kan aku yang pergi meninggalkan mu, aku janji akan selalu untuk mu sayang" ucap Zio.


"terima kasih mas, cari makan yok" ujur Citra disela sela pelukan mereka.


"mau makan apa?" Zio.


"sate ayam mas" kata Citra.


"siapa yang ingin ni, dedek atau maminya" ujur Zio.


"dua duanya mas" sahut Citra senyum.


"oke deh, ayo jalan" ujur Zio memegang tangan Citra.


keduanya berjalan menyusuri pantai sambil mencari warung sate di sekitar itu. setelah menemukan warung sate Zio memesan dua porsi sate ayam.


"ini mbak, mas, satenya" kata pedangan sate.


"terima kasih pak" sahut Zio.


Citra pun langsung memakan sate itu.


"dah habis" ujur Citra meminum es teh manis.


Zio pun menatap istrinya saat istrinya mengatakan jika satenya sudah habis, eh ternyata dia hanya makan bumbu kacang nya saja.


"lah, kamu hanya makan bumbu kacang saja?" tanya Zio melihat sate ayam di piring istrinya belum di sentuh.


"iya, aku hanya ingin bumbu kacang nya saja, satenya untuk papi aja, iya kan dek" sahut Citra sambil mengusap perutnya.


"kamu ya" ujur Zio malas menghabiskan dua porsi sate ayam.


Zio pun memakan sate ayam itu hingga habis, karena Citra selalu memintanya untuk menghabiskan sate itu. setelah merasa lelah akhirnya Zio dan Citra kembali ketempat dimana mereka nginap.


**jangan lupa like, vote,dan komen


terima kasih🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2