Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Terungkapnya kejadian dimasa lalu


__ADS_3

Happy Reading


Dua hari sudah Citra tidak kembali ke kediaman Pramana. sedangkan Indra sibuk mencari tau siapa yang meneror keluarga adiknya Kinara.


pagi itu Zio kembali berangkat untuk mencari istrinya yang saat ini dalam ke adaan hamil.


"zi, istirahat saja dulu, ayah sudah menyuruh orang untuk mencari Citra" kata Indra yang baru saja masuk ke rumahnya.


"tidak yah, aku takut jika kejadian yang menimpa bibi, menimpa Citra juga" sahut Zio.


"iya zi, ayah tau, tapi kamu harus jaga kesehatan kami. jika kamu sakit siapa yang akan mencari Citra" ujur Indra.


"tapi yah" sahut Zio.


"nanti siang aja perginya, sekarang kamu istirahat dulu" ujur Indra.


Di Bandung Ryan mencari informasi mengenai Frans, yang ia ketahui adalah Kevin. dan ternyata semua itu benar Ryan yang sudah menemukan kebenaran itu pun mencari mantan masa kecilnya.


dia yakin jika Citra sudah mengetahui kejadian yang terjadi di keluarga Frans saat ini. hingga Citra pergi entah kemana.


...****************...


Di pulau pribadi Citra, Frans telah sadar dari pingsannya, dan ia pun kembali ingat siapa dirinya. Siska seorang dokter yang menangani tentang amnesia itu pun berhasil memulihkan kembali ingatan Frans pada masa lalunya.


"dimana keluargaku?" tanya Frans yang hanya melihat ada Citra di sampingnya.


"mereka ada di Jakarta" jawab Citra.


"apa yang terjadi sebenarnya?, kenapa aku baru ingat sekarang?" tanya Frans lagi.


"maaf kan aku mas, aku terpaksa membalas kejahatan Kinara pada mu" sahut Citra.


"kejahatan ibu?, sejak kapan ibu menjadi jahat?" tanya Frans tidak mengerti.


Citra pun menceritakan semuanya dari awal ia menculik Frans, hingga sekarang Frans menjadi orang kepercayaannya. mendengar cerita Citra, Frans tidak terima jika ibunya harus menderita karena kehilangannya.


"tega kamu ci pada ibu, apa kamu tidak punya perasaan sama sekali, kamu tau dia adalah orang yang paling ku sayang" kata Frans mengepalkan tangannya.


"dia yang memulainya Frans, jika aku tidak punya perasaan sudah dari dulu kau ku bunuh" sahut Citra emosi.


"baik lah ci, aku akan beri tahu semua orang apa yang kau lakukan pada ku dan ibu ci" kata Frans meninggalkan Citra.


"silahkan Frans, aku tidak melarang mu, maaf kan aku yang sudah merampas kebahagiaan kalian. dan sampaikan pada Kinara terima kasihku karena telah membawakan ku pada penghujung hidup ku" kata Citra membuat Frans menghentikan langkahnya.


"maaf ci, bukan aku tidak percaya pada mu, tapi aku ingin mencari kebenaran apa yang telah ibu perbuat pada mu" sahut Frans yang memang tidak yakin dengan kejahatan ibunya.


"pergi lah Frans, hati-hati jika ketemu Vina, dia ingin melenyapkan mu" kata Citra teringat pada Vina.


"sudahlah ci, aku tidak percaya pada mu lagi, apa yang kau perbuat sudah keterlaluan" sahut Frans pergi.

__ADS_1


Citra melangkahkan kakinya menuju kamarnya, tempat ternyaman disaat hatinya sedang tidak baik. sampai di kamar ia kembali ingat perbuatan Kinara pada nya. ketakutan itu pun terjadi lagi, wajah pembantu yang menyiksanya dan memukulnya atas perintah Kinara kembali terbayang di ingatannya.


dan racun yang di berikan Kinara padanya mengingatkan betapa sakitnya tubuhnya selama ini, untuk bertahan hidup melawan racun itu.


"ayah, bunda, tolong aku, kenapa kalian meninggalkan ku, sakit ayah, sakit bun, tolong jangan pukul aku, hiks,,,hiks" tangis Citra pecah di kamarnya.


di luar bi Ina panik, mendengar rintihan Citra. saat dulu ia menemukan Citra dan Vina di jalan dengan keadaan Citra yang sangat lemah. membuat bi Ina kembali ingat bagaimana takutnya Citra padanya, dan betapa sakitnya gadis kecil itu dulu, yang berusaha untuk hidup. walau setelah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari Kinara namun Citra tidak melaporkan itu pada orang tuanya.


setelah sedikit sadar Citra pun ingat pada Zio suaminya, ia beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke luar.


"non mau kemana?" tanya bi Ina yang dari tadi ada di depan pintu.


"bi, aku pulang dulu, jaga pulau ini dengan baik, sampai jumpa lagi" sahut Citra mencium tangan bi Ina.


"non, ingat non tidak salah, apa yang di lakukan Kinara sudah keterlaluan non, dan sampai sekarang racun itu belum sepenuhnya hilang dari tubuh non" kata bi Ina.


"iya bi terima kasih untuk semuanya, aku pulang dulu, pasti Zio khawatir mencari ku" sahut Citra.


...****************...


Setiba di Jakarta, Citra langsung menuju rumah ayahnya. di jalan ia pun sudah memikirkan bagaimana reaksi mereka jika dia lah dalang di balik hilangnya Kevin.


sampai di rumah Citra langsung masuk dan melihat keluarganya berkumpul di ruang keluarga dan di sana juga ada Frans.


"Citra" kata Chelsea kaget.


"duduk ci, dekat ayah, jelaskan pada ayah kenapa kamu melakukan semua ini" ujur Indra tegas.


"Citra" teriak Tania menghampirinya.


"yah, Citra pingsan" kata Tania panik.


"angkat zi, baringkan di sofa" perintah Indra.


Zio yang panik pun mengangkat istrinya di sofa, dan menghubungi dokter Sari sepupunya, karena dia takut terjadi sesuatu pada kandungan istrinya. namun ia mengurungkan niat itu karena Siska juga merupakan seorang dokter yang tidak hanya menangani tentang masalah amnesia tapi dia seorang dokter umum.


Ryan pun datang segala amarahnya, tanpa aba ia memukul Frans tanpa ampun, Rama yang ada disitu pun menyeret Ryan secara paksa.


"ada apa lagi ini?" tanya Indra membentak.


"maaf ayah, tapi ayah tau, jika Kinara sudah meracuni anak ayah Citra, dan sekarang ia pingsan karena racun itu beraksi di tubuhnya. Kinara pantas menderita ayah, Kinara gila, dia gila harta" kata Ryan dengan emosinya.


"dari mana kamu tau?" tanya Indra tidak ingin mengambil keputusan secara sepihak.


"dari Daniel, seorang yang membantu Citra waktu mengalami koma di Jerman dulu, Dan Daniel lah orang yang ingin membakar rumah Kinara, atas perintah Vina" ujur Ryan.


"ah,,, kenapa aku jadi orang yang bodoh, tidak bisa menjaga putri ku sendiri" kata Indra merasa bersalah.


"di mana Vina sekarang?, apa alasannya melakukan semua itu?" tanya kakek Arifin pada Ryan. yang merasa satu persatu masalah keluarganya berdatangan.

__ADS_1


"tidak tau kek, dia sakit hati pada Kinara karena Kinara tidak mau menerimanya menjadi anaknya, setelah Kinara tau jika ia yang membantu Citra di jalanan, setelah ia mengusir Citra yang tak berdaya lagi" kata Ryan yang memang sudah mencari informasi itu secara detail.


"sudah lah yah, biarkan saja Vina, aku tidak peduli lagi pada Kinara dan keluarganya. dan sekarang aku harus berikan Pramana Corp padanya, karena hanya itu yang di inginkannya" ujur Indra menatap wajah pucat putrinya.


"maaf kan ibu om" kata Frans yang tadi hanya terdiam.


"sudahlah kev, semua sudah terjadi, aku tidak akan miskin jika harta ayah di berikan semuanya pada nya" kata Indra.


"pikirkan lagi in, semuanya jangan sampai kamu menyesal" kata kakek Arifin.


"tidak akan ayah, aku sudah punya PT. Indra sejahtera hasil jerih payah aku sendiri, maaf kan aku yang tidak bisa mengurus perusahaan ayah" ujur Indra.


"baiklah, ayah yang akan memegangnya kembali, sampai Rafael besar, Pramana Corp, sudah ayah tulis menjadi milik dari anak pertama ayah dan anak dari kamu in" kata kakek Arifin.


"terserah ayah saja, tapi jangan salahkan aku jika Kinara berani menyakiti anak ku lagi" sahut Indra.


"ayah yang akan mengurus semua ini, kamu tenang saja, mau cari apa lagi dia Pramana teknologi dan fashion sudah menjadi miliknya" ujur kakek Arifin mengingat perbuatan putrinya.


setelah perdebatan mengenai perusahaan yang menjadi biang dari masalah keluarga Pramana itu, Citra pun sadar dari pingsannya.


"ayah" kata Citra lirih.


"sayang maaf kan ayah nak" sahut Indra menghampiri Citra.


"maaf kan aku yah, karena dendam aku membuat bibi Kinara depresi, dan aku juga sudah membuat kalian repot mencari Kevin selama ini" ujur Citra masih lemas.


"ci maaf kan ibu ya, aku janji akan tetap menjadi Frans Nelson nya kamu" kata Frans lirih.


"kakak tidak marah?" tanya Citra.


"tidak ci, untuk apa?, ibu yang salah" sahut Frans senyum.


setelah berbicara dengan Citra, Frans pun pamit bersama kakeknya ke rumah rehabilitas untuk menemui ibunya.


"bagaimana dok, keadaan nya?" tanya Indra.


"semuanya sudah membaik pak, racunnya juga sudah hilang dari tubuhnya, mungkin karena trauma yang membuat dia pingsan kata Siska.


"terima kasih banyak dok, sudah membantu memulihkan ingatan Kevin" kata Indra.


"sama-sama pak itu juga karena Citra, putri bapak, anak yang hebat, dia melewati semuanya dengan sendiri tanpa mengeluh sedikit pun" ujur Siska.


"racunnya sudah hilang ci, dari tubuh kamu, jangan bertingkah yang tidak-tidak lagi" kata Siska.


"iya terima kasih Sis" sahut Citra memeluk Siska.


satu masalah tentang hilangnya Kevin pun sudah terungkap, dan kejahatan Kinara pada Indra pun sudah terbongkar. apa Kinara akan sembuh?, dan menyadari apa yang ia buat di masa lalu itu salah.


Arifin sudah adil pada anaknya dia sudah membagi rata warisannya pada anaknya.

__ADS_1


**terima kasih sudah membaca.


like, vote dan komenya**


__ADS_2