Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Rujak Manga Muda


__ADS_3

...Happy Reading...


Zio membuka matanya saat ada yang menusuk wajahnya. melihat Zio terbangun Citra pun tersenyum.


"ada apa sayang?" tanya Zio melihat istrinya duduk di sampingnya.


"mas, aku mau manga muda" sahut Citra.


"manga muda?, tapi ini masih malam sayang, dimana mas bisa mendapatkanya?" tanya Zio yang sebenarnya masih ngantuk, karena dua hari ini dia jarang tidur.


"iya, tapi aku sangat ingin makan manga muda mas" sahut Citra senyum.


"iya mas cari kan, tapi dimana ada manga muda?" tanya Zio bingung.


"aku tidak tau, mas cari saja sendiri" jawab Citra.


dengan malas Zio beranjak dari tempat tidur, dan mengambil kunci mobil di yang ada dekat TV. sampai di parkiran Zio pun kembali kedalam ia naik ke lantai dua dan mengetuk kamar Alfa.


"ada apa?" tanya Alfa dengan wajah bantalnya.


"bantuin aku cari manga muda" sahut Zio.


"cari saja sendiri, aku masih ngantuk, lagian masih ada siang" ujur Alfa.


"tolong lah fa, ini permintaan adik mu, dia lagi ngidam" sahut Alfa melemas.


"bilang sama Citra besok saja" ujur Alfa malas.


"dia minta sekarang fa" kata Zio


"tunggu sebentar, ada-ada aja" sahut Alfa masuk ke kamar nya.


malam itu Zio melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan. sehinga Alfa pun mengajaknya ke pasar yang bukanya dua puluh empat jam, walau pun jauh Zio pun melajukan mobilnya demi istrinya yang sedang hamil muda.


sampai di sana mereka berdua melanjut kan dengan berjalan kaki, sudah beberapa kedai buah mereka tanya tapi tidak ada yang menjual manga muda.


"bagaimana ini zi, sepertinya tidak ada manga muda" ujur Alfa.


"iya fa, kemana lagi ya kita cari" sahut Zio pusing.


"kamu telpon Citra aja, suruh ganti tu ngidamnya jangan manga muda cari yang mudah dikit apa" ujur Alfa.


"mana bisa ngidam di ubah, kalau bisa sudah dari tadi aku minta ganti" sahut Zio.


"ya udah kembali ke mobil lagi, kita cari di jalan saja" kata Alfa.


sepanjang jalan Zio dan Alfa mencari buah manga muda, hingga akhirnya mereka menelpon Ryan yang sedang tertidur.

__ADS_1


("hello zi, ngapain sih nelpon malam-malam, kurang kerjaan apa") kata Ryan kesal lagi enak tidur malah keganggu oleh bunyi ponselnya.


("gue minta bantu kamu, tau tidak dimana ada orang jual manga muda?") tanya Zio langsung.


("manga muda?, kamu dimana sekarang?") tanya Ryan balik.


("di jalan, sudah dua jam gue mutar cari manga muda") sahut Zio.


("pasti disuruh Citra kan, cari di Bogor, ada pasar buah yang buka dua puluh empat jam") kata Ryan.


("kejauhan itu yan") sahut Zio.


("iya, tapi terserah kamu saja, aku tidak maksa kamu jika, tidak mau kesana") ucap Ryan.


("terima kasih yan") sahut Zio malas.


"kita ke Bogor sekarang, kata Ryan di sana ada") ujur Zio melajukan mobilnya.


sampai di sana Zio pun mendapatkan apa yang di inginkan oleh istrinya, setelah membeli manga muda Zio dan Alfa pun kembali lagi ke Jakarta, dan waktu pun sudah pagi.


Zio masuk ke kamarnya melihat Citra masih tidur dengan mulut sedikit terbuka. ia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Zio keluar dari walk in closet dan mendapatkan istrinya sudah terbangun.


"sudah bangun" ujur Zio menghampiri Citra.


"iya mas, mana manga muda nya, kenapa lama?" tanya Citra.


"ya udah ayo kita kedapur" ujur Citra.


"mandi dulu sayang, mas tunggu ya" kata Zio.


Citra pun mengikuti apa kata suaminya, setelah mandi mereka pun berjalan menuju dapur. Citra mengupas buah manga yang membuat suami dan kakaknya harus jauh-jauh ke Bogor demi memenuhi ke inginan nya.


"mas, ambilkan bubuk cabe di kulkas" kata Citra.


Zio pun mengambil bubuk cabe atas perintah istrinya. Citra mengolah manga muda itu dengan bubuk cabe. ia mulai memakan nya, namun setelah tiga suap saja, Citra malah memberikan itu pada Zio.


Zio yang memang tidak ingin memakan buah yang asam itu, dengan ke adaan terpaksa ia menuruti keinginan istrinya.


"selamat pagi, wah kamu ngidam zi, pagi-pagi sudah makan rujak" tanya Indra merasakan asam.


"ini kerjaan anak ayah" sahut Zio kesal.


"haha, enak zi?" tanya Tania ketawa.


"asam pedas bu" sahut Zio menghabiskan manga muda buatan istrinya.


"nama nya orang ngidam ada-ada saja yang di minta" kata Indra.

__ADS_1


"yah, berapa ronde semalam?" tanya Citra tanpa basa basi.


"berapa ronde?" tanya Indra bingung.


"buat adik untuk kita, berapa ronde?" tanya Citra yang melihat leher ibunya penuh dengan tanda kepemilikan.


"satu ronde saja sayang, ibu mu tidak kuat lagi jika sampai beberapa ronde" sahut Indra membuat wajah Tania memerah.


"menyebalkan, aku sudah bilang jangan tinggalkan jejak" ujur Tania kesal sekalian malu, karena di lihat oleh anaknya.


"kan ibu yang minta begituan, ayah mana bisa tidak meninggalkan jejak" sahut Indra.


Tania pun pergi menuju dapur dan tidak menjawab lagi kata suaminya. hingga Rafael datang dari kamarnya.


"bu, baju raf, mana?" tanya Rafael.


"baju yang mana?, minta ayah cari kan, ibu lagi siapkan sarapan" sahut Tania.


"baik lah" sahut Rafael.


"ayah, tolong cari kan baju seragam raf" ujur Rafael.


"ayah tidak tau baju nya dimana, suruh ibu sana" sahut Indra.


"ibu lagi sibuk siapkan sarapan, katanya suruh ayah" ucap Rafael.


"merepotkan saja kamu" kata Indra berjalan menuju kamar putranya.


Indra pun mencari baju seragam putranya, karena bingung bajunya ada dimana ia, membongkar baju yang rapi itu dari lemari hingga berserakan di lantai.


"ini baju mu, pakai sendiri" kata Indra menyerahkan baju pada Rafael.


"udah ketemu yah?" tanya Tania.


"udah bu" sahut Indra.


"kenapa bajunya di bongkar yah, baru saja semalam aku rapikan yah" kata Tania melihat baju putranya berserakan dilantai ulah suaminya.


"kan ayah tidak tau bu di mana bajunya, makanya ayah bongkar" sahut Indra senyum.


"sudah ayo turun kita sarapan, urusan baju biar bibi aja" sahut Tania.


semuanya sudah berkumpul di meja makan. namun saat mereka ingin sarapan tiba saja Citra minta semuanya yang ada disitu memakan manga muda yang baru saja iya buat lagi.


karena Citra bakal nangis jika permintaan nya tidak di turuti, akhirnya pagi itu keluarga Pramana sarapan rujak manga muda.


berbeda dengan Chelsea yang sangat menikmati sarapannya, dia seperti orang yang makan makanan yang sangat enak. namun tidak dengan yang lain, mereka memakan manga muda dengan terpaksa karena permintaan Citra yang sedang hamil muda.

__ADS_1


terima kasih sudah membaca, like, vote dan komen


__ADS_2