
("halo, ada apa Fa?") tanya Jonas.
("pak, aku udah tanya bunda tadi, boleh tidak aku nginap di sana") kata Alfa.
("terus") ujur Jonas
("iya, bapak bolehin aku nginap tidak?") tanya Alfa.
("emang bapak bakal ngelarang kamu nginap") ujur Jonas.
("jadi boleh ni") kata Alfa.
("iya, kamu jemput bapak di restoran ya, nanti bapak kirim alamat nya") kata Jonas.
("oke, aku berangkat sekarang") sahut Alfa semangat.
beranjak dari tempat tidurnya Alfa, langsung menyambar kunci mobil dan pergi untuk menemui Bapak sambungnya.
"kemana lagi tu anak" kata Indra menggeleng
"mau nginap di rumah Nancy yah, apa ayah lupa" sahut Tania.
"oh iya, bahagia banget seperti nya" kata Indra.
"mungkin dia rindu sama bunda nya" sahut Tania.
Alfa memarkir mobil dan menemui Jonas yang lagi sedang meeting dengan klien nya.
Alfa duduk di bangku seberang untuk menunggu bapaknya selesai meeting. Jonas menghampiri Alfa dan duduk di sampingnya.
"udah siap, kita berangkat sekarang?" tanya Jonas.
"udah, ayo" sahut Alfa.
Jonas pun mengambil alih mengemudi mobil Alfa, dan melajukan mobil itu menuju tempat tujuan mereka.
"kita kemana pak?" tanya Alfa heran.
"ada deh, kamu pasti suka" jawab Jonas.
Alfa tidak lagi menjawab ia hanya diam mengikuti kemana Jonas membawanya, mobil itu berhenti tepat di sebuah rumah mewah yang jauh dari pemukiman, Jonas turun dan mengajak Alfa masuk.
pelayan rumah itu pun dengan hormat langsung menyuruh mereka untuk masuk kedalam. mata Alfa langsung melotot melihat foto yang ada di ruang tamu.
"ngapain kita langsung kesini pak?" tanya Alfa.
"besok bapak pergi ke Lombok, jadi malam ini saja, siapa tau besok kita nginap di sana" sahut Jonas.
"iya kan bisa hari lain" ujur Alfa.
"sudah percaya saja sama bapak" sahut Jonas.
__ADS_1
tidak lama laki-laki yang seusia dengan ayahnya pun masuk keruang tamu dan duduk bersama mereka.
"maaf pak Jonas, agak lama tadi" ujur Samy Saloka.
"tidak apa, kita siap menunggu" sahut Jonas.
"ada apa ya pak?" tanya Samy.
"saya kesini mau, menyampaikan niat baik putra sambung saya ini" kata Jonas.
"niat baik" kata Samy bingung.
"Alfa, menyukai putri tunggal mu, dia ingin menjadi kan putri mu milik nya, dan sudah satu bulan ini dia membicarakan pada saya" kata Jonas mengutarakan niatnya.
"oh, tapi maaf Alena, tidak ada di rumah" sahut Samy.
"tidak mengapa, kedatangan kami berdua kesini hanya mengutarakan niat Alfa saja, jika Alena menerima nya, keluarga besar kami akan datang" kata Jonas.
"nanti saya tanya kan pada Alena, kalau saya sih terserah pada nya, asalkan jangan pernah sakiti dia saja" ujur Samy
"terima kasih om, udah terima saya, saya akan berjuang untuk Alena" ujur Alfa kemudian.
"iya, seperti yang om katakan tadi, om akan terima kamu, karena kamu salah satu orang yang pertama kali datang dan meminta ijin langsung pada ku, untuk memiliki Alena, tapi kita tidak bisa paksa Alena" sahut Samy.
"iya om, terima kasih" sahut Alfa.
Alfa menyukai Alena sejak pertama kali dia melihat gadis itu bersama adiknya, tapi sayang Alena sudah memiliki kekasih dan Alfa mengurung kan niatnya untuk memiliki Alena.
dan pertemuannya dengan Jonas di sebuah cafe dan bagaimana Jonas mengajaknya ke berbagai tempat untuk nongkrong seperti anak muda, hingga Alfa memberanikan dirinya untuk bercerita pada bapak sambungnya itu tentang hati nya.
"kita pulang fa?" tanya Jonas menatap Alfa.
"boleh udah larut malam juga" sahut Alfa.
"tidak nginap saja?" tanya Samy.
"tidak, terima kasih" ujur Jonas.
keduanya pun pulang ke rumah Jonas yang baru di tempati beberapa bulan yang lalu, sampai di sana Nancy masih duduk diruang tamu untuk menunggu kedatangan suaminya.
"belum tidur bun" kata Jonas menghampiri istrinya.
"dari mana saja mas malam begini" kata Nancy.
"habis ngantar Alfa" sahut Jonas.
"Alfa mana?" tanya Nancy karena tidak melihat anaknya masuk.
"ini bun" kata Alfa muncul di balik pintu.
"dari mana sama bapak?" tanya Nancy pada anaknya.
__ADS_1
"tidak dari mana-mana" sahut Alfa.
"kamu, tidur sana, kamar nya di lantai dua dekat ruang keluarga" kata Jonas.
"iya pak" sahut Alfa.
"kenapa di suruh tidur, bunda masih mau bicara sama dia" kata Nancy.
"nanti mas cerita sama kamu" ujur Jonas mengangkat tubuh Nancy.
setelah mandi Jonas pun menceritakan pada Nancy tentang Alfa yang mencintai Alena sahabat adiknya sendiri. dan tidak berani menceritakan pada ayah dan ibunya, karena bulan lalu, keluarga mereka ada masalah dengan Romi mantan Alena.
setelah mendengar kata suami nya, Nancy pun tidur karena hari sudah makin malam.
Nancy membuka matanya saat matahari sudah menyinari bumi, ia berjalan menuju kamar Rafael untuk membangunkan anak itu, yang hari ini pergi bersama suaminya.
habis dari kamar Rafael ia berjalan ke arah kamar putra nya.
"pagi putra bunda" ujur Nancy mengusap rambut anaknya.
Alfa tidak terganggu dengan gerakan bundanya.
"Alfa bangun nak, udah siang" kata Nancy.
"bun" ujur Alfa dengan suara seraknya.
"bangun, kamu tidak ke kantor" kata Nancy.
"nanti saja ya" kata Alfa menarik selimut nya.
"nanti keburu siang nak" ujur Nancy memegang dahi Alfa.
"panas, kamu sakit?" tanya Nancy.
"tidak, hanya capek saja" kata Alfa.
"jangan bilang kamu sakit karena, mikirin takut sama ayah karena kamu mencintai Alena" kata Nancy membuat Alfa menatapnya.
"bunda, aku mencintainya, boleh kan?" tanya Alfa takut.
"boleh" sahut Nancy.
dulu saat SMA, Alfa pernah mencintai seorang wanita, dan mau menikah dengan nya, tapi Indra melarang nya, karena wanita itu, hanya ingin memanfaatkan Alfa saja, namun Alfa tidak peduli, dan Indra pun mengetahui semuanya melarang putranya untuk tidak pernah menikah sama sekali.
dan menghukum Alfa selama sebulan di kamarnya, hingga hal itu membuat Alfa takut jika ayahnya kembali marah jika ia mencintai wanita yang tak suci lagi.
"bunda akan bicara pada ayah, ayah pasti merestui mu nak, asalkan jangan sama wanita lajang itu lagi, bunda juga tidak setuju" kata Nancy.
"terima kasih bun" sahut Alfa senang.
Nancy pun membuatkan bubur untuk Alfa, karena dia tidak akan mau makan yang lain jika sedang sakit seperti ini.
__ADS_1