
...Happy Reading...
Dua buah mobil mewah memasuki halaman rumah Indra. karena Indra sudah memerintah sapam untuk tidak mengijinkan orang lain masuk rumahnya selain ayah dan bundanya.
"maaf tuan nyonya, tapi pak David dan ibu Kinara tidak boleh masuk rumah ini, tanpa seijin pak Indra" ujur sapam.
"sejak kapan dia buat peraturan seperti itu, Kinara itu adiknya dan David iparnya apa salah itu" kata nenek Rita.
"maaf nyonya, tapi ini perintah dari pak Indra, biar saya tanya dulu" kata sapam.
"tidak usah, biar saya yang mengurus nya nanti" ujur nenek Rita.
nenek Rita dan kakek Arifin bersama Kinara dan suaminya masuk ke rumah mewah Indra. Indra dan keluarganya yang sedang berkumpul di ruang keluarga langsung berdiri melihat kedatangan mereka.
"kenapa kamu datang kesini?" tanya Indra ketus.
"bicara lah yang sopan in" sahut nenek Rita.
"maaf bun, saya tidak ingin orang seperti dia menginjakan kakinya di rumah saya" kata Indra tegas.
"in, ada yang ingin Kinara bicarakan pada mu" ujur kakek Arifin sabar.
"tidak perlu, pergi sekarang dari sini" kata Indra mengusir Kinara.
"Indra, bagaimana pun dia adik mu, dan anak ku, aku tau dia salah, tapi tolong maaf kan dia" kata nenek Rita menatap Indra.
"maaf, apa dia sudah sadar sekarang, aku mencintainya nya, aku sayang padanya, tapi apa yang dia lakukan pada putri ku, dan berapa harta ku habis aku gunakan untuk mencari putranya, ternyata aku salah aku menyesal mencari Kevin" ujur Indra yang sudah diliputi oleh amarah.
"kak, maaf kan aku, aku jahat pada mu" ujur Kinara berlutut di kaki Indra.
"apa pantas kamu dimaafkan?" tanya Indra.
"kak, aku tau jika aku tak pantas mendapatkan maaf dari mu" ujur Kinara menatap kakaknya.
"jika kamu tau, silahkan pergi sekarang" kata Indra menunjukan pintu.
"Indra, kita adalah keluarga ayah hanya ingin tidak ada dendam di antara kita" ujur kakek Arifin.
"harus nya ayah tau, apa yang aku rasakan sekarang. walau semuanya adalah masa lalu, tapi ini menyangkut putri ku, nyawanya hampir saja melayang karena perbuatan dia" sahut Indra.
"sayang, maaf kan bibi ya, bibi jahat pada mu nak" kata Kinara mendekati Citra.
"jangan mendekat, jauhi ku" kata Citra takut.
"sayang, bibi jahat nak, bibi sudah menyesal dengan semuanya, maaf kan bibi nak" kata Kinara terduduk di hadapan Citra yang gemetar.
"menjauh lah dah putri ku" kata Indra. menarik Kinara.
__ADS_1
"Indra" teriak nenek Rita melihat putranya menarik Kinara dengan kasar.
"mas, bisa kita tenang dulu, aku datang bersama Kinara secara baik-baik, aku ingin menyelesaikan semua ini" kata David membuka suaranya.
"silahkan duduk" kata Indra akhirnya.
"bicara lah, aku tidak ada waktu?" tanya Indra langsung.
"mewakili istri ku, aku ingin minta maaf yang sebesar-besarnya, dan ini sebagai bukti permintaan maaf ku" kata David menyerahkan sebuah maf.
Indra membuka maf itu dan membacanya.
"aku tidak butuh ini" ujur Indra menyerahkan kembali maf itu pada David.
"aku tau, mas tidak membutuhkan ini, tapi ini adalah bukti kami benar-benar ingin meminta maaf, terserah mas saja jika tidak mau menerimanya, tapi tolong maaf kan kami, anggap saja ini sebagai ganti harta mas yang sudah mas jual untuk mencari Kevin" kata David.
"tidak perlu dav, aku ikhlas kan semuanya, jika tidak ada lagi, silahkan kalian pergi dari rumah ku" ujur Indra yang memang belum ingin memaafkan adiknya.
"kak, maaf kan aku, maaf, maaf dan maaf" kata Kinara mulai menangis.
"sudahlah, pergi dari sini" usir Indra.
"yah, mereka datang dengan dengan baik-baik, ingin minta maaf pada mu, pikirkan lagi yah" ujur Tania.
"aku akan memaafkan dia, jika Citra mau memaafkan nya" kata Indra.
"tapi itu harus keluar dari mulut Citra sendiri, tanpa ancaman dari siapa pun" ujur Indra yang melihat bundanya di dekat putrinya.
"silahkan di jawab sayang" ujur nenek Rita merasakan tubuh cucunya masih bergetar karena takut.
"aku" ucap Citra menunduk.
"aku apa ci?" tanya Kinara menghadap keponakanya.
"aku takut pada mu, jangan sentuh aku" jawab Citra membuat Kinara menjauh dari Citra.
"maaf sayang, bibi sudah membuatmu trauma" kata Kinara menyesal.
"tapi, apa bibi tidak marah lagi pada ku?" tanya Citra tanpa menatap Kinara.
"tidak akan sayang, bibi salah pada mu, sekali lagi maaf ya" ujur Kinara dengan mata berkaca-kaca.
"tapi aku sudah menculik mas Kevin, dan membuat bibi depresi" ujur Citra lirih.
"bibi pantas depresi nak, bibi tidak marah pada mu, yang penting kamu sudah baik pada anak bibi" kata Kinara yang tidak tahan untuk memeluk Citra.
"aku maaf kan bibi" kata Citra di pelukan Kinara.
__ADS_1
"benar sayang, kamu memaafkan bibi?" tanya Kinara dalam tangis nya.
"iya Citra maaf kan bibi" sahut Citra.
Kinara mencium seluruh wajah Citra.
"kak, anak mu sudah memaafkan ku" kata Kinara duduk di depan Indra.
"iya, sesuai kata ku tadi aku memaafkan mu, jika Citra memaafkan mu" ujur Indra.
tanpa aba Kinara menghambur ke pelukan Indra, air mata nya mengalir tanpa berhenti. ia bersyukur Indra mau memaafkan nya, atas perbuatanya di masa lalu. Kinara memang sudah di nyatakan sembuh oleh dokter, setelah dia tau anaknya masih hidup.
Frans datang dari kantor, setelah Alfa bilang ibu dan ayahnya ada di rumahnya.
"terima kasih om, ci, sudah mau memaafkan ibu ku" ujur Frans memeluk omnya.
"iya Frans" sahut Indra.
"ci, ada kabar bagus buat kamu" kata Frans senang.
"apa kak?" tanya Citra.
Citra akan memangil Frans dengan sebutan kakak, berbeda dengan dia memangil Kevin dengan sebutan mas, padahal Frans dan Kevin adalah satu orang.
"perusahaan kita mendapatkan penghargaan terbaik dari semua perusahaan arsitek lainnya" ujur Frans.
"benarkah?" tanya Citra.
"iya ci, penerimaannya di Bali dua hari lagi" kata Frans.
"kebetulan ni, kita mau liburan di Bali, terima kasih banyak kak, sudah menjadi seorang arsitek hebat" kata Citra memeluk Frans.
"semua ini karena kamu" ujur Frans.
"biasa aja, kita rayakan ini, minggu depan" ucap Citra.
"baik bos, aku akan siapkan semuanya" sahut Frans.
"perusahaan, kamu punya perusahaan?" tanya Indra pada putrinya.
"iya yah, Andini Arsitek namanya" kata Citra.
"sejak kapan kamu membangunya?" tanya Indra karena tahun lalu ia meminta bantuan perusahaan itu untuk membuat desain kantor barunya.
"empat tahun lalu yah" sahut Citra.
dan hari ini Citra memberi tahu semua keluarganya, tentang dirinya selama ini, tanpa mereka tau dirinya seorang CEO. dan itu lah sebabnya kenapa Citra tidak pernah datang kembali pada ayahnya.
__ADS_1
**jangan lupa like, vote, dan komen
terima kasih sudah membaca**