
Happy Reading
Di pulau Citra terbangun dari tidurnya, ini hari kedua iya di pulau, tanpa iya ketahui bahwa Angga sudah membongkar rahasianya.
Citra beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi, iya berendam pagi ini sambil menikmati pemandangan indah di villa nya.
"selamat pagi bi" sapa Citra ramah.
"pagi juga non, mau sarapan apa?" tanya bi Ina
"apa aja bik" kata Citra
Bi ina pun membawa bubur pedas kesukaan Citra, iya pun menghabiskan sarapannya. Citra pergi kesamping villa iya melihat mang Dadang sedang mencangkul kebun sayur.
"non biar saya aja, nanti non capek lagi" kata mang Dadang yang melihat Citra sudah membawa bibit sayur yang akan di tanam
"aku kan suka bertanam mang, jadi nanti aku tanam sayur, mang Dadang tanam kacang aja deh" ujur Citra
"ya udah non kalau begitu, saya ke sana dulu" kata mang Dadang
"ya mang berkebun itu menyenangkan" ujur Citra lagi
"iya non silahkan, kalau capek pulang aja ke villa nanti saya lanjutkan" kata mang Dadang
"oke mang"
Citra merasa sangat senang tinggal di pulau, iya dapat melupakan masalah hidupnya barang sejenak. Citra memang anak yang mandiri iya tidak pernah suka di tolong orang lain, terkadang sikapnya lah yang membuat orang lain menjadi takut, iya yang pemarah, dingin,dan cuek. walau sekarang iya sudah mulai merubah kembali sikapnya hanya karena dendam nya pada bibinya dan pada para pelayan yang sok baik itu.
karena bibinya lah Citra menjadi seperti itu. Citra kecil yang dulu pernah menaruh dendam pada bibinya, sehingga iya nekat memisahkan bibinya dengan putranya. yang sampai sekarang membuat bibinya depresi sampai saat ini karena kehilangan putranya.
dengan secara diam-diam iya menculik Kevin di saat Kevin bersama temanya di taman dan iya memasukan obat tidur ke dalam minuman Kevin saat teman Kevin ijin ke toilet iya minta bantuan supir tak si untuk mengantarkan mereka ke panti di kawasan Bandung, di perjalanan iya memasukan kembali obat yang bisa menghilangkan ingatan,sehingga Kevin lupa namanya dan orang panti pin mengganti nama Kevin menjadi Frans Nelson dan Frans yang wajahnya terkena air panas melakukan operasi plastik. Citra berhasil membuat bibinya tidak dapat sembuh.
...****************...
di sebuah cafe Zio mengajak kedua sahabat Citra untuk bertemu, iya juga mengajak Erik, sebenarnya iya sangat malas memikirkan Citra namun sekarang Citra sudah jadi tangung jawabnya, dan iya juga tidak mau disalah kan oleh nenek dan orang tuanya jika Citra sampai kenapa-napa.
"ada apa kak, ngajak kita ketemu?" tanya Alena
"maaf ganggu waktu kalian, saya cuma mau nanya kalian tau Citra dimana" ujur nya
__ADS_1
"Citra, tidak tau kak sudah dua hari ini Citra tidak dapat di hubungi" jawab Angel iya bingung kenapa Zio menanyakan Citra apa mereka tidak tinggal satu rumah
"Citra hilang, iya bilang mau ke minimarket tapi sampai sekarang belum pulang" ujur Zio
"hilang kemana, kapan" tanya Alena panik
"malam waktu kita habis pulang dari Bali" ujur Zio
"maaf kak, waktu itu Citra sempat pergi ke kampus" kata Angel
"kalian bersamanya waktu itu?" tanya Zio
" iya kak, tapi iya menangis histeris, dan kita sempat bawa iya ke psiakiater" ujur Alena lirih
"apa kata psiakiater" tanya Zio lagi
"katanya Citra troma sama kekerasan fisik yang bibinya lakukan kak" kata Angel
"jadi benar yang bi Lila katakan, terus apa salah saya membawanya ke penthouse" ujur Zio sambil berpikir
Zio harus bisa menemukan Citra secepat mungkin jika Citra belum kembali, maka orang tuanya akan tau kalau iya dan Citra tidak honeymoon dan saat ini Citra juga hilang entah kemana.
"benar itu kak , kemungkinan iya punya aset lain" ujur Angel
"dan filing saya iya, Citra tidak pernah pergi keluar negeri, karena paspor nya selalu ada di rumah saat iya hilang begini" kata Alena
"benar itu dua tahun yang lalu iya pergi cukup lama, tapi paspornya ada di rumah, dan saya yakin dia tidak jauh dari Jakarta" ujur Angel
"ya sudah, gue minta bantu aja sama pihak ke polisian" kata Zio
Zio pun langsung menuju ke kantor polisi iya melaporkan kehilangan isterinya, dan pihak polisi pun langsung menindak lanjuti kasus ini, dan mulai bergerak mencari keberadaan Citra.
...****************...
di kediaman Pramana, kedua suami istri muda itu tengah berdebat, karena Chelsea menginginkan salad buah buatan adiknya. dan saat ini Chelsea tengah hamil anak pertamanya dengan Ryan.
"sayang mengertilah, saya sudah mencari Citra, tapi dia tidak masuk kampus sekarang" kata Ryan malas
"tapi aku ingin hanya dia yang membuatnya" kata Chelsea terinsak
__ADS_1
"kamu yakin dia mau menuruti keinginan kamu" kata Ryan sambil mendekap istrinya
"kita coba aja dulu, sipa tau dia mau" kata Chelsea yang sangat yakin Citra mau menuruti kemauannya
"huh, sayang aku minta maaf ya, tapi Citra sangat keras kepala, yang ada aku kena semprot oleh amarahnya" ujur Ryan lemah
"aku tau tapi kita coba rayu baik-baik" Chelsea masih pada pendiriannya
"tapi sayang dimana kita bisa menemukannya, pulang aja dia tidak mau, berapa kali kak Alfa bertemu dengan nya dan mengajak iya pulang, Citra tetaplah Citra" kata Ryan memberi pengertian
"terserah kamu aja" kata Chelsea sambil menutup tubuhnya dengan selimut.
Ryan berjalan keluar kamar dengan lesu, iya tidak pernah menolak permintaan istrinya tapi sekarang iya merasa sulit karena Citra tidak tau dimana.
"yan, bagaimana dengan Chelsea apa dia berubah pikiran" tanya Tania
"masih sama ma, maunya hanya salad" ujur Ryan lesu
"kamu beli aja sana, kan banyak yang jual" kata nenek Rita, yang saat ini ada di rumah anaknya.
"maunya hanya dibuat langsung sama Citra bun" jawab Tania lirih
"di buat sama Citra" tanya nenek Rita
"iya nek" ujur Ryan lirih
"apa mau Citra datang kesini" kta nenek Rita merasa kasian kepada cucunya
"itu lah bun, aku tidak yakin dia mau, jangan kan pulang, di telpon aja tidak diangkat" ujur Tania lirih hampir menangis
"sudah engak usah menangis, nanti Citra juga pulang ke rumah ini" ujur nenek Rita yang melihat menantunya hampir menangis.
"ma gini aja, kamu bikin aja salad nya nanti kita buat surat yang isinya dari Citra" kata Indra memberi saran.
"nah begitu saja, mau tidak maunya itu urusan belakang, nanti bunda yang kasi pengertian pada nya" kata nenek Rita setuju pada ide putranya, walau sebenarnya iya tidak tega membohongi cucunya itu.
**terima kasih sudah membaca
jangan lupa like, vote, dan komen😊**
__ADS_1