
Mobil mewah Citra pun berhenti di sebuah restoran yang menjual berbagai macam bakso itu. Citra keluar dan menemui Angel yang lagi sedang menunggu jemputan nya.
"maaf gel, lama" ujur Citra duduk dan memesan minuman.
"tidak apa, katanya engak mau makan di sini, kenapa pesan minuman?" tanya Angel.
"gue haus, udah beli baksonya?" tanya Citra balik.
"belum nunggu kamu, mau nya beli bakso apa?, kan aku tidak tau" ujur Angel.
"sebentar gue beli dulu" ujur Citra beranjak menuju kasir.
Setelah memesan bakso Citra pun kembali ke mejanya dan mulai meminum jus mangga yang baru saja ia pesan hingga habis.
"kamu haus bangat ya?" tanya Angel.
"iya gel" sahut Citra.
setelah pesanan mereka jadi Citra pun mengajak Angel ke rumahnya, karena Citra tidak mau meninggalkan Zia yang masih kecil, dan karena ada meeting yang harus iya ikut dengan terpaksa dia memohon pada Zio, supaya di ijinkan pergi sebentar saja.
"gel, kamu udah ijin sama suami kamu, mau ketemu sama aku?" tanya Citra pada sahabatnya itu yang lagi sedang hamil.
"sudah, dia mengijinkan kok, lagian kan sama kamu, sekalian mau liat si ganteng" sahut Angel.
"bagus lah kalau sudah, takut dia marah lagi sama kamu jika tidak bilang" ujur Citra.
"tidak akan marah jika jalannya sama kamu ci, lagian udah lama kita tidak kumpul seperti ini lagi" kata Angel.
"iya juga, tapi gue kangen sama Alena" ucap Citra sendu.
"iya, aku juga, apa kabar ya dia sekarang" kata Angel.
"tidak tau juga, lagian Alena sudah tidak mau menghubungi kita lagi" ujur Citra.
"aku punya rencana" kata Angel menatap Citra.
"rencana apa?" tanya Citra penasaran.
"gimana kalau kita pergi menemui dia" ujur Angel senyum.
"kan kamu lagi hamil, terus Zia masih kecil gimana mau pergi" sahut Citra.
"nunggu anak kita udah bisa di ajak pergi jauh, ya jika memang Alena tidak juga menghubungi kita" ujur Angel.
"kamu kangen bangat ya sama dia?" tanya Citra.
"iya ci, gue kangen bangat sama Alena" sahut Angel.
"nanti aku pikirkan lagi, gimana caranya supaya Alena mau menghubungi kita lagi" kata Citra.
__ADS_1
hingga tanpa terasa mobil Citra yang di kendarai supir itu sudah sampai di rumah.
"hah udah sampai, cepat bangat" ujur Angel heran.
"iya lah, gimana tidak cepat kalau kita menghayal dan memikirkan si Alena" sahut Citra.
"hehe, iya juga sih" ujur Angel mengikuti langkah Citra.
"duduk dulu gel, aku bawa bakso ke dapur dulu, supaya di pindahin ke mangkuk" kata Citra.
"iya, anak kamu mana, boleh aku liat dulu, sebelum kita menikmati baksonya?" tanya Angel.
"boleh, kamu pakai lift aja, kamar Zia di dekat kamar aku" kata Citra.
Citra pun berjalan menuju dapur dan memanggil Nina untuk membantunya memindahkan bakso ke dalam mangkuk. sedangkan Angel sudah berjalan menuju kamar Zia, ia membuka pintu dengan pelan dan melihat kamar bayi itu penuh dengan anggota keluarga Citra.
"eh, ada Angel, kapan datang?" tanya Tania sambil senyum.
"baru saja Tante" sahut Angel berjalan ke arah Tania dan mencium tangan Tania.
"cari Citra ya, Citra lagi ke kantor" ujur Tania yang tidak tau kalau Angel dan Citra barangan datang ke rumah.
"aku barang Citra kok Tante kesini nya, mau ngajak dia makan bakso, sekalian mau liat Zia, setelah Citra lahiran aku belum sama sekali ke sini" sahut Angel.
"oh, Citra mana sekarang?" tanya Tania melihat putri nya tidak masuk bersama Angel.
"ya udah, kamu disini dulu, Tante ke bawah dulu ya" ujur Tania.
"iya tante" sahut Angel.
setelah kepergian Tania, Angel mulai mengajak bicara Zia, sampai akhirnya ia ingin untuk mengendong Zia.
"kak, boleh aku gendong tidak?" tanya Angel pada Chelsea yang ada di kamar Zia menemani Yabes bermain di situ bersama dengan Ryan yang duduk di samping putranya.
"emang kamu bisa" ujur Chelsea.
"di coba aja" kata Angel.
"ya udah, sini kakak bantu" ujur Chelsea membantu Angel mengangkat Zia ke pelukan Angel.
dengan tangan gemetar Angel menimang Zia dengan pengawasan Lala dan Chelsea.
"mulai sekarang kamu harus belajar gendong bayi, sebentar lagi anak kamu keluar" kata Chelsea melihat Angel masih takut mengendong bayi.
"iya kak" sahut Angel.
Citra pun masuk ke kamar anaknya setelah dari dapur tadi dia langsung ke kamar untuk membersihkan dirinya.
"gel, baksonya udah siap tu, nanti dingin lagi" kata Citra pada Angel.
__ADS_1
"oh iya, aku lupa, karena si ganteng lebih memikat hariku dari pada bakso" ujur Angel.
Chelsea pun mengambil Zia dalam gendongan Angel dan menyerahkan pada Lala yang lagi sedang duduk di karpet menemani Yabes main.
mereka pun turun ke bawah dan langsung ke meja makan di mana di atas meja penuh dengan bakso dan menu lainya yang di masak oleh Tania.
Angel pun bergabung bersama keluarga Citra untuk makan siang bersama. dan di sela sela makan siang mereka pun asik bercerita hingga semua makanan yang ada di meja makan ludes tak bersisa lagi.
"maaf kak, kak Ryan kenapa pakai kursi roda?" tanya Angel melihat Ryan mengunakan kursi roda yang ada di kamar Zia.
"habis kecelakaan gel, jadi masih pusing, kadang kalau jalan rasanya mau jatoh" sahut Ryan.
"oh, semoga cepat pulih ya kak" ujur Angel.
"oh ya gel, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Ryan menatap Angel.
"boleh, apa kak" sahut Angel.
"apa benar dulu, Alena sering bercinta dengan Romi" ujur Ryan membuat Angel menatap Citra.
"kenapa emangnya kak" kata Angel.
"kamu jawab saja dulu, ada hal penting yang aku mau tau" ujur Ryan.
"iya , mereka sering melakukannya" sahut Angel.
"apa Alena pernah cerita, kalau dia bercinta dengan Romi tanpa pengaman?" tanya Ryan lagi.
"iya, mereka tidak pernah pakai pengaman, jika melakukannya, karena Alena sangat mencintai Romi" sahut Angel.
"jadi benar Romi itu mandul" kata Ryan.
"kamu tidak percaya mas, jika dia menjebak mu karena dia menginginkan seorang anak" ujur Chelsea.
"iya, mas percaya sekarang" sahut Ryan.
"ada apa sih sebenarnya?" tanya Angel bingung.
"kamu tau kenapa Alena pergi?" tanya Citra pada Angel.
"iya aku tau" sahut Angel.
"itu karena, Romi mengira kalau Alena tidak bisa hamil, dan ia memanfaatkan Alena karena menganggap Alena tidak berguna dan memilih menikah dengan Dita, tapi begitu juga yang terjadi pada Dita, hingga iya menjebak Dita dan mas Ryan dengan obat peransang, untuk mencari tau siapa yang mandul, dan sekarang Dita hamil anak mas Ryan" kata Citra Angel.
"terus sekarang gimana" ujur Angel.
"ya, begitu lah Romi sudah mengakui semuanya, dan dia menerima anak dalam kandungan Dita itu sebagai anaknya" sahut Citra.
setelah cukup lama bicara dengan Citra, Chelsea dan Ryan, akhirnya suami Angel pun datang untuk menjemput Angel pulang.
__ADS_1