
Sore sepulang dari kantor, Zio pun menyempatkan dirinya untuk ke minimarket membeli kebutuhan Zia dan Citra istrinya.
sampai di sana iya, melihat kakak kandung nya Ryan masuk ke minimarket bersama baby sister Yabes sambil bergandeng tangan.
Zio mulai mengikuti mereka dengan pura-pura belanja, namun mata Zio terbelalak mendengar panggilan Ryan pada baby sister Yabes.
"sudah semua sayang, atau masih ada yang mau di cari?" tanya Ryan.
"udah mas, sekarang antar aku pulang, sebelum mbak Chelsea tau" sahut Dita yang merupakan baby sister putra Ryan dan Chelsea.
"siap bos ku" ujur Ryan mengacak rambut Dita.
setelah Ryan dan Dita pergi, Zio dengan cepat membayar semua belanjaannya. ia pun masuk ke mobilnya dan mulai mengikuti mobil Ryan yang jalan nya begitu lambat.
mobil mereka berhenti tepat di sebuah jalan gang, yang memang tempat itu adalah kost untuk para pekerja yang merantau ke Jakarta. setelah mengikuti Ryan dan Dita sampai kost, Zio pun pulang.
Zio melajukan mobilnya menuju rumah dengan kecepatan tinggi, sebelum Ryan tau kalau ia mengikutinya. sampai di rumah iya melihat istrinya sedang mengajak bicara putra mereka.
"sore kesayangan papi" ujur Zio mencium istrinya dan anaknya.
"eh, udah pulang mas?" tanya Citra kaget.
"iya, maaf telat sedikit" sahut Zio melepaskan jas nya.
"tidak apa mas" ujur Citra senyum.
"eh, Lala mana?" tanya Zio.
"kenapa cari Lala?" tanya Citra balik.
"biasanya dia ada di kamar saat sore seperti ini" sahut Zio menatap istrinya.
"ikut kak Chelsea ke butik" ucap Citra.
"emang Dita tidak kerja lagi sama Chelsea, kan nanti kamu capek lagi ngurusin Zia sendiri" kata Zio.
"udah dipecat sama kak Chelsea, mas mandi dulu sana" ujur Citra.
Zio pun pergi ke kamar mandi sambil mengingat apa yang ia lihat tadi di minimarket, apa jangan Chelsea sudah tau kalau Ryan dan Dita ada hubungan lain.
selesai mandi ia pun turun kebawah untuk menyusul anak dan istrinya yang lagi asik ngobrol dengan ayah dan ibu.
"gimana kerjaan nya zi, lancar?" tanya Indra.
"lancar yah, tidak ada hambatan" sahut Zio.
"bagus lah kalau begitu" ujur Indra.
saat ingin menjawab lagi, Zio menghentikan ucapannya melihat Ryan dan Chelsea baru datang. Chelsea pun langsung masuk ke kamarnya tanpa menyapa ayah dan ibu, berbeda dengan Ryan yang menghampiri mereka dan masuk ke kamarnya setelah salam dengan mertuanya.
__ADS_1
"mereka ada masalah ya yah?" tanya Zio pada Indra.
"tidak tau, cuma ayah curiga sama Ryan" sahut Indra.
"curiga kenapa yah?" tanya Tania penasaran.
"ayah akan kasi tau kalian jika itu memang benar" sahut Indra.
"Ryan memang bukan laki-laki setia, tapi dia sangat baik" ujur Citra yang ingat pada masa lalunya.
"maksud kamu?" tanya Indra.
"jika dia setia tidak mungkin dia lebih memilik kak Chelsea dari pada aku yang sudah di tuliskan janji untuk bersama sampai mati" ujur Citra.
"tapi itu kan kalian masih kecil nak" kata Tania.
"iya bu aku tau, tapi Ryan itu beda, dia di takdir kan untuk tidak setia, hatinya mudah untuk berpindah" sahut Citra membuat Tania melamun.
"semuanya akan baik-baik saja" ujur Indra supaya istrinya tidak memikirkan ucapan Citra tadi.
"baik bagaimana" gumam Zio yang hampir terdengar.
"apa kata kamu zi?" tanya Tania.
"tidak bu, akan baik-baik saja" sahut Zio.
"chel, gimana pesanan nya udah selesai?" tanya Tania membuka pembicaraan.
"udah bu, lusa aku akan pergi ke Paris dan melanjutkan kuliah di sana, sambil mengikuti sekolah desainer di sana, dan aku akan bawa Yabes" kata Chelsea.
"kenapa mendadak sekali perginya, kan kuliah kamu udah enak di sini, dan kalau mau sekolah desainer juga ada di sini, kenapa harus jauh-jauh" ujur Indra.
"cari pengalaman saja yah, lagian aku lupa kasi tau ayah dan ibu" sahut Chelsea.
"kasihan Yabes nak, siapa yang nanti jagain dia di sana?" tanya Tania takut putrinya akan kabur.
"aku sudah carikan baby sister untuk Yabes" sahut Chelsea dengan datar.
"kamu tidak bisa pergi begitu saja Chel, aku suami kamu punya tangung jawab sama suami" kata Ryan yang tidak menyangka istrinya berniat meninggalkan nya.
"kamu kan punya istri lagi selain aku" sahut Chelsea meninggalkan meja makan.
"kamu dengar dulu penjelasan ku" teriak Ryan.
"sudah, temui ayah di ruang kerja" kata Indra berlalu ke ruang kerja.
Ryan pun melangkah ke ruang kerja Indra, Indra pun langsung meminta Ryan untuk duduk dan mulai bertanya pada menantunya.
"apa benar yang di katakan Chelsea?" tanya Indra tegas.
__ADS_1
"tidak ayah, itu tidak benar" sahut Ryan menunduk.
"jika itu tidak benar, apa maksud semua ini?" tanya Indra sambil melemparkan foto pada Ryan.
"maafkan aku ayah, tapi ini aku lakukan, karena permintaan Dita" sahut Ryan takut.
"Dita hamil anak siapa?" tanya Indra dengan mode garang.
"tidak tau ayah, aku hanya ingin membantunya saja" sahut Ryan lagi.
"memang benar apa kata Citra, kamu bukan laki-laki setia, saya kecewa sama kamu" kata Indra.
Ryan mengangkat kepalanya dan menatap Indra.
"jika aku tidak setia, aku tidak akan menikah dengan Chelsea ayah" kata Ryan.
"jika kamu setia, tidak mungkin Dita bisa hamil" ujur Indra dengan membentak.
Ryan hanya duduk terdiam menerima bentakan dari mertuanya.
"jawab Ryan" kata Indra.
"semua ini karena si Romi sialan itu" sahut Ryan geram.
"maksud kamu?" tanya Indra.
"dia meminta aku untuk datang malam itu di cafe tempat bisa, tapi dia justru memasukan obat peransang dalam minuman itu, hingga aku pingsan, dan dia membawa aku ke rumah yang gelap dan ada wanita di situ yang lagi tidur, hingga aku melampiaskan pada wanita itu yang ternyata Dita baby sister putra ku sendiri, karena aku memang tidak bisa menahan nya lagi yah" penjelasan Ryan pada Indra.
"kenapa kamu tutupi ini dari Chelsea?" tanya Indra.
"aku takut dia akan meninggalkan ku" sahut Ryan lirih.
"apa rencana kamu sekarang?" tanya Indra lagi.
"aku tidak tau, Dita itu istrinya Romi, mungkin aku akan mengambil anak itu setelah dia lahir nanti" sahut Ryan bingung.
"ayah akan bicara pada Chelsea" ujur Indra.
"tapi yah" kata Ryan.
"sudah lah, dia harus tau semuanya" ujur Indra.
"yah, aku sangat mencintai Chelsea sampai kapan pun" kata Ryan.
"buktikan saja" ujur Indra.
"aku akan buktikan, jika ini hanya lah kesalahan" kata Ryan.
Happy Reading
__ADS_1