Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Kebahagiaan keluarga


__ADS_3

sepulang dari rumah sakit, Citra mendapatkan banyak pertanyaan dari keluarga nya mengenai ibunya yang hamil lagi.


"berapa usia kandungan nya?" tanya nenek Rita.


"baru empat Minggu nek" sahut Citra.


"kamu serius kan jika kak Tania hamil lagi?" tanya Kinara belum percaya.


"benar kok Tante, ibu hamil lagi" sahut Citra.


"aku sudah duga kalau ibu sedang hamil, masa dia minta bakso di campur dengan buah naga" ujur Chelsea.


"syukur lah jika Tania hanya hamil, berarti dia pingsan karena itu" ujur Nenek Rita.


"iya nek, tadi aku sempat panik mendengar teriakkan Citra dari kamar" kata Alena.


"iya, semoga semuanya baik-baik saja sampai lahiran nanti" ujur nenek Rita karena usia Tania yang sudah hampir menginjak empat puluh tujuh tahun itu.


"bunda jangan khawatir, masih muda juga, dan masih bisa hamil lagi tahun berikutnya" kata Kinara membuat Citra kesal. jika dia harus punya banyak adik di usia ayah nya yang sudah tua.


"kenapa wajah kamu seperti itu?" tanya Alfa yang memang melihat ke arah adiknya dari tadi.


"tidak, aku hanya capek" sahut Citra pergi.


"dia hanya cemburu, biarkan saja" ujur nenek Rita.


Zio pun datang dari kantor nya, dan melihat banyak sekali orang di rumah, ia hanya mengapa dan berjalan masuk menuju kamar nya.


"sayang" ujur Zio melihat istrinya lagi baring sambil melamun.


"kenapa?" tanya Zio mengusap lembut rambut istri nya.


"aku lagi bayangkan, ayah gendong adik bayi, pasti lucu" ujur Citra.


"emang ibu hamil gitu?" tanya Zio.


"iya, ibu hamil lagi, usia kandungan nya baru empat Minggu" ujur Citra.


"syukur lah, aku akan punya adik ipar lagi" sahut Zio.


"eh, bagaimana dengan perjalanan kita dua hari lagi?" tanya Citra.


"sudah beres, tinggal berangkat" sahut Zio.


"jangan lama di sana ya mas, kasih ibu di sini" ujur Citra.


"tidak, hanya satu Minggu saja" sahut Zio.

__ADS_1


"baiklah, aku akan persiapkan barang Zia dari sekarang" ujur Citra.


"iya, mas mandi dulu" sahut Zio.


"mau aku siapkan air buat mandi?" tanya Citra.


"tidak usah, lebih baik kamu temani keluarga kamu di sana" ujur Zio.


"aku baru saja masuk kamar mas, dari tadi aku di sana, kesal tau, masa bibi minta ibu hamil lagi tahun depan" kata Citra.


"menang kenapa tidak boleh ibu hamil lagi tahun depan?" tanya Zio.


"bukan tidak boleh, tapi kasihan ibunya harus berjuang mengeluarkan bayi, lagian sudah tua juga masa hamil terus yang benar saja lah" sahut Citra.


"kamu ya, apa kamu saja yang hamil lagi?" tanya Zio menggoda istrinya.


"Zia masih kecil mas" sahut Citra.


"iya mas tau, mas tidak minta kamu hamil lagi sekarang" ujur Zio berjalan ke kamar mandi.


Nancy yang lelah pulang dari Belanda pun harus pergi ke rumah mantan suaminya, untuk menjenguk Tania yang katanya hamil lagi.


Citra turun dari lantai dua, dan melihat rumah nya penuh dengan keluarga nya itu, ia pun meminta pelayanan untuk mempersiapkan makan malam untuk mereka nanti nya.


"kata nya capek, kenapa bunda ada disini?" tanya Citra melihat bundanya ada di rumah nya.


"oh, ibu pulang sore lah, mungkin sudah malam baru nyampe" ujur Citra.


"tidak apa, sekalian mau main sama cucu tampan bunda" sahut Nancy.


"silahkan saja Bun, Zia ada di kamar, lagi di mandikan oleh Lala" ujur Citra.


"iya, masih ada moyang nya di sana, giliran, nanti nangis lagi liat orang ramai" sahut Nancy.


"iya Bun, kadang tiba saja dia nangis jika banyak orang, oh ya Bun, Rianti mana?" tanya Citra.


"di kamar tamu, lagi tidur" tunjuk Nancy pada kamar tamu yang sering digunakan oleh Rianti.


"bunda kenapa, seperti memikirkan sesuatu?" tanya Citra.


"bunda hanya ingat sama adik kamu Ci, pasti jika dia tidak pergi, sekarang dia lagi berkumpul juga di sini sama kita" ujur Nancy teringat berapa tahun lalu.


dimana dia harus kehilangan anaknya karena penyakitnya yang ia derita, dan terlebih lagi dia harus memperjuangkan semuanya itu sendiri tanpa Indra di samping nya. hingga ujung nya dia pergi meninggalkan Indra karena harapan untuk punya anak lagi telah pupus.


"bunda jangan sedih, dia sudah bahagia di sana" kata Citra memeluk bunda nya.


"lupakan apa yang telah terjadi, dan maaf kan anak saya, yang mengabaikan kamu saat kamu lagi sakit, dia sudah bahagia di sana jangan sedih lagi" kata nenek Rita yang mendengar pembicaraan Nancy dan Citra.

__ADS_1


"aku sudah melupakan semua nya bun" sahut Nancy.


"bagus lah kalau begitu, jangan ingat yang membuat kita sedih, bunda tau apa yang kamu pikirkan sekarang, Jonas mencintai mu lebih dari apapun, walau kamu merasa bersalah tidak bisa memberikan dia anak lagi, tapi bagi dia kamu lah kebahagiaan nya" kata nenek Rita.


"iya Bun, terima kasih untuk semua nya" sahut Nancy.


kata yang di ucapkan Nancy tadi pun di dengar oleh Indra dan Tania yang sudah pulang, mereka memiliki duduk di ruang tamu, dan tidak mau mengacau pembicaraan Citra dan Nancy.


"yah" panggil Tania.


"ada apa sayang, mau apa?" tanya Indra.


"ayah kenapa?" tanya Tania balik.


"ayah hanya kepikiran pembicaraan Nancy tadi" sahut Indra jujur.


"ini yang membuat aku semakin cinta sama ayah" ujur Tania.


"maksudnya?" tanya Indra bingung.


"ayah selalu jujur orang nya" sahut Tania.


"Nancy mungkin hanya kepikiran saja, dan dia mungkin kangen kali sama anak yang belum sempat di lahir kan itu" sambung Tania.


"ayah merasa bersalah terhadap nya, hingga sekarang ayah akan berjanji akan mementingkan kamu dari kerjaan" ujur Indra.


"kita ke sana ya yah, aku mau nasi kuning yang ayah belikan tadi" kata Tania ingat pada pesan nya pagi tadi.


"iya" sahut Indra berjalan sambil menuntun Tania.


Melihat Tania datang semua nya pun menghampiri nya, dan memberikan banyak sekali ceramah yang harus Tania taati selama masa kehamilan nya.


"terima kasih atas perhatiannya pada ku dan dedek bayi, semuanya baik-baik saja kata dokter" ujur Tania.


"iya, tapi kamu harus jaga kesehatan, jangan banyak kerjaan, diam saja di rumah" kata Nancy.


"iya nan, tapi kan bosan juga kalau tidak ngapain" sahut Tania.


"udah tua, sudah di bilang kamu nya" ujur Nancy.


"iya, aku akan turuti perintah tuan putri" sahut Tania kesal.


"nah begitu dong, besok aku akan kirim kan makanan yang sehat untuk kamu, karena anak di dalam kandungan kamu itu adik dari anak ku" ujur Nancy.


"terima kasih ya nan" sahut Tania


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2