Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Nikmati aja


__ADS_3

"bicara apa sama Nancy tadi?" tanya Tania saat Indra baru saja duduk di dekatnya.


"soal Alfa, yang mau melamar Alena, dan aku sama Nancy kemungkinan akan menemani Alfa di hari bahagia nya" kata Indra.


"kok aku baru tau" ujur Tania menatap Indra.


"jangan kamu Bu, ayah aja baru tau sekarang" sahut Indra.


"oh, Nancy mana?" tanya Tania melirik kearah pintu belakang.


"lagi di sana, termenung" ujur Indra berlalu keruang tamu dimana Zio dan Jonas sedang bicara.


Tania pun melanjutkan masaknya, karena malam ini dia keluarga itu akan makan malam bersama di rumah Indra.


Di kamar Citra, kedua kakak beradik itu masih tertidur dengan pulas nya, Zio yang sudah pulang ke rumah dari tadi pun masuk ke kamar nya setelah tadi menemani Jonas bicara di ruang tamu.


Zio pun kaget saat mendapatkan istri dan kakak iparnya tidur bersama, dengan hati-hati ia pun membangunkan istrinya.


"udah pulang mas?" tanya Citra yang belum sadar bahwa kakak nya tidur di samping nya.


"udah lama, tadi habis bicara sama bapak di ruang tamu" sahut Zio mengusap rambut istri nya.


"bapak disini ?"tanya Citra tidak tau.


"iya, mas mandi dulu ya" kata Zio berlalu ke kamar mandi.


Citra pun duduk dan menatap ke arah samping ia kaget saat melihat Alfa tidur di sampingnya.


Citra pun turun dari ranjang dan mulai membangunkan Alfa, karena Alfa sulit bangun Citra pun mengambil air dan menyiram wajah Alfa.


karena merasa wajahnya basah Alfa pun bangun.


"apaan sih ci, main siram aja" kata Alfa kesal.


"lagian ngapain tidur di kamar aku?" tanya Citra menatap wajah kakaknya.


"tidak sengaja, mas jadi ngantuk liat kamu tidur" sahut Alfa beranjak dari ranjang.


Citra pun langsung mencari ponselnya ia curiga dengan Alfa yang tiba saja bisa tidur di kamar nya.


"cari apa?" tanya Alfa saat Citra sibuk mengacak ranjang dan nakas.


"mana ponsel aku mas?" tanya Citra menatap Alfa.


"itu, di atas meja" sahut Alfa pergi.


"mas, kamu buka ponsel aku ya" teriak Citra kesal.


karena tidak mendapat jawaban dari Alfa, Citra pun turun dan mengejar kakaknya itu.


"aduh sakit ci" kata Alfa mengusap kepalanya.


"biarin, kamu mau Alena marah pada ku?" tanya Citra kesal.

__ADS_1


"lagian siapa suruh tidak mau memberi tahu alamat Alena, mas sudah minta baik-baik malah tidak mau kasi" sahut Alfa.


"kan aku udah bilang mas, aku udah janji pada nya untuk tidak memberitahu pada siapa pun dimana alamat nya" kata Citra kesal.


"maaf dek, mas akan lakukan apapun untuk menemukan Alena, cinta atau tidak nya dia pada mas, mas akan tetap menikahinya" sahut Alfa pergi.


karena kalah dengan kakaknya, Citra pun berjalan ke kamar putra nya. dan di sana sudah ada Nancy yang mengajak bicara bayi ganteng itu.


"bun" kata Citra mendekati bundanya.


"iya nak" sahut Nancy masih menatap wajah cucunya.


"Bun, benar kah mas Alfa mau menikah dengan Alena?" tanya Citra menatap bundanya.


"iya nak, kenapa?" tanya Nancy.


"tidak, aku mau kasi Zia asi dulu bun" kata Citra kemudian


Nancy pun menyerahkan Zia pada Citra untuk di kasi asi, Zia pun langsung menyedot sumber kehidupan nya dengan rakus sambil mata indah menatap pada maminya.


"haus ya nak, maaf tadi mami di kasi obat tidur sama om kamu" kata Citra mengajak bicara putranya.


"enakan menyusui bapak apa anak nya ci?" tanya Nancy pada putrinya.


"menurut bunda?" tanya Citra balik pada bundanya.


"bunda tanya kamu, malah nanya balik" ujur Nancy.


"anaknya lah, kalau bapaknya bikin capek" sahut Nancy.


"kalau aku sih, enakan bapaknya" sahut Citra nyengir.


"kamu ya, udah ketularan mesum nya" kata Nancy tertawa.


tawa kedua anak dan ibu itu berhenti saat Rianti datang bersama dengan Rama ke kamar Zia.


"hai jagoan om, lagi mimik ya" kata Rama pada Zia dan kemudian menyalami Nancy.


"habis dari mana ram?" tanya Nancy pada putra sambung nya.


"rumah sakit Bun, lagi banyak pasien" sahut Rama.


"oh, kalian ketemu dimana?" tanya Nancy lagi sambil mengusap kepala Rianti yang baring di pangkuannya.


"ketemu di depan tadi" sahut Rama.


"capek nak" ujur Nancy menatap wajah Rianti.


"iya" sahut Rianti memejamkan matanya.


"hati nya yang capek bun" ujur Rama sambil mainkan tangan keponakanya yang tidak bisa diam.


"benarkah, kenapa?" tanya Nancy menatap putra sambung nya.

__ADS_1


"tanya aja pada orangnya bun" ujur Rama senyum.


"diam mas, aku ngantuk" kata Rianti kemudian.


"tidur sana di kamar tamu" kata Citra ketus.


"ci, jangan bicara begitu" kata Nancy pada Citra.


"maaf" sahut Citra.


"masih cemburu aja kamu, pada saudara sendiri" kata Rama pada Citra.


"udah ah aku mau mandi" ujur Citra memberikan Zia pada bundanya.


"bawa di ranjang aja, ada bayi besar di pangkuan bunda" kata Nancy pada Citra.


Citra pun meletakan Zia di ranjangnya dengan Rama yang terus mengajak main bayi lucu itu.


dan malam itu dua keluarga yang sudah menyatu itu pun makan malam bersama sambil membahas masalah lamaran Alfa yang akan di laksanakan Minggu depan.


setelah makan malam selesai semuanya pun berkumpul di ruang tengah dan bicara santai mengenai hubungan keluarga mereka.


"kamu kenapa ri? tanya Indra karena sejak tadi Rianti terus saja diam.


"tidak ada om" sahut Rianti.


"panggil ayah nak" ujur Tania.


"iya ayah" sahut Rianti.


"kenapa sih?" tanya Tania lembut


"putus cinta bu" sahut Rama.


"putus cinta" ujur Tania menatap putra nya.


"bohong" ujur Rianti pada ibunya.


"bilang aja kamu cemburu kan pada Frans, wanita tadi itu adiknya" kata Rama senyum.


"tidak"sahut Rianti.


"sudah cinta itu bisa bikin kita gila, tertawa, nangis, galau, banyak deh, nikmati aja" ujur Jonas kemudian


"benar itu, Nikmati aja" sambung Indra.


setelah bicara cukup banyak Nancy dan Jonas pun pulang setelah malam semakin larut.


Happy reading


**Like, vote dan komen


terima kasih**

__ADS_1


__ADS_2