Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Penghargaan


__ADS_3

...Happy Reading...


Setelah kedatangan Citra dan Zio ke villa, siang itu mereka pun berangkat ke sebuah restoran untuk makan siang bersama.


"kak, jam berapa acaranya nanti?" tanya Citra.


"jam delapan ci" sahut Frans.


"mas ikut ya" ujur Zio.


"boleh, tidak ada yang melarang, siapa pun boleh ikut, bahkan aku berharap kita semua boleh datang malam nanti" kata Citra.


"oke deh aku juga ikut" ujur Rama.


"habis ini mau kemana?" tanya Indra.


"main air" sahut Chelsea.


"kamu lagu hamil, tidak boleh main wahana air" kata Tania.


"kalau begitu aku cuma nonton aja" ujur Chelsea kemudian.


di sela-sela makan siang mereka, ponsel Citra pun berbunyi, ia langsung pergi menjauh dari keluarganya.


"halo dir, ada apa?" tanya Citra.


"maaf ni ci, Al tidak mau tinggal di apartemen aku" sahut Dirga.


"coba tanya pada nya dia mau tinggal sama siapa" ujur Citra.


"dia mau tinggal sama ibunya" sahut Dirga bingung.


"nanti aku telpon Vina, kamu antar dia ke rumah aku, besok kami pulang" ujur Citra.


"oke deh, nanti aku juga nginap di rumah kamu" sahut Dirga.


"terima kasih ya dir, sudah mau bantu Vina" kata Citra.


"aku senang membantunya ci, walau cinta nya bukan lagi untuk ku" sahut Dirga.


"ya udah dir, gue mau hubungi Vina dulu, sebelum yang lain curiga" ujur Citra menutup telponnya.


setelah menutup telpon dari Dirga Citra pun menghubungi Vina.


"vin, dimana sekarang?" tanya Citra.


"aku di hotel ci" sahut Vina yang terpaksa menggangkat telpon Citra.


"maaf ganggu kamu tidur, anak kamu hari ini mau aku bawa ke rumah aku ya" ujur Citra.


"apa mereka tidak curiga kalau dia anak ku" kata Vina.


"tidak akan vin, karena dia tidak mau tinggal di rumah teman aku, dia mau tinggal pada mu" kata Citra.

__ADS_1


"tolong aku yang ci, minggu depan aku pulang" ujur Vina.


"iya vin, udah dulu, yang lain pada melihat ke arah ku semua" kata Citra.


"iya bye" sahut Vina


Citra pun kembali ke tempat duduknya.


"siapa yang nelpon?" tanya Zio.


"teman aku yang di Singapura mas" sahut Citra.


"oh kirain siapa, liat kamu angkat telponnya di sana" sahut Zio.


"kalau disini tidak enak mas, ganggu kalian yang lagi makan" sahut Citra.


"oh tidak apa kok" ujur Zio dengan wajah masam.


"kamu cemburu ya?, itu hanya teman aku mas, ada yang penting mau dia tanya kan pada ku" ujur Citra.


"udah lanjut makan nya, kata nya mau jalan-jalan hari ini" kata Zio.


Setelah makan siang, mereka pergi ke sebuah wahana air dan bermain sampai puas. sedangkan Citra dan Chelsea hanya menonton saja sambil makan cemilan yang di belikan ibunya.


setelah hari sudah sore mereka pun kembali ke villa, karena malam ini mereka ingin menghadiri acara penghargaan yang akan di terima oleh perusahaan Citra.


"sayang, kalau papa dan mama sudah pulang ke indo, kita kembali lagi ke Penthouse ya" ujur Zio yang melajukan mobilnya ke hotel tempat acara itu di adakan


"apa kamu yakin mama mengijinkan" sahut Citra menatap suaminya.


"bagaimana kalau setelah aku melahirkan saja" usul Citra.


"emang kamu bisa ngurus anak sendirian, mana kuliah belum selesai juga?"tanya Zio.


"bisa dong, masa seorang ibu tidak bisa ngurus anak" sahut Citra.


"kamu memang pintar" ujur Zio mencubit hidung istrinya.


malam itu semua keluarga Pramana menghadiri acara penghargaan itu. mereka sangat bahagia melihat Citra naik ke panggung untuk menerima penghargaan dan menyampaikan sepatah dua patah kata, Tania menangis saat Citra mengucapkan terima kasih padanya dan mengatakan jika keberhasilannya adalah doa dari ibu dan bundanya.


"kenapa kamu nangis?" tanya Indra pada istrinya.


"aku tidak menyangka Citra begitu menyayangiku" ujur Tania lirih.


"iya, aku juga berterima kasih sama kamu, sudah mau menjadi ibu yang baik untuk anak ku" sahut Indra senyum.


"iya yah, kamu juga ayah yang hebat, bahkan kamu rela mengubah nama belakang Chelsea menjadi Pramana, karena permintaannya, padahal dia bukan darah daging mu" kata Tania.


"dia anak ku juga sayang, kasih sayang ku tak akan berubah pada siapa pun" ujur Indra memeluk istrinya.


Setelah acara selesai mereka pun kembali ke villa, sudah dua hari ini mereka berjalan-jalan di Bali, walau Citra dan Zio kemarin menghabiskan waktunya hanya berdua, tapi hari ini mereka dapat berkumpul bersama.


"sayang" panggil Zio pada Citra yang sudah berbaring di ranjangnya.

__ADS_1


"ada apa mas?" tanya Citra.


"mas, mau tengok dedek boleh?" tanya Zio.


"tidak, aku ngantuk" sahut Citra membuat Zio menjadi lesu.


Zio pun berbaring di samping Citra sambil menatap lurus ke depan, Citra mengubah posisi baringnya menghadap suaminya.


dengan sengaja ia menyentuh benda pusaka suaminya yang sudah mengeras di sana, karena setiap malam Zio hanya mengunakan cd untuk tidur.


"jangan disentuh, katanya ngantuk" ujur Zio menatap istrinya.


Citra pun langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuh suaminya, iya pun naik ke tubuh suaminya dan melepaskan cd suaminya, ia mencium Zio dan Zio pun membalasnya, bibir Citra bermain di tubuh suaminya memberikan tanda di sana, hingga bibir itu sampai di permen lolipop milik suaminya.


"ah, sayang kamu nakal" desah Zio merasakan pijitan mulut istrinya.


karena tidak tahan lagi Zio pun membalikan posisinya hingga Citra di bawah. iya juga melakukan hal yang sama dengan istrinya.


"mas sakit" kata Citra ketika Zio mengigit sumber kehidupan anaknya nanti.


tidak menjawab Zio turun ke bawah istrinya dan membenamkan kepala nya di sana hingga membuat Citra teriak dan menekan kepala Zio mangkin dalam di sana.


"mass,,, sudah aku mau pipis" kata Citra ketika dia mendapatkan pelepasannya.


malam itu Zio membenamkan cinta nya dengan pelan, sedang hingga cepat, yang membuat Citra mendesah tidak karuan. tangan Citra meremas bantal sebagai pelampiasannya, dan kepalanya mengadah ke atas menikmati gerakan yang ada di bawah.


"kamu sangat nikmat sayang" Zio meracau.


kedua suami istri itu pun terus berpacu hingga malam kian larut. Citra kembali berteriak ketika mulut Zio menginsap dadanya. karena tidak tahan lagi, ia pun mencium Zio.


"aaah,,, maas,, aku mau pipis,, ah,," desah Citra ketika gelombang kenikmatan itu datang


"bersama lah sayang,, aaah,," ujur Zio terus berpacu.


Citra pun mengerang hebat saat pelepasan itu datang, dan di susul oleh Zio yang siap memuntahkan lahar panasnya.


"terima kasih sayang" ujur Zio mencium kening istrinya.


"iya mas, kamu puas?" tanya Citra.


"sangat puas sayang, tidur lah" sahut Zio senyum.


"hemm" sahut Citra dengan mata yang sudah terpejam.


"kalau sakit bilang yang ya sayang" ujur Zio melihat Citra meringis.


"benda ku agak perih sedikit" sahut Citra.


"maaf ya, tapi perut kamu?" tanya Zio khawatir.


"tidak mas, hanya itu" ujur Citra membawa tangan suaminya ke bagian bawahnya.


Zio pun menarik selimut dan menutupi tubuh polos Citra dan dirinya, setelah Citra tertidur karena lelah. Zio pun tidur dengan memeluk tubuh polos Citra hingga pagi.

__ADS_1


**jangan lupa like, vote,dan komen


terima kasih**


__ADS_2