Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Jalan-jalan


__ADS_3

"maaf pak, ada tamu" ujur satpam yang bertugas.


"siapa?" tanya Indra, karena masih pagi sudah ada orang yang datang.


"teman nya mbak Citra pak" sahut satpam.


"suruh masuk" sahut Indra fokus ke koran.


"baik pak" ujur satpam pergi.


tidak lama, Angel, Sena, dan Alena datang bersama satpam yang berjaga di pintu gerbang.


"kenapa tidak langsung masuk aja, kamu kan menantu aku" ujur Indra pada Alena.


"pak satpam nya baru ya yah?" tanya Alena menatap satpam.


"oh iya, dia satpam baru, ayah belum kasi tau dia soal masalah bertamu" ujur Indra senyum pada Alena.


"maaf pak, aku tidak tau jika dia menantu bapak" ujur satpam menunduk.


"tidak apa, kamu bisa di andalkan, dan sekarang kamu sudah tau jika mereka ini adalah teman anak saya, jika nanti mereka datang suruh masuk saja" sahut Indra.


"baik pak, saya permisi" kata satpam menuju rumah belakang untuk sarapan pagi.


"Citra nya belum bangun, kalian duduk saja tidak usah sungkan" ujur Indra pada Sena dan Angel.


"terima kasih om" sahut keduanya, sedang Alena sudah pergi ke dapur tadi setelah menanyakan prihal satpam baru.


"om ke kamar Rafael dulu ya, bangun kan dia" ujur Indra yang lupa membangun kan putranya.


"iya om" sahut Angel.


setelah Indra Pergi Alena pun datang dan duduk bersama kedua sahabatnya.


"kita sarapan bersama di rumah aja, Citra belum bangun" ujur Alena yang mengajak mereka untuk jalan-jalan hari ini bersama keponakan dan anak teman nya.


"iya, kamu bangun kan sana" ujur Sena.


"malas, nanti bugil lagi di atas kasur" sahut Alena membuat Angel tertawa.


"dulu kita juga sering bugil, kenapa sekarang kamu tidak mau liat tubuh bugil Citra" kata Sena.


"kalau sekarang itu beda, dia pasti habis enakan sama suami nya, dulukan kita hanya mandi bersama aja" sahut Alena.


"Al, bangun kan Citra sana, nanti dia bangun bisa siang jika jam segini belum bangun" ujur Tania pada menantu nya.


"tapi kan Zio belum juga bangun bu" sahut Alena.


"iya, bisa siang nanti kalian jalan-jalan nya, kasihan anak-anak" ujur Tania.

__ADS_1


"baiklah, awas saja jika dia tidur dengan tubuh yang bugil" kata Alena pergi.


Tania hanya tersenyum mendengar kata menantunya itu, dan sudah di pastikan jika Citra pasti tidur dalam ke adaan bugil.


sampai dikamar Alena pun masuk, dan menatap kamar yang masih gelap karena tirai jendela belum di buka oleh pemilik, di ranjang Citra dan Zio tidur dengan berpelukan.


"Zi, Ci bangun" teriak Alena pada keduanya.


mendengar ada yang teriak Zio pun bangun, Alena pun menatap wajah Zio yang mulai duduk di ranjang nya.


"ada apa Al, pagi-pagi udah di kamar aja?" tanya Zio sambil mengucek mata nya.


"aku mau ajak Citra dan putramu jalan-jalan hari ini" sahut Alena semangat.


"oh, silahkan bangunkan Citra nya, aku mau mandi dulu" sahut Zio pergi tanpa menatap ke arah Alena.


"Ci bangun, ini udah siang" ujur Alena menusuk pipi Citra.


"ada apa sih mas" kata Citra dalam tidurnya.


"mas,,,,mas, bangun" ujur Alena.


"lah kok kamu di sini, mas Zio mana?" tanya Citra pada Alena.


"lagi mandi, jadi ikut tidak?" tanya Alena.


"sebentar ya, aku mandi dulu" sahut Citra malas.


"udah bangun Citra nya?" tanya Angel.


"udah, lagi mandi, tapi mandinya sama suami" ujur Alena.


"bisa satu jam itu" sahut Ryan.


"benar, aku bosan kali nunggu ini" ujur Alena tidak sabar.


"kamu tidak sabar jadi orangnya" kata Sena.


"tapi aku lagi senang karena mertua ku mengijinkan aku pergi" sahut Alena tidak sabar sampai di mall dan berbelanja berbagai macam jenis pakaian dan yang lainnya.


"itu, udah datang orang nya" ujur Angel saat melihat pasangan suami istri yang keluar dengan baju yang sama.


"kamu ikut Zi?" tanya Ryan.


"iya, kenapa emangnya?" tanya Zio balik.


"ayah Alek mau ketemu sama kita hari ini" sahut Ryan.


"aku tidak mu pegang perusahaan ayah Alek yan, kamu aja ya" ujur Zio malas.

__ADS_1


"perusahaan aku sudah besar sekarang Zi, tidak bisa aku pegang perusahaan ayah" sahut Ryan yang meminta agar adiknya yang menjadi pewaris perusahaan ayah nya itu.


"aku juga punya Yan, kamu aja yang pegang" ujur Zio tidak mau kalah.


"tidak bisa, kamu ahli waris perusahaan itu" kata Ryan.


"enak saja, kamu lah, yang hidup sama ayah" sahut Zio.


karena pusing dengan perdebatan kedua menantu nya Indra pun bicara.


"sudah nanti kalian bahas itu, sarapan dulu" ujur Indra.


"maaf yah" sahut keduanya sopan.


Indra tersenyum menatap kedua nya, yang tidak mau berebut masalah ahli waris perusahaan yang ayah mereka memiliki, namun mereka malah meminta satu sama lain untuk memegang perusahaan batu bara itu.


Zio pun pergi menemani istri dan anaknya untuk jalan-jalan ke mall, mengikuti apa mau Alena, yang lagi sedang ngidam itu.


"aku lapar kita makan dulu ya" kata Alena berhenti di kedai ayam goreng kremes kesukaan nya.


"ya, kita makan dulu, udah siang" ujur Zio yang membawa banyak sekali kantong di tangan nya, hasil belanja Alena.


mereka pun duduk di meja yang muat untuk lima orang, dan saat Zio ingin memesan namun Alena melarang nya.


"biar aku saja" ujur Alena.


"kamu lagi hamil, nanti aku di marah Alfa lagi" sahut Zio.


"aku yang ingin" sahut Alena.


tidak lama Alena datang degan tiga peluang yang membawa nampan berisi makanan yang jumlahnya cukup banyak.


"Al, memang bisa kamu habiskan semua nya itu" tunjuk Sena pada makanan yang memenuhi meja mereka.


"kan ada kalian yang bantu habiskan" sahut Alena mulai memakan makanan nya.


ia pun menghabiskan dua porsi ayam goreng kremes, sedang kan yang lain dia berikan kepada sahabat nya, karena tidak kuat lagi, Sena dan Angel meminta supaya makan itu di habis kan oleh Zio.


dengan mulut yang penuh Zio pun berusaha menghabiskan makanannya. namun dia tidak sanggup lagi menghabiskan semua nya.


"aku tidak kuat lagi, ini perut udah buncit" ujur Zio pada Citra.


"bungkus saja, kita kasi kan pada anak yatim" kata Citra yang melihat masih banyak makanan yang belum di sentuh.


"kamu pesan nya tidak liat apa Al, masa mu kamu borong ayamnya" kata Angel.


"nama nya ngidam, ada-ada aja" ujur Sena.


pulang dari mall, Zio memberhentikan mobilnya di sebuah kolang jembatan untuk memberikan makanan pada anak yang tinggal di sana.

__ADS_1


setelah selesai membagikan makanan mereka pun pulang kerumah masing masing.


Happy reading.


__ADS_2