
Keesokan hari nya, Citra berangkat menuju kantornya, kantor yang sudah lama ia tinggalkan dan menyerahkan semuanya pada Frans.
sampai di sana Citra di sambut oleh karyawan nya yang lagi berkerja. ia terus berjalan menuju ruangan nya, ruangan yang ada di lantai paling atas dan di depan ruangan itu Sinta duduk di kursinya dengan setumpuk kertas.
"pagi sin" sapa Citra menatap Sinta yang sangat sibuk.
"pagi mbak, kapan datang?" tanya Sinta balik.
"barusan, apa jadwal ku hari ini?" tanya Citra sambil menjawab.
"mbak ngantor hari ini" ujur Sinta.
"iya, sampai siang, ada meeting penting hari ini" sahut Citra.
"untuk hari ini hanya meeting saja mbak, aku tidak buatkan mbak jadwal selama ini" kata Sinta.
"ya udah, kamu panggilakan semua ketua staf untuk membuatkan laporan dan bawa pada saya, selagi saya belum meeting" perintah Citra.
"baiklah mbak" sahut Citra.
Citra pun masuk keruangan nya, ruangan dengan desain putih dan sangat luas itu, ruangan itu, sudah di pindahkan ke lantai paling atas, yang dulu di gunakan untuk tempat bersantai.
semua ketua staf pun memberikan laporan pada Citra, karena selama ini mereka tidak pernah memberikan laporan pada Frans, kecuali ada masalah dan barulah Frans memintanya.
Citra mengomel pada staf nya yang menyusun laporan tidak benar dan ada yang tidak membuat sama sekali, untung saja perusahaan itu semangkin maju, berkat Frans yang merupakan Arsitek hebat.
tok tok
"masuk" kata Citra dari dalam.
"mbak, meeting lima belas menit lagi di mulai" kata Sinta.
"iya baiklah, sudah kamu urus dokumennya sama Frans? tanya Citra.
"sudah mbak, semua sudah siap" sahut Sinta.
"baiklah, kita keruang meeting sekarang" ujur Citra.
Citra berjalan beriringan dengan Sinta di sampingnya. dan di lift mereka bertemu dengan Frans yang akan menuju ruang meeting juga.
ketiga orang itu pun berjalan bersama, sampai di sana Citra duduk untuk proyek besar mereka yang akan di bangun satu bulan lagi.
tidak lama seorang laki-laki pun masuk yang merupakan rekan kerja Citra yang baru yang meminta kerja sama dan tenaga dari perusahaan Citra untuk mendesain Hotel mewah yang akan mereka buat di Jakarta dengan konsep Amerika dan Bali.
"Citra, jadi kamu pemimpin perusahaan ini?" tanya Vito kaget.
__ADS_1
"iya, jadi kamu rekan baru saya" ujur Citra.
"iya, maaf aku tidak tau" kata Vito.
"oh, jadi ini alasan Vina tidak mau memegang perusahan nya kembali" kata Citra senyum.
"iya, terima kasih sudah mengijinkan ku untuk mengelola restoran kamu,jadi dari itu lah aku bisa membangun perusahaan desain aku" ujur Vito.
"iya, kita mulai sekarang bahas proyek kita" kata Citra.
"silahkan" sahut Vito.
Citra pun memulai menerangkan konsep hotel yang akan mereka buat itu, setelah selesai menerangkan semuanya kembali lagi Citra meminta Frans untuk membuat desain nya, karena dia tau sepupunya itu, pasti akan membuat desain yang bagus dan unik untuk hotel itu nanti.
Frans yang merupakan seorang anak yang tinggal di panti karena dendam Citra pada ibunya dulu. dari sejak kecil Frans memang bercita cita menjadi seorang arsitek. sehingga ia berusaha dengan susah payah sekolah untuk menggapai cita-citanya itu, tapi semua itu tidak luput dari bantuan Citra. Citra yang dulu sangat berprestasi di sekolah pun memberikan bea siswa nya kepada Frans untuk mengwujudkan cita-citanya.
Tiga tahun di luar negeri Frans berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar serjana, pun kembali ke Indonesia, dan ia bertemu dengan gadis SMA yang sudah memiliki perusahaan Desain itu pun memintanya untuk menjadi asistennya dan membantunya untuk mengembangkan perusahaan itu menjadi besar dan di sukai banyak orang.
Hingga suatu hari Frans sembuh dari amnesianya dan tau siapa Citra sebenarnya, dan iya juga tau kalau Citra lah yang sudah memisahkan nya dengan orang tuanya. namun Frans tau kesalahan maminya hingga iya memilih untuk tetap menjadi asisten adik sepupunya itu.
penghargaan sudah berapa puluh kali iya terima sebagai Arsitek yang preposional dan berprestasi itu.
"baiklah Vit, kalau begitu semuanya selesai" ujur Citra.
"iya, semoga proyek kali ini berhasil" ucap Vito.
"maaf ini, aku pulang dulu" ujur Vito.
"cepat bangat tidak ngopi dulu?" tanya Frans.
"tidak mas, terima kasih, takut Vina marah" sahut Vito.
"suami takut istri ini" ejek Citra.
"bukan begitu, tadi dia pesan langsung pulang, jangan kemana mana" ujur Vito.
"iya pulang sana, nanti tidak ada jatah lagi" ujur Citra.
"tidak akan, selalu tiap malam dapat" ucap Vito senyum.
"pemaksaan" kata Frans.
"biar cepat bunting lagi mas" sahut Vito nyengir.
"bilang aja kamu doyan" sindir Frans.
__ADS_1
"itu sih jangan di bilang lagi, paling doyan aku nya mas, tapi kali ini gue hanya mau liat Vina bunting dan menuruti keinginan dia lagi ngidam, karena saat hamil Al, aku tidak dapat menemaninya karena kebodohan ku" kata Vito.
"jangan di bahas lagi, itu masa lalu, yang penting jaga adik gue dengan baik, jangan sakiti dia lagi" ujur Frans.
"siap mas" sahut Vito.
tidak lama ponsel Vito bunyi tanda pesan masuk, melihat siapa yang chat Vito langsung berdiri.
"pasti dari Vina itu" tebak Citra menatap Vito.
"iya, gue pulang dulu, mau jemput Al, di panti, kemarin ia mau ke panti dan mau nginap di sana, Vina udah marah ni" ujur Vito.
"iya, hati-hati, gue titip keponakan dan adik gue" ujur Frans Vito pun mengangguk.
Setelah Vito pergi, Citra kembali ke ruangannya karena sebentar lagi siang dan ia harus kembali memeriksa beberapa laporan dari staf nya. baru saja ingin membuka kembali berkas, ponselnya pun berbunyi.
("halo ci, temani gue makan bakso yuk") ajak Angel di seberang sana.
("bukan nanyain kabar, malah langsung ngajak makan bakso") sahut Citra.
("maaf, gue pengen bangat makan bakso sama kamu") ujur Angel.
("iya, tapi makannya di rumah aku ya") kata Citra.
("kenapa, emang kamu jual bakso?") tanya Angel.
("tidak, Zia belum bisa di tinggal lama, sekarang aku lagi di kantor, tadi ada meeting") ujur Citra.
("ya udah deh, tapi jemput aku ni di restoran abang bakso") kata Angel.
("iya, gue jalan sekarang") Citra menutup telponnya.
Citra keluar dari ruangannya dan menghampiri Sinta di meja kerjanya.
"Sin, aku balik dulu ya" ujur Citra.
"oh iya mbak" sahut Sinta.
"selamat berkerja, jika ada kerjaan buat aku antar saja ke rumah" perintah Citra.
"tidak apa mbak?" tanya Sinta.
"iya, tidak apa, biar aku kerjakan di rumah, pekerjaan kamu juga kan banyak" kata Citra.
"iya mbak, besok aku antar ke rumah" sahut Sinta.
__ADS_1
Citra pun meminta supirnya menuju restoran tempat Angel menunggunya.