Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Kesedihan Zio


__ADS_3

Tiga hari sudah setelah Citra di nyatakan koma, Zio selalu setia menemani istrinya yang terbaring tak berdaya di ruang IGD, dan tidak pernah pulang kembali ke rumahnya.


"Yan, kamu antar ibu ke rumah sakit ya" ujur Tania saat melihat menantunya.


"iya bu, aku juga mau ke sana, kasihan Zio" sahut Ryan.


"iya, sekalian kamu bujuk dia supaya mau pulang" kata Tania.


"iya, aku ke kamar Zia dulu bu" kata Ryan berlalu.


selama tiga hari ini Zia selalu saja menangis mencari ibunya, untung saja ada Chelsea yang di bantu oleh Ryan mengasuh dan menjaga Zia.


Siang ini Tania pun berangkat ke rumah sakit untuk mengantikan Nancy dan Zio


yang sudah tiga hari ini tidak pulang ke rumah.


"Nan, udah makan?" tanya Tania masuk ke sebuah ruangan tempat mereka menunggu.


"aku belum lapar Tan" sahut Nancy.


"belum lapar, ini udah siang nan, jika kamu sakit siapa yang akan menjaga anak-anak mu" ujur Tania menuangkan nasi dan lauk ke dalam piring.


"terima kasih, tapi aku masih kenyang" kata Nancy.


"ya udah, nanti makan ya, Zio mana?" tanya Tania.


"di ruangan Alfa" sahut Nancy.


"aku lihat anak-anak dulu" ujur Tania berjalan ke ruang IGD.


dari jauh Tania melihat menantunya sedang duduk di kursi dekat IGD dengan air mata yang menetes di pipinya.


"kenapa nak?" tanya Tania panik.


"aku kangen dengan Citra bu" sahut Zio lirih.


"ibu juga kangen nak, yang sabar ya, Citra pasti sadar" kata Tania memeluk laki-laki yang baru berusia dua puluh dua tahun.


"tapi kapan Bu, kapan dia bangun?" tanya Zio kembali menangis.

__ADS_1


"ibu juga tidak tau, jangan seperti ini nak, doakan Citra, dia pasti sadar" kata Tania meneteskan air matanya.


Zio terus saja menangis, hingga membuat Tania bingung harus bagaimana mana menjawab setiap pertanyaan nya.


"Bu, ibu masuk saja ke dalam biar aku yang menenangkan Zio" kata Ryan.


Tania masuk ke dalam ruangan Citra, karena Alfa masih di periksa oleh dokter.


"jika Lo terus saja nangis, Citra semakin lama bangunnya, dia pasti sangat sedih di sana melihat suaminya menyerah seperti ini" ujur Ryan pada adiknya.


"emang ia, dia sedih jika aku menangis?" tanya Zio menghapus air mata nya.


"iya, dia sedih jika kamu sedih Zi, dari pada kamu nangis seperti ini, lebih baik kamu kasi semangat buat Citra supaya cepat sadar, dan satu lagi anak kamu membutuhkan kamu sekarang, aku minta hari ini kamu pulang, dan nanti bisa ke sini lagi" kata Ryan


mendengar kata anak Zio pun sadar jika ia telah meninggal kan putranya selama tiga hari ini.


"iya nanti aku pulang" ujur Zio kemudian.


setelah menjenguk anak-anak Tania kembali ke ruang yang di sewa oleh Zio untuk menunggu istrinya di rumah sakit.


"kita makan siang ya" kata Tania pada mereka.


mereka pun makan bersama siang itu dan Indra pun datang setelah habis dari kantornya. menjelang sore Ryan membawa Zio pulang ke rumah, sedang kan Nancy masih tetap ingin di rumah sakit.


"aku di sini saja Tan, mau melihat perkembangan kondisi anak-anak" sahut Nancy.


"iya aku tau,tapi kamu pulang dulu istirahat, kalau di sini tidak nyaman istirahat nya" kata Tania.


"nanti aku antar sekalian mau pulang" kata Indra pada mantan istrinya.


"aku di sini saja ya" ujur Nancy.


"nan, jika kamu sakit kamu tidak akan bisa jaga anak mu seperti ini lagi, pikirkan kesehatan kamu" kata Tania.


akhirnya Nancy pun pulang bersama Indra. sampai di rumah Jonas sebelum turun Nancy menoleh ke arah Indra.


"mas udah ketemu siapa yang menabrak mobil Alfa?" tanya Nancy.


"orangnya masih di cari, kemungkinan dia takut saat kecelakaan itu terjadi, kamu tenang saja ya, doakan anak kita supaya cepat sadar" kata Indra mengacak rambut Nancy.

__ADS_1


"kamu suka banget mengacak rambut aku seperti ini" ujur Nancy pada Indra.


"iya, itu sudah kebiasaan aku dari dulu" sahut Indra.


"kebiasaan itu di ubah mas, aku masuk dulu, tidak mampir?" tanya Nancy.


"terima kasih, langsung pulang aja, nanti. ada yang marah lagi" ujur Indra.


"mas Jonas tidak akan marah, jika mas tidak berbuat macam-macam" kata Nancy.


"iya, salam buat Jonas ya, istirahat lah, besok ke rumah sakit lagi, jangan terlalu dipikirkan mereka pasti sadar dan sembuh" ujur Indra yang masih menangkap wajah khawatir di muka mantan istrinya.


"iya, terima kasih mas tumpanganya" ucap Nancy sedikit senyum.


"sama-sama dek" kata Indra membuat Nancy menatap mantan suaminya itu.


"dek?" tanya Nancy.


"iya, kamu kan adik aku sekarang, walau kamu sudah menjadi ibu dari kedua anak ku" kata Indra.


"oh begitu" kata Nancy turun dari mobil Indra.


Indra pun melajukan mobilnya menuju rumah nya, setelah sedikit membuat Nancy bicara padanya, rasa cinta Indra pada mantan istrinya itu mungkin masih ada, tapi sekarang sudah ada wanita lain yang ada di hatinya, seandainya dulu ia tidak terlalu sibuk mungkin Nancy tidak akan meninggalkan nya.


di rumah sakit Rama baru saja tiba dengan membawa Alena yang baru saja pulang. Alena masuk ke kamar rawat Citra sebelum ia masuk ke kamar Alfa yang ada di samping ruangan Citra.


Alena pun mulai mengajak bicara sahabat nya itu dengan air mata yang menetes sambil bercerita mengenai ke berhasilan nya di Jepang kemarin.


"ci, cepat bangun ya aku merindukan mu, Zia, Zio dan yang lainya juga menunggu kamu sadar ci" kata Alena menatap surat yang di tulis Zio samping Citra sangat menyedihkan.


selesai dari ruang Citra ia pun masuk ruang rawat Alfa dengan jarak yang agak jauh dari ranjang ia menatap wajah Alfa yang pucat dengan alat yang menempel di seluruh tubuhnya.


"maafkan aku mas, aku salah, karena surat itu kamu jadi begini" ujur Alena merasa bersalah.


"mas bangun lah, aku mohon" kata Alena masih menjauh.


dengan tangan yang gemetar ia meraih tangan Alfa dan menggenggam nya, siapa tau jika Alfa akan sadar setelah itu. Alena yang memang tidak ingin dekat dengan laki-laki lagi memang sengaja menjaga jarak dari siapa pun itu yang menyukai nya termasuk dengan Alfa, apalagi sampai sentuhan fisik seperti yang ia lakukan itu hingga tangannya mulai berkeringat.


dengan mata terpejam ia terus mengajak bicara Alfa, hingga tangan itu membalas memegang nya, Alena membuka matanya dan melihat Alfa sudah sadar dan sedang menatap wajah nya. ia pun langsung memencet tombol di dekat ranjang, tidak lama Dokter pun datang dan memeriksa Alfa.

__ADS_1


**Happy reading


Terima kasih dukungnya**.


__ADS_2