Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Aneh


__ADS_3

Pagi ini Citra terbangun lebih awal dari biasanya, karena Zia tiba saja nangis tidak mau berhenti hingga ia pun panik.


"apa dia sakit ya la?" tanya Citra pada Lala yang lagi berusaha memberi kan susu pada Zia.


"tidak tau juga mbak, biasanya dia minta susu jika nangis begini" sahut Lala.


"biar aku yang kasi" kata Citra pada Lala.


Lala pun memberikan botol susu pada Citra, namun Zia masih juga tidak mau meminum nya, Citra pun membuka kancing baju dan mulai menyusui Zia, Zia pun seketika diam dan menyedot air susu ibu nya dengan cepat.


"ternyata dia tidak mau pakai botol la" ujur Citra pada Lala.


"iya mbak" sahut Lala duduk di ranjang.


sementara Citra menyusui Zia, Lala pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, karena hari juga sudah pagi, dan sebentar lagi sang mentari akan datang.


"tidak dingin la, mandi jam lima pagi begini?" tanya Citra.


"tidak mbak, kan pakai air panas" sahut Lala.


"ini, Zia nya sudah tidur lagi, aku kembali ke kamar, bangun mas Zio" ujur Citra meletakan putranya di ranjang lagi.


"iya mbak" sahut Lala membenarkan tidur nya Zia supaya lebih nyaman.


tiba dikamar Zio pun sudah duduk di ranjang sambil menatap istrinya yang muncul dari pintu penghubung kamar mereka.


"habis ngapain di kamar Zia?" tanya Zio.


"Zia nangis tidak mau minum susu botol harus langsung dari sumbernya" sahut Citra.


"oh, sini tidur lagi" ujur Zio menarik istrinya.


"ini sudah pagi mas, sana mandi" kata Citra menatap suaminya.


"mas minta jatah dong" ujur Zio melemas.


"udah mandi sana, puasa satu hari tidak apa kan" kata Citra.


"udah tegang sayang" sahut Zio mengeluarkan senjata nya yang sudah berdiri tegak.


"dasar mesum" ujur Citra melihat milik suaminya sudah berdiri.


semalam Citra memang dulu tidur dari Zio karena Zio lagi sedang mengerjakan banyak tugas kampus yang akan ia kumpulkan hari ini.


"sebentar saja" kata Zio.


"sebentar apa nya, satu jam ada" sahut Citra duduk di depan suami dan mulai penyatuan.


tubuh Citra bergerak sangat lincah di atas suaminya, hingga Zio pun mendesah merasakan pergerakan istrinya.

__ADS_1


"mas udah mau sampai ini, aaahh" desah Citra merasakan sesuatu akan lolos dari bawah sana.


"tahan sebentar, punya mas juga" kata Zio memejamkan mata nya.


"aaaaah" teriak kedua bersamaan.


Citra pun merebahkan tubuh lemas nya di atas suaminya, ia pun merasa kembali ingin tidur.


"capek?" tanya Zio mengusap rambut istri nya.


"hem" sahut Citra memejamkan matanya.


karena tidak ada pergerakan dari istrinya, Zio pun menatap Citra yang kembali tidur setelah kegiatan panas mereka. dengan perlahan Zio memindahkan tubuh istrinya dari atas nya.


matahari pun sudah lama bersinar dan Zio melangkah kaki nya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


ia pun mengambil pakaian dari lemari dengan sendiri, biasa Citra yang menyiapkan nya, namun karena Citra tertidur lagi, mau tidak mau Zio mengambil sendiri pakaian nya.


"mana Citra zi?" tanya Tania sat menantu datang sendiri.


"tidur lagi bu" sahut Zio pada Tania.


"ya udah sarapan duluan saja kita" ujur Indra.


dan pagi ini juga Tania sangat berbeda ia minta pada Indra untuk membelikan ini dan itu, hingga mereka pun sarapan saat jam sudah menunjukkan pukul delapan lewat.


"yah, belikan ibu nasi kuning nanti ya" kata Tania pada Indra.


"tapi, penjualan harus ada ginsul nya" ujur Tania membuat semua orang menatap Tania heran.


"masa harus yang ada ginsul sih Bu" kata Indra yang sudah seperti menuruti keinginan ngidam istrinya.


"jika tidak ada ginsul nya, ibu tidak mau yah, ibu pengen makan nasi kuning, yang penjual nya ada ginsul" ujur Tania nangis.


"iya nanti ayah cari, tapi jangan nangis" sahut Indra.


setelah semua berangkat kerja, Tania masuk ke kamar nya dan kembali tidur seperti Citra. jam sepuluh Citra pun bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


setelah wangi dan segar Citra berjalan menuju ruang bermain dimana Zia dan Yabes bermain bersama.


"anak mami makin pintar ya" ujur Citra pada Zia.


"iya, iya" sahut Yabes sambil menggeleng kepala nya.


"kamu lucu sekali, udah makan?" tanya Citra pada keponakanya.


"udah, mimi" sahut Yabes yang sudah berusia satu tahun lebih.


"mami mau makan dulu, lapar" ujur Citra pada keduanya.

__ADS_1


Zia pun hanya senyum menatap wajah maminya.


"silahkan mbak, biar aku saja yang temani mereka" ujur Lala.


"terima kasih ya la" sahut Citra.


sampai di meja makan, pelayanan rumah Indra pun membuat Citra makanan, karena ini sudah siang.


"bi, ibu mana?" tanya Citra.


"ada di kamar nya non" sahut bibi karena dari tadi Tania kembali ke kamar nya.


"oh" sahut Citra, biasa nya Tania lah yang menemani kedua cucunya bermain.


selesai makan, Citra masuk ke kamar utama yang ada di lantai satu dimana ibunya berada, saat masuk ia mendengar Tania muntah di kamar mandi.


"ibu sakit?" tanya Citra memijit tengkuk ibunya.


"hanya masuk angin saja nak" sahut Tania senyum.


"tapi ibu pucat, kita ke rumah sakit ya" ujur Citra.


"tidak perlu nak, nanti baikan lagi" sahut Tania.


"ya sudah, kalau muntah lagi kita ke rumah sakit ya" ujur Citra.


"iya, boleh minta bantuan, buatkan ibu rujak, ibu pengen makan rujak" ujur Tania pada anak nya.


"tapi, ibu habis muntah, siapa tau itu asam lambung, tidak boleh makan rujak" sahut Citra.


"cuma masuk angin biasa nak, boleh ya" kata Tania hampir menangis.


melihat wajah ibunya yang ingin menangis Citra pun membuat kan rujak untuk ibunya itu. setelah selesai Tania yang tidak suka dengan rujak pun memakan nya hingga tandas.


"ibu Senang?" tanya Citra aneh, karena tadi ada pelayanan yang bilang banyak bangat permintaan Tania yang membuat Indra pusing.


bagaimana tidak ia ingin makan bakso dengan campuran mie dan buah naga emang rasanya bakal enak apa.


dan Tania pun memakan bakso dengan campuran buah naga hingga habis dan ia pun kembali makan bersama anak dan menantunya tadi.


"makan bakso di campur buah naga, terus minta rujak" ujur Citra bicara sendiri.


karena tadi tadi ia juga melihat ibunya muntah di kamar. aneh itu kata Citra saat melihat ibunya itu, dan tidak bisa nya Tania mengurung diri di kamar, dan tidur jika perut nya lapar.


biasanya Tania selalu saja cari kerjaan yang bisa ia lakukan di saat hari luang seperti ini.


**Happy reading.


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ku ini, maaf tidak bisa membalas komentar kalian satu persatu, dan dari komentar kalian itu lah aku bisa semangat untuk menulis.

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2