Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Siapa peneror itu.


__ADS_3

Citra menyingkirkan tangan Zio dari perutnya, ia bangun dan meraih bathrobe yang ada di dekat ranjang, dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Citra keluar dari walk in closet dan mengangkat telpon dari Tia yang sempat ia abaikan tadi.


("hello ti, ada apa?")tanya Citra.


("maaf mbak ganggu, mau kasi tau, semalam rumah di teror, orang nya pakai topeng saya liat dia berjalan ke arah dapur")ujur Tia.


("apa, kenapa bisa sampai ada orang masuk rumah?")tanya Citra.


("saya juga tidak tau mbak") sahut Tia.


("tapi ada penjaganya di pos kan") ucap Citra.


("ada mbak, justru mereka malah lagi sedang minum kopi dan main catur") sahut Tia.


("nanti saya akan ke sana sehabis meeting") ujur Citra.


("iya mbak, semalam pak Billy juga sudah ke sini, dia sudah memperketat penjagaan dan meminta orang untuk melacak siapa yang sudah berani meneror rumah ini mbak") kata Tia.


("iya, kalian hati-hati saja") sahut Tia.


"mas, bangun aku mau berangkat ni") kata Citra membangun kan Zio.


"pagi sekali kamu berangkat, bukan kah jam sembilan meetingnya?" tanya Zio dengan suara serak.


"mau ketemu teman dulu mas, ada yang penting mau aku tanya kan" sahut Citra.


"ya sudah, hati-hati bawa mobilnya" kata Zio mengusap rambut Citra.


"iya mas, bajunya sudah aku siapkan" sahut Citra.


Citra melajukan mobilnya menuju apartemen Dirga sahabatnya Vito orang yang sudah membuat Zio kecelakaan. sampai di sana Citra pun memberi tahu Dirga bahwa dia ingin ketemu. Dirga pun membuka pintu apartemen nya dan mempersilahkan Citra masuk.


"tumben kamu mengunjungi ku ci, ada apa?" tanya Dirga menghinsap favenya.


"aku ingin menanyakan tentang Vito karena kamu orang yang selama ini selalu dekat dengan nya" kata Citra.


"Vito, aku tidak tau dia dimana, lagian manusia seperti dia tidak ada gunanya" sahut Dirga.


"dia dipenjara" ujur Citra membuat Dirga terkejut.

__ADS_1


"apa di penjara, wah ternyata ada juga orang yang berani melaporkan dia ke penjara" kata Dirga.


"ada mertua saya yang melaporkan dia ke polisi, dia menjadi tersangka, atas kecelakaan yang menimpa suaminya. dan dia juga sudah merencanakan semuanya" ujur Citra.


"kamu sudah menikah?" tanya Dirga.


"iya kurang lebih empat bulan lalu, karena di jodohkan oleh nenek, dan dia juga merupakan jodoh yang di siapkan bunda untuk ku" sahut Citra.


"oh, syukurlah kalau kamu sudah menikah, maaf aku banyak tanya" ujur Dirga senyum.


"tidak ap dir" sahut Citra.


"kamu mau tau apa tentang Vito?" tanya Dirga.


"semalam aku dapat kabar dari Tia, ada orang yang meneror rumah ku" kata Citra.


"apa kamu berpikir itu ada hubungannya dengan Vito?" tanya Dirga.


"iya, siapa tau dia punya orang suruhanya" ujur Citra.


"Vino tidak ada orang suruhan ci, sebenarnya dia hanya ingin mengincar kamu saja bukan benaran mencintai mu ci, dia hanya ingin membalaskan dendam pada kakak mu Alfa hanya karena kalah main game" kata Dirga.


"hanya karena game" ucap Citra tersenyum kecut.


"terserah kamu saja dir, aku cuma ingin mengetahui siapa orang yang sudah membuat rusuh di rumah aku" kata Citra.


"iya, aku akan bantu kamu ci, tapi ada yang mau aku bilang sama kamu" kata Dirga.


"apa?" tanya Citra.


"Vito punya anak dengan Alvina Putri Pramana" ujur Dirga membuat mata Citra terbelalak.


"kamu tidak bohong kan?" tanya Citra tidak percaya.


"tidak ci, dia sudah memperkosa Vina, dan tidak mau tanggung jawab, dan waktu itu saja dia mau membunuhku ci, anak itu di lahirkan Vina di London, dan dibawa di panti asuhan kawasan Bandung. waktu itu aku ingin mengambil anak itu yang usianya baru saja satu tahun, tapi tidak bisa hanya keluarganya saja yang bisa mengambilnya" kata Dirga.


"terima kasih untuk informasinya dir" ujur Citra pamit.


Citra pun melajukan mobilnya menuju rumahnya, setelah menyelesaikan meeting. sampai di sana Citra pun menanyakan kejadian itu.

__ADS_1


"gini bu, kemarin pagi ada orang yang melempar batu hingga kaca jendela pecah, dan batu di bungkus sebuah kertas yang ada tulisan nya, terus malam tiba saja mati lampu yang di sengaja, dan vas bunga kaca pecah, dan Tia juga melihat ada orang pakai topeng ke arah dapur" kata Sisi.


"dimana kertas itu?" tanya Citra.


"ini bu, tapi aneh deh" kata Sisi menyerahkan secarik kertas.


Citra membaca isi kertas itu yang isinya " hai ci, gue berterima kasih lo udah meringankan balas dendam ku, dan sekarang aku akan membantu mu membalas dendam itu dari dua orang yang berbeda" namun anehnya isi pesan itu bukan lah ancaman, dan mengapa orang itu harus meneror rumah ini.


"apa ada barang yang hilang?" tanya Citra.


"tidak ada bu, semuanya sudah di cek sama pak Billy" ujur Sisi.


"baik lah, kalau begitu kita makan siang dulu" ujur Citra.


"ah aneh, kemarin di pulau sekarang di rumah ini, siapa orang itu, pesannya bukan sebuah ancaman tapi apa mau nya, atau ini dari orang yang berbeda" kata Citra dalam hati.


...****************...


di Bandung Alfa dan Zio melajukan mobilnya ke kantor polisi untuk menjenguk Vito di tahan. Vito memang belum di sidang kan karena dia berhasil melarikan dirinya sekitar tiga minggu dan dia akan disidang menunggu keputusan dari pihak orang tua Zio yang sekarang lagi sibuk dengan kerjaan nya.


sampai di sana mereka berdua melihat Vito berbicara dengan orang.


"selamat datang manusia, iri, dengki, sombong, angkuh" ujur Dirga tersenyum licik.


"apa maksud mu dir?" tanya Vito.


"selamat menerima hukuman nya vit" kata Dirga senyum.


"berani ya kamu melaporkan ku" kata Vito mengancam.


"haha, kamu tidak punya kuasa lagi vit, uang sudah habis untuk membayar denda, harta yang lain sudah pada di jual. manusia sepertimu tidak pantas bebas, apa kurang puas kau membuat ayahmu sakit karena keserakahan mu yang merampas perusahaan yang sudah mati matian ayahmu membangunnya, hanya untuk memberi anaknya makan dan supaya anaknya bisa hidup nyaman. tapi apa balasan nya, anak yang dengan susah payah ibunya melahirkannya dan dengan air mata ayahnya menyambut kedatangannya ke dunia, dan dengan meras keringat ayahnya berkerja hanya ingin membuat nya bahagia. justru sudah besar malah jadi penjahat" kata Dirga menatap tajam Vito dan Vito pun hanya terdiam.


"sekarang kamu tidak akan bebas Vito, ayahmu tertawa melihatmu ada disini, dan sebentar lagi Vina pasti akan datang untuk membalas semua perbuatan mu, dan jika putra mu sudah besar nanti dia juga tidak akan mengangap diri mu seorang ayah, kakak mu juga sudah sangat marah pada mu vit, kamu tidak punya siapa-siapa lagi sekarang" teriak Dirga.


"Vina" kata Vito.


"iya Vina pacar aku dulu yang sudah kamu perkosa, dan tuntutan itu sudah di proses sekarang vit" kata Dirga senyum.


mendengar apa yang di katakan Dirga Alfa yang menunggu di luar pun masuk dan langsung menghajar Vito dengan membabi buta. hingga pihak ke polisian mengamankan keduanya. dan Alfa sangat marah mendengar adik sepupunya di buat seperti itu.

__ADS_1


...**Happy Reading...


...terima kasih sudah membaca**...


__ADS_2