
Pernikahan sederhana Rianti dan Frans pun sudah di laksanakan pagi tadi. Frans pun dengan terpaksa harus menikahi Rianti dengan cepat, walaupun gadis itu sempat menolak keinginan Frans yang secara mendadak.
"jaga putri om dengan baik" ujur Jonas pada Frans.
"iya om" sahut Frans.
"nurut sama suami RI, jangan membantah, apalagi pergi seenaknya" kata Nancy.
"iya bun" sahut Rianti dengan wajah yang masih bengkak karena nangis.
"maaf kan ibu kemarin ya nak" kata Tania.
"tidak apa bu" sahut Rianti senyum.
ia masih menunduk dan tidak berani untuk menatap wajah mereka yang lain, apa lagi wajah kakak tirinya.
Citra memberikan hukuman untuk Rianti dengan cara memisahkan mereka berdua dan meminta adiknya itu untuk menangani proyek yang ada Belanda selama satu bulan penuh.
sedangkan Frans ia harus tetap di kantor untuk mengantikan Citra menangani setiap masalah dan kerja sama dengan klien.
karena mulai besok Citra akan memfokuskan diri nya untuk kuliah yang belum juga selesai itu.
"besok Billy yang akan mengantarkan kamu ke Belanda" ujur Citra pada Rianti.
"iya kaka" sahut Rianti.
"tega bangat sih kamu ci, sama aku" ujur Frans pada sepupunya.
"tidak, aku hanya ingin supaya nanti dia bisa mengurus perusahaan ini dengan baik, karena Rafael nanti nya akan melanjutkan perusahaan ayah" sahut Citra.
"emang kamu mau kemana?, kenapa harus Rianti yang mengurus perusahaan kamu?, kamu punya anak yang nanti akan jadi penerus nya" tanya Frans.
"sudah saatnya, aku berhenti dari segala bisnis dan perusahaan, capek" sahut Citra santai.
"oh, aku kira kamu tidak bisa capek" kata Frans yang melihat betapa gigih nya Citra membangun perusahaan ini.
"iya, aku sudah punya suami yang kaya,dan sudah cukup menafkahi aku" sahut Citra.
"dasar bocil" kata Frans kesal, karena selama ini Citra terus saja menyusahkan nya.
"bocil begini sudah bisa bikin bocil" sahut Citra nyengir.
"bilang aja kamu doyan, makanya bisa hadir seorang bocil" sahut Frans.
...****************...
Citra pun kembali ke rumah nya setelah, mereka pulang dari rumah Kinara tadi untuk menghadiri pernikahan Frans dan Rianti.
__ADS_1
"sayang mandi sana" ujur Zio melihat istrinya lagi sedang tidur di kasur.
"nanti saja" sahut Citra memejamkan mata nya.
"mandi dulu baru tidur" ujur Zio.
"ngak mau, dingin mas" sahut Citra.
"biarkan mas yang mandiin kamu" ujur Zio mengangkat tubuh Citra dan memindahkan ke dalam bathtub.
Citra pun tidak membantah saat tubuh nya mendarat dengan sempurna di dalam bathtub.
ia pun menanggalkan pakaian nya sebelum air panas memenuhi bathtub nya, Zio yang lagi menunggu air itu penuh hanya melongo saat melihat istrinya polos tanpa satu benang pun melekat di tubuhnya.
"sayang yang benar saja kalau mau mandi, jangan telanjang juga" ujur Zio karena adiknya sudah on.
"kenapa kamu pengen?" tanya Citra
nyengir.
"gimana tidak bangun jika kamu begitu di depan mas" sahut Zio.
tanpa aba Citra pun menarik handuk yang melingkar di pinggang suaminya hingga adik Zio pun terlihat sudah bangun dan berdiri dengan tegak.
Zio pun membuat matanya dengan lebar saat istrinya mulai memainkan adiknya dengan tangan, ia pun mulai memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang di berikan oleh istrinya.
karena tidak tahan lagi Zio pun masuk ke bathtub dan dengan sigap Citra naik ke atas tubuh suaminya dan mulai menyatukan kedua bagian mereka.
tiga puluh menit berlalu, Zio pun mulai merasakan gelombang kenikmatan yang istrinya ciptakan.
"ah,,, sayang lebih cepat lagi,, mau keluar ini" ujur Zio menegang Bakong istrinya.
"ah,,,, mas,,,ah,,," teriak Citra karena cairan nikmat nya sudah keluar dan di susul oleh lahar panas milik Zio memenuhi milik Citra.
"banyak banget mas?" tanya Citra menatap suaminya.
"apa nya yang banyak" ujur Zio membuka mata nya.
"itu punya kamu banyak bangat sampai penuh punya aku nya" kata Citra.
"iya lah, kan sudah lama tidak pulang maka nya banyak" sahut Zio senyum.
"mas, mandi kan aku mas, capek" ujur Citra menatap suaminya.
"kamu ya, mas jadi mandi dua kali ini" sahut Zio mulai membersihkan dirinya dan istrinya.
Zio pun mengangkat tubuh istrinya dan memakaikan pakaian istrinya setelah itu ia pun mengangkat Citra dan membawanya ke atas kasur empuk milik mereka.
__ADS_1
baru saja diletakan di atas kasur, mata Citra sudah mulai terpejam, Zio mencium bibir istrinya dan berlalu ke kamar Zia lewat pintu yang ada di samping kamar mereka, setelah melihat Zia yang tidur dengan pulas nya dalam pelukan Lala Zio pun pergi ke ruang kerja dan menyelesaikan berapa kerjaan yang bertumpuk karena banyak sekali kegiatan keluarga mereka akhir ini.
pukul dua pagi Citra terbangun dari tidurnya dan ia menatap ke arah tempat tidur suaminya ternyata Zio tidak ada di sebelahnya.
"kemana dia?" tanya Citra pada diri sendiri.
Citra pun berjalan ke kamar putra nya siapa tau Zio ada di sana, tapi di sana hanya ada Lala dan Zia yang tidur sangat pulas.
sampai di ruang kerja suaminya ia melihat pintu yang terbuka, niat Citra hanya ingin pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
"mas,,, bangun kenapa tidur disini" ujur Citra mengusap pipi suaminya.
merasakan ada yang mengusap pipinya, Zio pun bangun dan melihat istrinya lagi berdiri samping nya.
"kenapa sayang disini, kamu bangun?" tanya Zio pada istrinya.
"kamu kenapa tidur di sini, apa sudah bosan tidur sama aku?" tanya Citra cemberut.
"tidak sayang mas ketiduran, tadi lagi mengerjakan berapa perkejaan yang menumpuk" sahut Zio.
"iya, tapi kalau ngantuk kan bisa balik ke kamar besok kan bisa kerja mas" ujur Citra.
"iya, kita ke kamar lagi ya" kata Zio.
"aku haus mau minum" sahut Citra.
"biar mas yang ambilkan, kamu balik lagi ke kamar" kata Zio.
"iya, tapi jangan tidur di dapur ya mas" ujur Citra.
"iya, tidak akan, mas ambil air dulu" sahut Zio melangkah ke dapur.
Citra pun duduk di ranjang sambil menatap pintu kamar mereka, tidak lama Zio datang degan satu botol air dingin dan satu gelas, ia meletakkan air itu di atas nakas dan menuangkan nya ke gelas.
"mas, aku bisa tuangkan air nya sendiri" ujur Citra melihat Zio menuangkan air untuk nya.
"ini bentuk rasa sayang aku sama istri cantik ku ini" kata Zio mencium Citra gemas.
setelah minum Citra pun melanjutkan tidur nya, dengan tubuh yang sudah dipeluk oleh suaminya.
**Happy reading
Happy Sunday
Terima kasih buat yang udah dukung novel ku ini, maaf kemarin lama tidak update, karena ada kerjaan lain jadi tidak sempat untuk menulis.
like, vote, dan komen ya, dukung author terus ya, sampai jumpa di episode selanjutnya**.
__ADS_1