Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Alfa sadar


__ADS_3

"silahkan tunggu di luar dulu mbak" ujur perawat pada Alena.


"iya sus" sahut Alena berjalan ke keluar ruangan rawat Alfa.


Alena duduk di kursi tunggu dengan perasaan yang takut karena Alfa menatapnya dengan mata yang melotot.


"Al, kamu disini?" tanya Angel yang baru saja menjenguk keluarga nya yang melahirkan.


"ngel, aku kangen sama kamu" sahut Alena memeluk sahabatnya.


"kemana saja kamu selama ini Al?" tanya Angel.


"aku di Bali" sahut Alena.


tiba saja pintu pun terbuka dan perawat pun memanggil Alena.


"dengan mbak Alena?" tanya perawat.


"iya, saya sus, bagaimana dengan sus ke adaan mas Alfa?" tanya Alena panik.


"pasien sudah sadar dari komanya, dan nanti akan kita pindahkan ke ruang rawat, dia mencari mbak" ujur perawat.


"iya sus" sahut Alena lega.


"ya sudah kamu masuk sana, aku kasi tau Tante Tania dulu" kata Angel yang tadi habis menjenguk Citra juga.


"iya" sahut Alena berjalan masuk.


di dalam ruang itu dengan perawat yang menunggu di sana juga, Alena berdiri di dekat ranjang Alfa sambil menatap wajah pucat Alfa.


"mendekat lah, duduk di sini" kata Alfa lirih Alena pun hanya menuruti apa kata Alfa.


"jangan pergi dari sini, tetap temani aku, aku takut kehilanganmu" lanjut Alfa.


"aku akan temani mas Alfa di sini, sampai sembuh" sahut Alena.


"terima kasih sayang" ujur Alfa senyum Alena hanya mengangguk, tidak lama Alfa pun meraih tangan Alena dan memegang nya.


di luar Tania tersenyum melihat anaknya akhirnya sadar dari komanya, walaupun Citra belum menunjukan reaksi apapun pada mereka, tapi dia merasa lega karena Alfa bisa sadar dan sembuh.


"ibu kenapa disini?" tanya Rama.


"Alfa sudah sadar nak" sahut Tania senyum bahagia.


"syukur lah Bu, ibu tidak masuk?" tanya Rama senang.


"masih ada Alena di dalam, dan belum juga keluar" kata Tania yang dari tadi duduk bersama Angel menunggu Alena keluar.


"aku minta ijin sama dokter dulu buat masuk ke dalam" ujur Rama.

__ADS_1


"iya nak" sahut Tania.


"Tan, aku pamit pulang dulu ya, udah malam juga" kata Angel yang dari tadi hanya diam.


"oh, sama siapa pulang nya?" tanya Tania.


"sama supir Tante, titip salam buat Alena ya" sahut Angel mencium tangan Tania.


"hati-hati nak, jangan ngebut bilang sama supir nya" kata Tania.


"iya Tante" sahut Angel pergi.


Rama pun datang dan menghampiri ibunya.


"masuk saja Bu, aku temani" kata Rama.


kedua nya pun masuk, betapa kagetnya Tania saat melihat Alena yang tertidur di kursi dekat Alfa dengan tangan yang di pegang oleh Alfa.


"ibu" panggil Alfa senyum.


"iya nak, ibu senang kamu sadar nak, jangan seperti ini lagi ya ibu tidak sanggup melihatnya" ujur Tania mengusap rambut Alfa.


"maaf kan aku ibu, aku yang tidak berhati-hati dalam berkendara" sahut Alfa.


"sudah jangan di bahas lagi hal itu nak, yang penting sekarang kamu istirahat. yang cukup supaya cepat sembuh" kata Tania.


"Citra Bu, dimana dia?" tanya Alfa yang baru sadar akan adiknya.


"tidur, dia tidak kenapa-napa kan Bu, aku lihat mobilnya mengeluarkan asap bu" ujur Alfa menceritakan apa yang ia lihat sebelum ia tidak sadarkan diri.


"tidak, Citra baik-baik saja" sahut Tania bohong ia tidak ingin Alfa kembali drop karena memikirkan adiknya.


"syukur lah" sahut Alfa lega.


"sekarang kamu tidur ya" kata Tania Alfa pun mengangguk patuh.


setelah Alfa tidur Tania pun meminta Rama untuk memindahkan Alena ke ruangan tunggu mereka.


"katanya tidak mau sama Alfa, tapi lihat lah, tidur saja sambil pegangan tangan" ujur Rama.


"kamu ya, angkat saja jangan berisik, nanti Al nya bangun" tegur Tania.


"iya bu"sahut Rama.


setelah memastikan Alena tidak akan bangun Tania pun menelpon Nancy untuk mengabarkan bahwa Alfa sudah sadar dari komanya dan malam ini juga akan di pindahkan ke ruang rawat.


mendengar putranya sadar Nancy langsung ingin pergi ke rumah sakit.


"besok saja Bun, ayah ngantuk ini masih malam" kata Jonas yang di bangun kan Nancy.

__ADS_1


"ya udah bunda pergi sendiri saja" ujur Nancy.


"jangan Bun, besok saja, jika nyetir dengan mata ngantuk itu bahaya, dan aku tidak mengijinkan kamu nyetir sendiri malam begini" sahut Jonas.


"tapi aku ingin lihat Alfa mas, dia sudah sadar aku mau peluk dia" kata Nancy.


"aku tau Bun, apa yang bunda rasakan selama ini, anak yang bunda lahir kan dengan susah payah dua duanya mengalami kecelakaan dan sama-sama koma, tentu saja bunda sangat bahagia mendengar Alfa sudah sadar, begitu juga dengan aku Bun, aku senang di antara mereka sudah sadar bun" ujur Jonas.


"iya, besok kita kesana" ujur Nancy kembali baring.


"gitu dong, jangan sampai kita ingin melihat mereka, malah kita yang celaka" ucap Jonas memeluk istrinya.


karena tidak bisa tidur Nancy pun memainkan game di ponselnya, rasa rindu pada anaknya yang baru saja sadar dari koma membuat dia ingin sekali bertemu dengan Alfa sekarang juga.


karena merasa terganggu dengan suara ponsel istrinya Jonas pun bangun.


"bunda tidak tidur?" tanya Jonas.


"tidak bisa tidur lagi mata aku mas" sahut Nancy.


"sini, mas tidurkan kamu" kata Jonas mengurung istrinya di bawahnya.


"ih, mas jangan, besok kesiangan kita ke rumah sakitnya" ujur Nancy.


"tidak akan, jika tidak begini kamu tidak akan tidur" kata Jonas.


Jonas mulai bermain di atas tubuh polos istrinya, hingga Nancy terus saja mendesah tidak karuan di bawah nya.


"sakit mas, jangan di gigit gunung nya" ujur Nancy.


"abisnya gemas bun" sahut Jonas merambat turun ke bawah.


"mau ngapain?" tanya Nancy merapatkan kakinya.


"mau minum air dari sumur" sahut Jonas membuka kaki Nancy dan menenggelamkan kepalanya di sana. Nancy yang baru pertama kali di gitukan oleh suaminya pun hanya bisa pasrah, karena dari dulu saat bersama Indra tidak pernah dia di perlakukan seperti itu.


"ah,, udah mas,, aku tidak kuat lagi" ucap Nancy menekan kepala suaminya lebih dalam lagi, ada rasa yang berbeda di perlakukan Jonas seperti ini.


"massss,,, pengen pipis, udah ya ah" kata Nancy yang baru saja mendapatkan pelepasan pertama nya.


"udah tua masih saja mengeluh ingin pipis" kata Jonas memasukan benda nya ke dalam milik istri nya.


"orang rasanya pengen pipis mas" ujur Nancy sambil memejamkan mata menikmati gerakan yang di lakukan Jonas padanya


tidak lama keduanya pun mengerang bersama, Jonas pun ambruk di atas tubuh istrinya.


"capek, apa mau di gitukan lagi bawahnya?" tanya Jonas.


"capek mas, mau tidur ngantuk" sahut Nancy, Jonas pun senyum setelah istrinya tertidur dengan pulas nya karena lelah.

__ADS_1


**happy reading guys.


terima kasih untuk like, vote, dan komen nya**


__ADS_2