Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Dendam Alvina


__ADS_3

...Happy Reading...


Citra terbangun dari tidurnya, ia menatap wajah tampan Zio yang sedang terlelap. Citra memindahkan tangan Zio secara perlahan, ia pun duduk sembari mengusap rambut suaminya, seketika ia tersenyum mengingat apa yang di lakukan mereka subuh tadi.


Citra beranjak ke kamar mandi dengan keadaan polos, dan memungut pakaian mereka yang berserakan di lantai.


selesai mandi saat hendak membangunkan suaminya Citra tiba saja ponselnya menyala dan satu pesan tertera di sana, Citra membaca pesan itu dengan wajah takut karena orang yang meneror rumahnya ada di dalam rumah itu sendiri.


setelah kepergian suaminya yang di minta Alfa untuk menemani nya ke Bali, Citra pun turun untuk sarapan bersama ibu dan kakaknya.


"pagi ci, kenapa wajah begitu?"tanya Tania melihat wajah Citra yang khawatir.


"tidak ada bu" kilah Citra.


"oh, ya udah sarapan dulu" ujur Tania.


"iya bu" jawab Citra.


"bu, Citra minta ijin mau ke rumah sebentar, pulang dari sana mau ke butik Angel" kata Citra.


"iya boleh, tapi jangan pulang ke malamanya" jawab Tania.


"iya bu" sahut Citra.


setelah menghabiskan sarapan nya Citra pun pamit pada ibunya, saat ingin mengeluarkan mobilnya Billy datang dan memintanya untuk bersama nya. semalam rumah itu kembali lagi di teror dan semua ruangan di coret mengunakan darah.


sampai di sana Citra melihat seluruh tembok pagar rumahnya penuh dengan tulisan " wanita pendendam".


Citra pun teringat dengan pesan pagi tadi, ia langsung masuk ke kamarnya tanpa memperdulikan para pelayang yang sibuk membersihkan noda darah di dinding rumah.


saat di dalam kamar dia melihat kamar itu kosong, Citra pun membuka laci dan mengambil pisau yang sengaja ia simpan di kamarnya.


gemericik air di kamar mandi membuat Citra yakin ada orang di kamarnya. tidak lama kemudian suara air pun berhenti dan keluarlah sosok wanita cantik dari kamar mandi hanya mengunakan handuk.


Citra pun kaget karena dia mengenal siapa orang itu.


"kenapa kamu di sini?" tanya Citra kesal.


"hai ci, udah datang" jawab Vina kaget karena adik sepupunya sudah ada di kamarnya.


"apa maksud kamu vin, meneror rumah saya?" tanya Citra berusaha agar tidak marah.

__ADS_1


"aku ingin membantu mu membalaskan dendam pada Vito dan Kinara" sahut Vina sambil mengambil baju Citra di lemari.


"aku tidak mengerti vin" kata Citra bingung.


"aku sudah lama tau ci, kalau kamu yang menculik mas Kevin, jadi dari pada nantinya kamu kena masalah karena sudah menculik mas Kevin dan membuat Kinara depresi maka dengan senang hati aku membantu mu melenyapkan putra Kinara" sahut Vina senyum.


"jangan lakukan itu, aku tidak perlu kamu bantu, sudah saat nya mereka tau keberadaan Kevin dan sudah waktunya bibi sembuh" ujur Citra takut.


"tidak ci, apa kamu tidak kasihan kepada ku, jika mas Kevin kembali aku akan di singkirkan ci, Kinara tidak menyayangi aku" sahut Vina teriak.


"apa kamu sudah gila vin, membenci ibu mu sendiri?" tanya Citra.


"iya aku sudah gila, aku lelah ci, hidup seperti ini dari kecil ibu selalu menyayangi mas Kevin, karena apa karena harta ci, dan kamu juga korban dari Kinara yang tidak terima jika perusahaan kakek di wariskan pada om Indra. dan satu lagi ci, Vito sudah merebut paksa ke sucian ku dan tidak mau bertanggung jawab pada anak yang sudah aku lahir kan. aku ingin mereka tau bagaimana rasa nya sakit hati atas semua perlakuan meraka" kata Vina dalam tangisnya.


"vin, kami menyayangi mu, jangan lakukan itu pada Frans dan ibu mu" kata Citra.


"sudah lah terima kasih untuk no Daniel, maaf aku sudah menakut nakuti para pelayan mu" sahut Vina hendak pergi.


"jangan lakukan kejahatan vin" kata Citra lirih.


"maaf kan aku" sahut Vina membuka pintu kamar dan pergi.


"Alvina" teriak Citra hendak mengejar sepupunya namun ia ke jedor pintu karena Vina menutup kembali pintu itu.


Billy pun masuk ke mobil untuk mengejar Vina atas perintah Citra. Citra masuk kembali dalam rumah.


"bagaimana kalian tidak tau kalau Vina ada di rumah ini" kata Citra menatap Sisi.


"mbak Vina" kata Sisi bingung.


"iya, dia yang meneror rumah ini, dan sekarang dia berhasil mengambil no Daniel, untuk membalas sakit hatinya pada keluarganya" kata Citra.


"maaf mbak, tapi kita benar-benar tidak tau" sahut Sisi.


"sudah, sekarang lanjutkan perkerjaan kalian" kata Citra berusaha menghubungi Vina.


Citra pun tidak menyangka jika selama ini kakak sepupunya itu sakit hati pada ibunya. walau dia tau jika Kinara sangat menyayangi Kevin dari pada Vina.


Citra pun menceritakan apa yang terjadi di rumahnya selama tiga hari ini pada Billy dan meminta Billy untuk mencari Vina dan mengambil putra Vina dari panti asuhan.


karena merasa khawatir dengan Frans dan bibinya akhirnya Citra pergi ke rumah rehabilitas untuk melihat apakah semuanya baik-baik saja. Citra merasa menyesal telah membuat bibinya depresi tapi trauma nya atas apa yang bibinya lakukan membuatnya tidak bisa mengontrol emosinya. dan Citra pun sudah siap mendapatkan amarah dari keluarganya karena telah menculik sepupunya.

__ADS_1


...****************...


di rumah Tania panik karena Citra belum juga pulang ke rumah, dia sudah menghubungi Angel namun Citra tidak ada di sana di tambah lagi no Citra tidak aktif.


"kemana kamu nak" kata Tania mondar mandir sambil melihat ke arah pintu.


"ibu kenapa?" tanya Rafael.


"kakak mu belum raf, ibu khawatir dia kenapa napa" sahut Tania duduk di sofa.


"mungkin lagi di rumahnya kali bu" kata Rafael juga khawatir.


"bu, apa Citra sudah pulang, mas Ryan lagi di jalan sekarang" kata Chelsea.


"belum chel, mana ayah masih di tempat rehabilitas lagi" jawab Tania


"bu, Citra belum pulang, Zio dan Alfa apa kah nginap di Bali?" tanya Ryan.


"iya yan, mereka nginap dan sekarang Citra belum juga pulang" ujur Tania memainkan ponselnya.


"ya udah raf, bantu kak cari kak Citra ya" kata Ryan mengajak Rafael yang usianya masih delapan tahun, karena Ryan tidak bisa nyetir sambil mencari.


"oke kak" sahut Rafael.


sepanjang jalan Ryan dan Rafael mencari Citra setelah mereka tidak menemukan Citra di rumahnya. tidak lama kemudian Citra pun datang.


"kamu dari mana saja ci, kamu lagi hamil nak, ibu takut kamu kenapa napa" kata Tania melihat anaknya datang.


"maaf bu, tadi Citra habis dari ZC Fashion, ada kerjaan" sahut Citra.


"jangan di ulangi lagi ya nak, chel telpon suami mu, bilang Citra sudah datang" kata Tania dan Chelsea pun mengangguk


"kamu mandi dulu, habis itu makan, ibu siapkan dulu makanan nya" kata Tania mengusap rambut Citra.


Citra pun mengikuti perintah ibunya setelah mandi ia melanjutkan dengan makan malamnya dan di temani Tania. hingga Tania pun rela menemani Citra yang tidur di kamarnya karena Citra tidak bisa tidur memikirkan Vina.


tangan Tania pun berhenti mengelus perut Citra saat melihat anaknya sudah tidur, ia menyelimuti Citra dan mencium keningnya. sungguh seorang ibu sambung yang sangat baik.


di ke jauhan seorang wanita tersenyum melihat betapa cinta nya seorang ibu sambung pada anaknya.


terima kasih sudah membaca

__ADS_1


like, vote, dan komen ya🤗


__ADS_2