Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
kekesalan Rianti


__ADS_3

Selesai meeting Citra pun kembali ke ruang nya, ia kembali sibuk dengan berkas yang ada di mejanya, bukan hanya masalah kantor yang ia kerjakan sekarang, tapi restoran yang akan di alih kan atas nama Alena yang akan ia ubah namanya.


Citra juga punya satu restoran terbesar yang sekarang di pegang dan di urus oleh Tia, sedangkan restoran yang kemarin sempat di urus oleh Chelsea, ia berikan kepada Alena.


karena Zio, sudah meminta Citra untuk tidak sibuk dengan masalah usaha dan bisnis nya itu. cukup perusahaan dan ZC Fashion yang ia urus, karena Zio juga seorang CEO yang harta nya melebihi dari cukup untuk memenuhi kehidupan mereka turun temurun.


dan sekarang Citra pun memberikan restoran yang sudah ia bangun itu pada sahabatnya sekaligus kakak ipar nya. termasuk restoran yang ada di Bali yang sudah bundanya berikan pada nya.


Karena sibuk dengan salon nya Tania pun mengantarkan kedua cucunya, pada Citra yang tadi sempat minta ibunya untuk mengantarkan Zia dan Yabes ke kantor.


"lagi sibuk nak?" tanya Tania yang sudah masuk ke dalam ruangan anak nya.


"eh ibu, tidak hanya memeriksa laporan saja" sahut Citra menyalami ibunya.


"ibu antar kedua bocah ini sama kamu, di salon ramai sekali hari ini nak, jadi repot ibu jagain mereka sambil melayani orang yang datang" ujur Tania.


"iya, tidak apa bu, kan ada Lala yang jagain nanti" sahut Citra.


"tadi ibu sudah telpon dia, supaya kesini sekarang" ujur Tania.


"terima kasih ya Bu, baru aku mau telpon Lala" sahut Citra.


"kamu sudah makan?" tanya Tania yang duduk di sofa ruang Citra.


"belum, tadi aku minta Sinta buat beli" sahut Citra pindah duduk ke sofa.


"ya udah ibu pamit ya" ujur Tania.


"tidak makan disini bu?" tanya Citra.


"tidak, ibu udah makan tadi di salon" sahut Tania, Citra pun menyalami ibunya.


kedua bocah itu pun tertidur pulas setelah tadi lelah bermain di salon neneknya. Citra pun memindahkan keponakan dan anaknya itu ke kasur lipat yang ada di ruangannya, dan di situ juga ada banyak mainan yang di belikan Frans untuk anak sepupunya.


Lala pun datang saat Citra lagi makan di ruangnya, dan Citra pun meminta nya untuk menemaninya makan, mau tidak mau Lala pun mengikuti kemauan majikanya, walau perutnya sudah tidak muat lagi untuk di isi.


"aku mandi dulu, nanti kalau mereka bangun, bikin kan saja susunya". kata Citra pada Lala.


"iya mbak" sahut Lala duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, dan menunggu Yabes dan Zia bangun tidur.


ruang Citra cukup besar, hingga masih muat untuk di buatkan tempat bermain untuk anaknya itu, dan di ruangan itu juga ada ruang untuk istirahat, tapi Citra tidak mau membuat tempat istirahat nya menjadi tempat bermain, karena itu akan membuat nya sulit menjaga anak nya.


Citra pun keluar dengan wajah yang segar, ia kembali duduk di kursi kebesaran nya, dan bergulat dengan laptop dan berkas yang ada di depan mejanya.

__ADS_1


Citra menghentikan kerjaan saat pintu ruang di ketuk.


"masuk" ujur Citra dari dalam.


"kak, aku di minta pak Frans untuk mengantarkan dokumen ini" ujur Rianti pada Citra.


"silahkan duduk" kata Citra menatap sekertaris pribadi sepupunya itu.


"iya terima kasih" sahut Rianti sopan pada Citra seperti bos nya.


"bisa tidak, jangan anggap aku itu bos kamu?" tanya Citra pada adik tiri nya.


"maaf, kan ini kantor, bukan di luar" sahut Rianti.


"terserah kamu saja" sahut Citra kesal.


"udah?" tanya Rianti pada Citra, di saat Citra kembali menyerahkan dokumen nya.


"iya, itu proyek dengan Vito" sahut Citra pada Rianti.


"kalau begitu aku permisi" ujur Rianti.


"eh, habis ini kan kamu pulang, tolong jam dua nanti kamu antar Zia dan Yabes pulang ya, aku mau ke kampus sebentar" ujur Citra.


"siap bos" sahut Rianti.


"emang tidak ada orang di rumah?" tanya Rianti, yang jam empat nanti akan pergi ke Lombok bersama Frans kekasihnya.


"tidak" sahut Citra langsung.


"tapi, nanti aku mu pergi kak" ujur Rianti tidak semangat.


"mau aku pecat kamu?" tanya Citra.


"jangan pecat aku kak, tapi aku harus pergi jam empat nanti" ujur Rianti yang akan menjemput kedua keponakanya jam dua nanti setelah ia siap-siap.


"pergi kemana, bukanya bulan ini kamu sudah ambil cuti?" tanya Citra menatap wajah adik yang kesal.


"tidak, aku tidak pernah ambil cuti, tapi tolong lah kak, masa jam dua belum ada yang pulang" ujur Rianti.


"kakak, akan ijinkan kamu pergi tapi, dengan syarat, kasi tau dulu mau pergi ke mana" kata Citra senyum licik.


"ngeselin banget sih, aku mau pergi sama mas Frans ke Lombok" sahut Rianti kesal, dan ia pun terpaksa mengatakan itu pada Citra, jika sampai nanti ia tidak ikut karena harus menjaga kedua keponakanya, Frans pasti kecewa pada nya.

__ADS_1


"oh, mau pacaran, tidak bisa" kata Citra licik.


"kak, aku mohon boleh ya, kan mereka ada baby sitter yang jaga" ucap Rianti lirih sambil menatap pada Lala yang duduk di sofa.


"tapi Yabes itu aktif banget, jadi Lala pasti kewalahan menjaga dua anak, dan biasa nya Yabes itu ibunya yang jaga atau nenek nya, dan mereka sibuk semua hari ini, jadi aku minta kamu yang bantu jaga Yabes" kata Citra masih ingin membuat adiknya kesal.


"kalau gitu aku antar kan Yabes ke ibunya saja" sahut Rianti ingin pergi.


"kami tidak dengar apa kata aku tadi?" tanya Citra sedikit membentak.


"kak, aku mau pergi sore ini, tiket nya sudah di bayar sama mas Frans, jadi tidak bisa aku bantu jaga Yabes" sahut Rianti.


"oke, silahkan pergi, aku bisa antar mereka pulang nanti" ujur Citra.


"kak, jangan marah ya, tapi aku tidak bisa, jika kakak nanti pulang jam tiga aku bisa bantu jaga Yabes sebentar" ujur Rianti melihat wajah Citra menunduk.


"tidak perlu" sahut Citra pura-pura marah.


"ya udah deh, aku batalkan saja pergi ke sana, aku kasi tau mas Frans dulu" ujur Rianti berjalan ke arah pintu.


"tunggu, siapa yang suruh kamu membatalkan kepergian kamu ke Lombok?" tanya Citra.


"kan, kakak yang minta aku jagain Yabes, gimana mau pergi" sahut Rianti bingung.


"aku hanya bercanda, tapi di sana, jangan buka segel ya" kata Citra.


"bercanda nya tidak lucu kak, lagian apa itu segel" sahut Rianti kesal.


"keperawan kamu lah, jangan di buka, jika tidak mau di marah sama ibu dan bunda" ujur Citra menatap adiknya.


"iya, aku akan berikan pada mas Frans saat kita sudah menikah nanti" sahut Rianti.


"emang kalian akan nikah?" tanya Citra mengejek.


"iya lah, harus itu" sahut Rianti percaya diri.


"baiklah, ingat pesan aku, awas kalau kalian macam-macam di sana, kakak akan pecat kamu, jika itu terjadi" ancam Citra.


"tidak akan kak, aku akan menjaganya" sahut Rianti.


dan jam dua Rianti pun datang untuk mengantarkan kedua keponakanya dan baby sitter pulang ke rumah, sedangkan Citra melajukan mobilnya menuju kampus.


**Happy reading.

__ADS_1


kasi like, vote, dan komen ya.


terima kasih**


__ADS_2