
"ci, ada bunda tu, mau ketemu sama kamu" kata Chelsea yang masuk ke kamar Citra tanpa mengetuk pintu.
"iya, bilang sama bunda, aku lagi selesaikan kerjaan dulu" sahut Citra fokus pada laptop nya.
"iya, jangan lama, kayak nya bunda hanya mampir sebentar saja" ujur Chelsea dan berjalan ke luar.
Chelsea pun kembali ke ruang tamu, sedangkan Citra masih sibuk ko menyelesaikan kerjaannya.
"mana Citra?" tanya Tania pada Chelsea.
"lagi dikamar, dia masih sibuk kerja" sahut Chelsea.
"udah kamu bilang, kalau bunda tidak lama di sini?" tanya Tania lagi.
"udah, dia bilang tunggu sebentar" ujur Chelsea.
"memang lah tu anak, kan bisa di tinggal sebentar tu kerjaan" ujur Tania kemudian.
Tidak lama Citra pun turun dan berjalan ke arah bundanya.
"bun, maaf lama" ujur Citra mencium tangan bundanya.
"tidak apa nak" sahut Nancy senyum.
"ada apa ya bun, kenapa buru-buru?" tanya Citra.
"bunda akan ke Bali, satu jam lagi pesawatnya akan berangkat, ada yang mau bunda sampaikan pada kamu" ujur Nancy.
"apa bun?" tanya Citra penasaran.
"bunda ke Bali untuk mengurus semua aset bunda menjadi milik kamu" kata Nancy.
"kenapa di ubah jadi milik ku?" tanya Citra menatap bundanya.
"iya, karena kamu anak bunda yang paling bontot dan sudah saatnya kamu mengelola semua usaha bunda" kata Nancy senyum.
"tapi kan ada mas Alfa bun, lagian di sini aku juga punya perusahaan" sahut Citra.
"iya, ibu tau itu, kan ada Frans yang mengurusnya di sini" ujur Nancy.
"iya, emang bunda mau kemana?" tanya Citra.
"bunda udah tua nak, saat nya yang muda beraksi" sahut Nancy senyum.
"bunda belum tua, lagian bunda bisa minta Rianti untuk mengurusnya" ujur Citra.
"iya belum tua, tapi bunda ada bisnis baru di Jakarta, Rianti tidak mau berhenti kerja sama Frans, sepertinya dia udah jatuh cinta sama si Frans" kata Nancy tersenyum.
__ADS_1
"iya udah lah, terserah bunda saja, nanti aku cari orang untuk aku tugaskan ke Bali" ucap Citra senyum.
"anak pintar, terima kasih ya nak, kamu penolong bunda, bunda pamit berangkat dulu" ujur Nancy pamit pada semuanya.
setelah Nancy pergi dari rumah, Citra tidak kembali ke kamarnya namun dia sibuk bersama ponselnya.
"sibuk bangat" ujur Chelsea.
"iya, aku lagi cari orang yang bisa di percaya untuk mengelola salon dan resto bunda yang ada di Bali" ujur Citra.
"udah ketemu?" tanya Chelsea.
"udah" sahut Citra.
"siapa?" tanya Chelsea.
"Alena" sahut Citra senyum.
"what?, bukan kah, Alena di Paris" ujur Chelsea.
"dia, akan kembali besok ke indo" kata Citra.
"pasti kamu yang maksa kan" ujur Chelsea menatap adiknya.
"iya, itu salah satu cara supaya Alena mau pulang ke indo, dan kemarin orang tuanya minta aku atau Angel membujuknya pulang" kata Citra senyum.
"ya begitu lah" sahut Citra.
Chelsea pun langsung pergi saat mendengar tangisan Yabes yang baru saja bangun tidur.
begitu juga dengan Citra ia langsung ke kamar Zia untuk memastikan putranya tidak terbangun karena tangisan Yabes.
"maaf dek, Zia bangun dengar tangis Yabes" ujur Chelsea.
"tidak apa kak, lagian udah lama bangat tidurnya" sahut Citra mengendong putranya dan menyusui.
sore nya Citra dan Chelsea mengajak anak mereka berjalan di sekeliling komplek sambil ke minimarket yang ada di komplek itu.
setelah belanja dengan Lala yang menjadi korban tukang bawa belanjaan mereka ke dua wanita muda itu menghentikan langkahnya melihat suami mereka menerima hukuman dari ibunya akibat main game online sampai lewat tengah malam.
"yang rajin mas bersihin sampahnya" ujur Chelsea senyum.
"iya, jangan senyum, senang benar liat orang menderita" sahut Ryan.
"kerja jangan mengerutu" kata Tania yang mengawasi ketiga nya.
karena tadi pagi mereka bertiga tidak membuang sampah yang di minta Tania, dan malah ngobrol asik di taman belakang hingga sore ini Tania meminta mereka untuk membersihkan kawasan komplek dari sampah.
__ADS_1
"iya bu" sahut Ryan kembali mengambil sampah.
"sayang bantuin dong, kan semalam kamu juga main" ujur Zio pada Citra.
"mas tidak lihat kalau aku belum lama ngelahirin?" tanya Citra.
"iya sih, tapi kamu tidak di hukum" ujur Zio cemberut.
"siapa suruh asik main, kan aku semalam juga sempat tidur dan kebangun saat kembali dari kamar Zia, liat ranjang kosong, eh ternyata masih asik main" kata Citra membela diri.
"sudah, mau ibu tambah hukumanya?" tanya Tania pada Zio.
"jangan bu, ini aja belum selesai" sahut Zio.
"makanya jangan iri" kata Tania.
"udahlah zi, kerjain aja, dari pada singa mangkin ngamuk nantinya" ujur Chelsea.
"kamu bilang ibu singa, berarti kamu anak singa dong" ucap Tania.
"tidak kok bu" ujur Chelsea.
"habis dari mana kalian tadi?" tanya Tania.
"belanja bu" sahut Citra.
setelah cukup lama di tempat suaminya yang berkerja membersihkan sampah untuk menerima hukumannya, Citra dan Chelsea pun pulang membawa kedua jagoan kecil itu.
dan sore itu pun Zio dan Ryan pulang dengan peluh yang membasahi bajunya, tapi berbeda dengan Rafael yang tidak mengeluh sama sekali karena dia sering di hukum di sekolah seperti ini.
"capek mas, mandi sana bau" ujur Citra pada Zio.
"iya, mas mandi dulu ya" kata Zio pergi ke kamar mandi.
setelah Zio masuk ke kamar mandi, Citra berjalan ke walk in closet untuk menyiapkan baju untuk suaminya.
selesai membersihkan diri Zio langsung mengenakan bajunya dan meminum teh yang sudah istrinya buat untuknya.
"sayang, besok mas ke Surabaya lagi" ujur Zio meletakan kembali tehnya.
"oh, ikut siapa?" tanya Citra.
"sama Erik, tidak apa mas tinggal lagi, mas nginap disana" ujur Zio.
"tidak mas, asal jangan berpaling dari aku saja" kata Citra.
"tidak akan sayang, mas cinta sama kamu" ujur Zio.
__ADS_1
"iya aku juga sayang sama kamu mas" sahut Citra memeluk suaminya.