
malam harinya Tia turun ke dapur dan membuatkan minuman untuk Citra, bukan tanpa alasan kenapa Tia tidak mu menuruti perintah Citra, karena memang dia punya kerjaan lain selain kuliah di Jakarta.
selesai membuatkan minuman untuk majikanya Tia pun mengantarkan minuman itu pada Citra yang lagi marah karena suaminya tidur dengan wanita lain, walau dia tau jika mereka tidak berbuat apa-apa di kamar itu.
"mbak ini minuman nya" ujur Tia memberikan minuman itu pada Citra.
"iya" sahut Citra
Tia pun masuk ke kamarnya dan mulai tidur dia berharap besok mereka bisa pulang ke Jakarta.
setelah Tia pergi Citra pun tidur tanpa meminum minuman yang di buatkan oleh Tia tadi.
pagi itu saat bangun Tia dan Alena saling tatap karena Citra tidak menunjukan reaksi apa pun terhadap obat itu.
"kenapa kalian?" tanya Citra pada keduanya.
"tidak ada mbak" sahut Tia malas.
"oh, Tia nanti kamu ke kampus sama Alena" ujur Citra.
"iya mbak" sahut Tia mulai memasukan makanan ke mulut nya.
Tia dan Alena pun pergi meninggalkan rumah itu, rumah yang sangat jauh dari pemukiman warga dan jalan yang begitu seram.
Di Jakarta semua orang pusing mencari keberadaan Citra yang entah ada dimana, semua tempat sudah mereka cari, termasuk pulau pribadi milik Citra, dan bahkan Nancy sudah mencarinya sampai ke Bali.
sudah satu Minggu Citra menghilang tanpa kabar. semua orang pun sangat khawatir karena dia membawa Zia putranya.
"mau kemana kamu?" tanya Indra pada Zio.
"pulang" sahut Zio malas.
"pulang kemana ini kan rumah kamu juga" ujur Indra.
"ke apartemen baru aku yah" sahut Zio sambil menarik kopernya.
"kenapa harus tinggal di apartemen?, bagaimana jika Citra nanti pulang?" tanya Indra lagi.
"mau aja yah, lagian Citra tidak akan mau pulang" sahut Zio yang sudah mulai menyerah.
__ADS_1
"terserah kamu saja, tapi jangan macam-macam jika tidak mau di marah papa dan ayah mu lagi" kata Indra memperingati menantu nya.
"iya yah, aku pamit dulu" kata Zio.
setelah Zio pergi Tania pun menghampiri suaminya.
"kasihan Zio yah" ujur Tania menatap punggung menantunya yang sudah hilang di balik pintu.
"ya mau bagaimana lagi, itu juga salahnya, seandainya dia menampar Citra dan mencari tau kebenarannya pasti ini semua tidak terjadi, dan ayah tau kenapa Citra memilih pergi, karena Zio memaksanya melakukan hubungan badan dengan nya saat masih marah, ya walau pun akhirnya Citra yang melakukanya" kata Indra pada istrinya.
"lagian anak kamu pandai bangat menyembunyikan sesuatu yah" ujur Tania.
"anak Nancy namanya" sahut Indra.
"emang Nancy seperti itu juga?" tanya Tania.
"iya, kamu tau kenapa kita bisa pisah?, itu karena dia merasa aku terlalu sibuk dengan kerjaan, dan waktu itu dia hamil adiknya Citra tanpa sepengetahuan aku, dan dia mengalami keguguran karena kista ovarium yang dideritanya, dan saat itu aku tidak ada di samping nya karena kerjaan di London selama sebulan, saat aku pulang dia sudah menceraikan ku dan pergi enyah kemana" Indra menjelaskan pada istrinya.
"oh jadi begitu ceritanya, bukan karena pertengkaran dan lain lain" ujur Tania.
"bukan, begitu juga dengan Citra, yang mudah pergi entah kemana saat dia merasa masalah dalam hidupnya" kata Indra.
"kenapa kamu bawa Zia pergi, jika kamu mau pergi jangan bawa Zia" ujur Zio menatap foto istrinya.
Zio mengaku kalau dia salah dan tidak percaya pada istrinya dan terlebih saat ia menyeret Citra ke rumah dan memaksanya melakukan hubungan badan dengan sedikit kekerasan hingga istrinya itu sempat menangis karena menahan sakit.
walau akhirnya dia tertidur dengan pulas karena perbuatan istrinya.
...****************...
"Ti, kenapa obat perangsang itu tidak bereaksi, dan Citra biasa saja tadi" kata Alena menatap Tia yang lagi nyetir.
"aku juga tau tidakk tau mbak, semalam aku masukan obat itu ke minumannya, jangan jangan tidak di minum lagi" ujur Tia.
"benar-benar itu anak ya, bagaimana cara nya kita suruh dia pulang" ucap Alena.
"aku juga tidak tau mbak, kita coba lagi obat perangsang itu" kata Tia
"terima serah kamu saja, aku juga tidak masalah dia tinggal di sini" ujur Alena kemudian.
__ADS_1
"iya, tapi kasihan mereka yang di Jakarta mbak, mereka pasti sedang nyariin mbak Citra" sahut Tia.
"pasti lah di cari, tapi mau gimana lagi, Citra itu keras kepala, suka ngancam lagi" kata Alena.
"iya" sahut Tia sebal.
dua jam lebih mengendarai mobil, akhirnya Tia dan Alena sampai di rumah. Tia langsung menuju kamar Citra, dan wanita itu tertidur pulas sambil menyusui putra nya.
Tia mendekat dan mengancing baju Citra yang terbuka baginya Citra itu sudah seperti adik nya sendiri, walau kadang suka membuat dirinya sebal dengan semua ancaman nya.
sorenya Citra terbangun karena haus ia berjalan ke arah dapur dan langsung meminum teh es yang ada di meja makan.
Tia menutup mulutnya saat melihat Citra langsung meminum teh es itu, yang memang di buatkan untuknya.
Tidak lama Citra pun menjadi gelisah keinginannya untuk bertemu Zio sangat kuat, apalagi seluruh tubuhnya panas dan tidak tau kenapa, ia pun kehilangan akal dan berteriak meminta Tia supaya pulang sekarang juga
"kenapa harus teriak sih ci" kata Alena.
"aku mau pulang" sahut Citra.
"bukanya kamu mau minggat selam sebulan di sini?" tanya Alena yang memang takut jika Citra lama tinggal bersama nya, pasti situ hari nanti ada yang tau tempatnya tinggal, dan ia tidak mu seorang pun tau jika ia ada di Indonesia sekarang ini, sakit hati karena perbuatan Romi membuat Alena tidak mau tinggal di Indonesia, jika tidak di ancam sama Citra dan mama nya ia pasti tidak akan pulang lagi ke Indonesia.
"aku mau pulang, pengen main sama mas Zio" sahut Citra tanpa malu lagi.
"baru saja satu Minggu, sudah tidak tahan" kata Alena.
"ah, Al aku sudah tidak tahan lagi" ucap Citra menahan gejolak nya.
"sekarang kami mandi dulu, biar dingin" ujur Alena merasa kasihan pada sahabatnya itu yang sudah tidak bisa menahan hasrat nya.
Citra berlari ke kamar mandi dan berendam di bathtub supaya hasratnya bisa hilang.
"dasar Tia, jangan-jangan itu obat ia masukin semua ke minuman nya Citra" ujur Alena.
malam itu Alena mengantar sahabatnya ke bandara, dan ia juga menginap di hotel karena perjalanan ke rumah sangat jauh.
**Happy reading.
Terima kasih untuk like, vote dan komen nya. dukung author terus ya**
__ADS_1