
Hari ini adalah hari pertama Zio menginjakan kaki nya di kantor nya, perusahaan ini yang di handle oleh asisten ayahnya dulu. Zio berjalan menuju ruang nya, dengan wajah datar.
"selamat datang pak" kata sekertaris nya sopan.
"terima kasih" sahut Zio di perusahaan ini mencari karyawan yang bisa berbahasa Indonesia.
walaupun di perusahaan ini banyak yang bisa bahasa Indonesia tapi, setiap ada pertemuan atau hal yang lain selalu mengunakan bahasa Inggris.
"siapkan laporan terakhir setelah ayah saya mengundurkan diri" ujur Zio pada asisten nya.
"baik pak, saya akan meminta laporan dari setiap staf" sahut Argi yang merupakan asisten Alek.
"terima kasih, silahkan kembali ke ruang kamu" ujur Zio.
"baik lah, jika ada yang di butuhkan hubungi saya" kata Argi.
Zio hanya mengangguk dan melanjutkan perkejaan yang menumpuk di depan nya itu, setelah Alek memutuskan untuk menyerahkan perusahaan ini secepatnya pada Zio.
semuanya jadi berubah dan banyak sekali yang harus ia tangani sekarang, hingga Zio pun memutuskan untuk datang ke Amerika bukan untuk melihat perkembangan perusahaan, tapi dia harus mengurus setiap berkas.
"hallo, apa kamu sudah menemukan seorang yang bisa mengantikan ku di sini?" tanya Zio.
"sudah bos, dia akan datang ke Amerika dua hari lagi" sahut Erik.
"kerja bagus, tapi saya minta satu lagi, kamu siapkan satu orang lagi, yang akan bolak balik Indonesia Amerika untuk mengantarkan berkas yang harus aku tanda tangan" ujur Zio.
"bagaimana jika itu urusan Argi asisten bos yang di sana?" tanya Erik.
"baiklah nanti aku tanyakan padanya" sahut Zio.
Zio sangat pusing dengan masalah ini, di Jakarta ia sudah punya perusahaan dan sekarang sudah berkembang sangat pesat. dan di tambah lagi sekarang ia harus mengurus perusahaan yang sudah jadi milik nya itu.
Kadang Zio sangat kesal dengan kedua saudara karena mereka tidak mau memimpin perusahaan itu, apalagi Damar yang kerjaan hanya bersama para wanita.
"ada apa pak?" tanya Argi.
"aku di sini hanya satu Minggu, nanti akan ada pemimpin baru yang aku tugaskan untuk menghandle perkejaan ku di sini" ujur Zio.
"baiklah pak" sahut Argi
"dan satu bulan sekali kamu harus pergi ke Indonesia untuk membuat laporan pada ku, sekalian mengantarkan berkas yang harus aku tanda tangan" kata Zio.
__ADS_1
"ada lagi pak?" tanya Argi.
"apa kamu bisa, jika tidak aku akan cari kan orang yang bisa bolak balik Indonesia Amerika" kata Zio.
"saya bisa pak, apa kerjaan ku di sini tetap jadi asisten?" tanya Argi.
"iya, kamu asisten ku, yang akan membantu orang yang aku tugaskan di sini" sahut Zio.
"baiklah pak, nanti akan ada pertemuan di ruang meeting, dengan para staf yang akan memberikan laporannya" ujur Argi.
"baiklah, aku selesai ini dulu" sahut Zio.
"nanti sekertaris bapak yang akan memberi tahu, jika meeting akan di mulai" kata Argi.
"ia" sahut Zio.
wajah Zio sangat berbeda dengan yang asli nya, karena dia tidak mau terlalu ramah dengan para karyawan nya dulu, dan dia akan melihat semuanya terlebih dulu, apakah karyawan nya bisa di percaya atau tidak.
berbeda dengan Zio yang hari ini di sibukkan oleh setumpuk kerjaan, di rumah Citra dan Chelsea, dan kedua baby sitter nya akan siap pergi ke mall, dengan membawa kedua bocah tampan.
"nanti belikan kakek makanan khas Indonesia ya" ujur kakek pada kedua cucu nya.
kakek sudah lama hidup sendiri dengan di temani oleh Alek dan Tiara, tapi sekarang ia akan sendiri di sini setelah nanti Zio dan Ryan kembali ke Indonesia dengan membawa adik mereka Damar yang selama di sini juga tinggal sendiri.
sedangkan nenek sudah lama meninggal sejak Ryan duduk di bangku SMA, dan saat itu juga kakek memutuskan untuk sendiri sampai ia tua.
dan Ryan juga anak yang tumbuh jauh dari orang tua nya, sejak lahir di Amerika, dan saat usia tiga tahun Ryan sudah tinggal di Indonesia bersama nenek dan kakek dari ayahnya. karena permintaan orang tua Alek mau tidak mau Alek harus merelakan putranya untuk tinggal di Indonesia, dan menemani orang tua nya itu.
sepanjang perjalanan suara kedua bocah itu pun menjadi tawa buat Citra dan Chelsea, hingga mereka pun sampai di sebuah Mall yang ada di kota itu.
Citra dan Chelsea pun berjalan mencari apa yang akan mereka beli, dan sekaligus untuk membelikan oleh-oleh untuk keluarga mereka nanti, bukan berarti mereka tidak pergi lagi ke mall setelah ini.
tapi mungkin mereka tidak akan sempat membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka, karena tujuan Citra setelah suaminya nanti tidak sibuk lagi ia ingin mengajak suami berjalan jalan, dan liburan bersama anak.
"banyak banget belanja nya ci?" tanya Chelsea melihat banyak kantong uang di pegang oleh adik nya.
"ini untuk oleh-oleh, nanti aku tidak sempat beli lagi, dan hanya mau menghabiskan waktu untuk anak dan suami" sahut Citra.
"iya juga sih, mana mas Ryan juga tidak mau di ajak beli oleh-oleh nanti nya" ujur Chelsea.
"ya udah, sekarang kita makan aku lapar kak" kata Citra.
__ADS_1
"oke kita cari makan dulu" sahut Chelsea.
hari pun sudah mulai sore setelah menghabiskan waktu nya untuk menemani kedua bocah tampan untuk bermain, Citra dan Chelsea pun mencari makan khas Indonesia untuk kakek yang sudah menunggu mereka di rumah.
sampai di rumah Ryan sudah menunggu mereka datang, dengan di temani oleh segelas jus.
"lama banget jalan nya?" tanya Ryan.
"tadi habis beli oleh-oleh untuk keluarga" sahut Chelsea.
"cepat banget beli nya, ini baru juga dua hari kita di sini" kata Ryan.
"cepat lah, karena nanti kamu mana mau di ajak beli oleh-oleh" sahut Chelsea.
"iya juga sih" ujur Ryan.
Ryan pun membawa kantong belanjaan ke dalam rumah. setelah tengah malam Zio pun pulang ke rumah dengan di antara oleh Argi asisten nya.
"kamu nginap saja di sini" kata Zio.
"terima kasih pak, aku harus pulang" sahut Argi.
"ya sudah, hati-hati" ujur Zio.
setelah Argi pulang, Zio pun masuk ke kamar mereka dan mandi sebelum ia tidur.
malam itu Citra pun bangun mendengar suara gemericik air yang berasal dari kamar mandi mereka, ia menatap ke samping ranjang ternyata Zio yang ada di kamar mandi.
"kenapa mas Zio mandi jam segini" ujur Citra.
"kenapa bangun?" tanya Zio.
"kamu baru pulang mas?" tanya Citra Balik.
"iya, mas harus menyelesaikan kerjaan ini secepatnya, supaya kita cepat pulang" sahut Zio.
"tapi nanti kamu sakit mas, santai saja, lagian apa yang harus kita kejar, di sana sudah ada Erik yang bantu kamu" ujur Citra.
"iya" sahut Zio
Happy reading
__ADS_1