Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Satu koper uang


__ADS_3

Setelah tiga hari di rumah sakit Chelsea akhirnya di ijinkan pulang ke rumah. pagi ini Indra sudah siap untuk menjemput anak dan cucunya pulang.


"udah mau berangkat yah?" tanya Tania saat melihat suaminya sudah siap.


"iya bu, ayah berangkat ya" sahut Indra.


"tidak sarapan dulu" ujur Tania.


"nanti saja pulang dari rumah sakit, Chelsea dan Ryan sudah menunggu" sahut Indra.


"ya udah hati-hati yah" kata Tania.


"siap bu" sahut Indra menghilang di balik pintu.


Tania pun melanjutkan memasak untuk sarapan mereka. sedangkan di kamar Citra baru saja membuka mata, ia melihat ke arah suaminya yang masih terlelap.


karena tidak tega membangunkan Zio yang masih tidur, karena ulahnya semalam yang meminta Zio untuk menengok anaknya. akhirnya ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


selesai mandi Citra menyiapkan baju untuk suaminya, ia pun turun ke bawah untuk menemui ibunya yang mungkin masih sibuk di dapur.


"pagi bu" sapa Citra memeluk ibu sambungnya.


"pagi sayang, pasti ada maunya ni" ujur Tania.


"iya, buat kan aku nasi goreng bu" kata Citra senyum.


"iya, sebentar ya, kamu tunggu di meja makan saja" sahut Tania.


"terima kasih ibu" ujur Citra senang.


Tidak lama kemudian Rafael datang hanya mengunakan handuk.


"bu, baju raf, belum di siapkan" kata Rafael.


"oh iya, maaf sayang ibu lupa, tunggu sebentar ya, ibu masih mau buatkan nasi goreng buat kak mu" sahut Tania menatap putranya.


"biar aku saja bu, yang siapkan baju raf" kata Citra.


"oh ya sudah, sama kakak ya raf" kata Tania.


Citra pun berjalan ke kamar adik nya untuk menyiapkan baju untuk Rafael, karena dari dulu dia sudah terbiasa memakai baju pilihan orang tuanya, jadi Rafael merasa tidak cocok dengan baju pilihannya.


"yang ini saja ya dek, ini bagus kok" ujur Citra menunjukan bajunya.


"terserah kakak saja yang mana" sahut Rafael.


"ya udah ini pakai" kata Citra menyodorkan baju pada Rafael.


setelah Rafael selesai memakai bajunya, namun Citra meminta adiknya untuk mengubah gaya rambutnya, hingga mau tidak mau Rafael pasrah dengan perlakuan kakak nya yang mengubah gaya rambutnya menjadi berdiri semua seperti bulu landak.


"nah dah selesai" ujur Citra senang.

__ADS_1


"kak ini jelek kak" sahut Rafael murung.


"jangan di ubah lagi, awas ya" kata Citra.


saat hendak keluar ponsel Citra pun berbunyi.


("halo, ada apa?") tanya Citra ketus.


("ci, aku minta tolong, antar kan uang pada mami Kinara") kata Vito.


("uang, dimana?, untuk apa uangnya?") tanya Citra.


("aku sudah menikah dengan Vina, dan uang itu sebagai permintaan maaf ku pada keluarganya") sahut Vito.


("ya, tapi dimana uangnya") ujur Citra.


("ada di mobil yang parkir di depan rumah kamu") sahut Vito.


("kenapa tidak langsung di antar ke sana") ujur Citra.


("mereka tidak tau alamatnya rumah mami Kinara") sahut Vito.


("vit, kamu bilang sudah menikah dengan Vina, kenapa tidak di tanyakan padanya") kata Citra kemudian.


("dia tidak mau bilang alamatnya, apalagi bicara sama aku") ujur Vito.


("kenapa berantam?")tanya Citra penasaran.


("ingat pesan aku dulu ya vit, jangan sakiti sepupu ku lagi") ujur Citra.


("tidak ci tidak akan pernah aku lakukan lagi, aku akan berjuang supaya dia bisa mencintai aku") sahut Vito.


("baiklah, ni aku chat kan alamat rumah bibi") kata Citra.


("terima kasih ci") sahut Vito.


("iya, aku tutup ya") ujur Citra.


setelah menutup telponnya dengan Vito, Citra pun berjalan menuju meja makan.


...****************...


"ya ampun bu, kenapa dapurnya berantakan") ujur David pada istrinya.


"aku lagi buatkan, ayam kecap untuk Rama, karena dia sudah mau membantu kita memegang perusahaan pi") sahut Kinara.


"iya, papi tau, kan bisa buat makanan yang kamu bisa" ujur David.


"ini juga sudah selesai pi, papi sarapan dulu dah" sahut Kinara.


"mau kemana lagi?" tanya David melihat istrinya berlalu di hadapannya.

__ADS_1


"ke depan sebentar, antar ini sama supir" sahut Kinara.


sampai di depan Kinara pun meminta supirnya untuk mengantarkan makanan untuk Rama ke kantor. saat ingin masuk lagi ke dalam ia melihat ada sebuah koper di depan rumahnya, Kinara pun membawa koper itu masuk dan membuka isinya punya siapa.


Kinara pun kaget melihat isi koper itu penuh dengan uang, ia memanggil para pelayan dan satpam yang berjaga di depan untuk menanyakan perihal uang tersebut.


"maaf bu, kita tidak tau" kata satpam.


"iya bu, tadi saat saya bersih kan yang diluar, juga tidak tau itu punya siapa" sahut pelayan.


"ya udah kembali lagi berkerja, sarapan kalian ambil di dapur" kata Kinara pada para pelayan dan satpam.


Kinara pun masih duduk di sofa ruang keluarga untuk mengecek siapa pemilik uang itu, dan kenapa ada di depan rumahnya.


"disini mi" ujur David.


"iya pi, papi lihat lah, ini punya siapa" kata Kinara.


"uang, dari mana kamu dapat?" tanya David.


"tidak tau pi, tadi aku lihat di depan pintu ada koper, terus aku buka isinya uang semua" ujur Kinara bingung.


"coba, kamu cari lagi, siapa pemiliknya, kita tidak boleh menerima yang begituan, siapa tau itu niat orang jahat" kata David.


"ini ada suratnya" kata Kinara menyerahkan surat itu.


David pun membaca isi surat itu.


"**mami, papi, ini aku Vito Dirgantara, aku minta maaf sebelum nya, karena hanya bisa mengucapkan nya lewat surat. maafkan aku atas perbuatan ku pada putri mami dan papi. aku orang jahat, mi, pi, semua nya yang jahat ada pada ku. tapi sekarang aku sadar mi, pi, aku salah sangat salah, karena kejahatan ku aku hampir saja kehilangan dua harta paling berharga dalam hidup ku.


maafkan aku. aku manusia kejam yang telah memperkosa anak mu, dan tidak mengangap bahwa anak yang dia lahir kan itu adalah anak ku, aku tidak mau bertanggung jawab, namun akhir aku sadar jika semuanya yang aku lakukan itu sangat salah, dia yang aku sia-siakan ternyata sangat mirip pada ku, dia foto copy ku itu.


ijinkan aku bertangung jawab walau itu sudah terlambat, maaf kami sudah menikah sekarang, dan disini aku janji tidak akan berbuat jahat lagi, mereka nafas ku sekarang, sumber kehidupan ku, aku mencintai putri mu mi, pi.


maaf kan aku, uang itu dari ku, itu adalah uang denda yang di jatuhkan pada ku atas perbuatan ku pada Vina, dan aku telah melaksanakan hukuman sebagai bentuk pertanggung jawaban ku terhadap apa yang di lakukan ku pada nya. maaf sekali lagi, aku mencintai anak mu dan diri mu**"


"Vina, maaf kan mami nak, kamu cukup menderita, ini semua karena mami, mami yang membuat mu jadi susah" kata Kinara menangis setelah membaca surat dari Vito.


"mi, ini semua takdir, yang harus kita hadapi, papi yakin Vina bisa menghadapi ini semua, walau papi tidak yakin itu orang mau benar-benar mau bertanggung jawab" ujur David.


"apa kita cari Vina sekarang pi" kata Kinara.


"tidak usah sekarang mi, kita tunggu kabar dari orang suruhan papi, jika Vina bahagia, hidup dengan laki-laki yang sudah menyakitinya, kita akan datang untuk merestui pernikahan mereka, jika tidak, kita ambil Vina dan cucu kita untuk kembali pada kita" kata David.


"papi yakin?" tanya Kinara.


"kita beri dia kesempatan dulu untuk membuktikan keseriusanya" kata David.


"tapi kenapa Vina menyembunyikan semua ini pi, aku tidak bisa membayangkan betapa sulitnya dia berjuang sendiri" ujur Kinara lirih


"sudah lah tidak usah di bahas, sekarang kita berangkat ke rumah mas Indra" sahut David mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2