
Sang fajar kini telah kembali lagi, suara kendaraan sudah mulai kedengaran, dan orang-orang pun sudah mulai beraktivitas. Namun tidak untuk pemuda itu, ia masih setia bersama mimpi indahnya.
Buurrrr
Ia pun terbangun dengan wajah yang sudah basah. ia pun melihat gadis cantik yang baru ia ingat lagi satu hari yang lalu, dengan muka kesalnya.
"ci kalau bangunin mas, yang benar dong" ujur Zio kesal.
"karena itu satu satunya cara lagi buat bangunin kamu. di bangunin malah semangkin nyenyak tidurnya" omel Citra sambil membuka gorden.
"mas capek ci, semalam pulang udah jam dua belas" kata Zio sambil mengusap wajahnya yang basah.
"siapa yang nanya, lagian kemarin aku pergi malah nekat, salah sendiri" ujur Citra masih dalam kekesalannya.
"mas kan harus kerja ci, buat kasi makan kamu dan anak kita nanti. kalau mas tidak kerja mau makan apa kamu nanti" ujur Zio supaya istrinya berhenti marah.
"apa aku tak salah dengar ni?, kamu yakin aku istri kamu?" tanya Citra tidak percaya.
sore itu waktu Zio dan Citra melakukan penyatuan hingga mereka tertidur. saat terbangun Zio mulai ingat kembali pada istrinya. hingga malam itu ingatannya pulih kembali.
"kamu istri ku, yang aku nikahi tiga bulan lalu di Bali" kata Zio hendak ke kamar mandi.
"kamu sudah ingat semuanya mas?" tanya Citra dengan bahagia.
"iya, aku sudah mengingatnya" ucap Zio langsung mendapatkan pelukan dari istrinya.
mereka pun mandi bersama dengan cara mereka sendiri. Satu jam acara mandi ala Zio dan Citra pun selesai.
"tumben kalian tidak ribut?" tanya Zahra melihat anak dan menantunya akur.
"capek ma, ribut terus" ujur Zio sambil nyengir. iya kadang sadar dengan perdebatan nya dengan Citra setiap hari.
"mama kira tidak bisa capek" ujur Zahra menyindir.
"mama, mulai hari ini tidak ada ribut lagi" ujur Citra sibuk dengan baksonya yang iya buat pagi tadi.
"bagus lah kalau begitu" jawab Zahra tau maksud menantunya.
"iya ma" kata Citra sambil menuangkan sambal cabe kedalam baksonya hingga botol cabe tandas.
Zio melongo melihat Citra menuangkan semua cabe itu kedalam mangkoknya.
"ci tidak pedas apa, itu sambal kamu masukin semua?" tanya Adit takut Citra kepedasan nantinya.
"tidak, ini malah belum pedas" jawab Citra memasukan bakso pedas itu ke mulutnya. melihat Citra makan sangat lahap Zio pun merampasnya.
"mas, kenapa di ambil bakso aku" kata Citra kesal.
"ganti ini terlalu pedas nanti perut mu sakit" kata Zio hendak membuang bakso itu.
"hiks,,, hiks,,, hiks,,, aku hanya ingin bakso itu" kata Citra terinsak. melihat istrinya nangis Zio menjadi tidak tega.
"tapi ini sangat pedas" ucap Zio lembut.
"tidak, ini tidak pedas, kamu mau coba" kata Citra saat mangkok bakso sudah ada di tangan nya.
"tidak makan saja" ujur Zio merasa takut memakan bakso itu.
__ADS_1
namun Citra tidak peduli iya, malah merengek seperti anak kecil. hingga Zio memakan bakso itu dengan wajah yang sangat merah menahan pedasnya.
pagi itu Zio tidak berangkat kemana mana, karena perutnya sakit akibat ulah Citra.
...****************...
Sore itu saat perutnya sudah tidak sakit lagi Zio mengajak istrinya pergi jalan-jalan. Citra yang tidak tau kemana suaminya mengajaknya, hanya diam saja dengan mata yang tertutup.
sampai di tempat itu Zio mengiringi Citra untuk masuk kedalam ruangan yang sudah di dekorasi. Zio pun membuka penutup mata Citra. Citra tersenyum dan menangis haru iya tidak menyangkan setelah sekian lama akhirnya iya mendapatkan kembali kejutan ulang tahun dari orang yang iya sayang.
"selamat ulang tahun istri ku" ujur Zio menciumi kening Citra.
"iya mas, terima kasih untuk kejutannya" jawab Citra yang masih melihat sekitarnya.
"iya sayang kamu suka?" tanya Zio menghapus air mata Citra.
"suka mas" ujur Citra dan lampu pun seketika mati, hingga Citra teriak dan memeluk Zio. namun tidak lama seseorang datang dengan membawa kue ulang tahun dan disertai lagu.
"selamat ulang tahun adik ku" kata Rama saat lampu sudah menyala.
"mas Rama" ujur Citra kaget dan memeluk saudara tirinya.
"tiup lilin nya dulu" kata Rama saat Citra kembali menatapnya
Citra pun meniup lilinnya, dengan disertai oleh tepuk tangan, ruangan yang begitu besar itu yang tadinya kosong pun seketika penuh. Setelah menyalami semua tamu yang datang, mereka pun melanjutkan dengan makan bersama.
"mas terima kasih ya sudah datang" ujur Citra senyum
"sama-sama ci, gimana suka tidak dengan kue nya?"tanya Rama
"suka mas, enak, siapa yang buat" ucap Citra
"mas Rama bisa buat kue?" tanya Citra
"bisa lah, bukan kamu saja yang bisa buat kue" ujur Rama bangga
"iya,, iya,, nanti kalau mas Rama belum balik lagi ke Amerika, aku mau ajak mas bikin kue" kata Citra
"mas sudah selesai kuliahnya, dan sekarang mau ngurus restoran dan toko kue mas disini" ujur Rama
"wah, selamat ya mas" kata Citra kembali memeluk kakaknya.
"hem, ci mas mau ajak kamu ke halaman kantor, ada yang mau mas kasi tau" ucap Zio
"oh ya mas" ucap Citra beranjak dari tempat duduknya.
"maaf mas nanti kita lanjut lagi ngobrolnya" ujur Zio pada Rama.
"silahkan zi, titip adik gue ya" kata Rama menepuk bahu Zio. Saat di Bogor kemarin Zio bertemu dengan Rama dan mereka sempat berbincang, hingga Rama pun tau kalau Citra sudah menikah, dan Rama lah yang ikut mendekorasi ruangan dan memindahkan perusahaan ZC Fashion milik Citra.
Zio dan Citra pun berjalan menuju halaman kantor Andini Arsitek milik Citra, saat tiba di sana Citra pun merasa heran melihat kantor nya sudah di renovasi dan di sebelahnya ada perusahaan ZC Fashion yang di hadiahkan Zio untuk ulang tahunnya.
"mas bukan kah, Fashion itu di Bogor ya?" tanya Citra heran.
"sudah aku pindahkan ke sini" ujur Zio senyum.
"kapan?" tanya Citra.
__ADS_1
"kemarin sayang, biar kamu tidak bolak balik, jika usahanya dekat kan enak kamu ngontrolnya" ujur Zio mengusap rambut Citra.
"terima kasih mas, tapi aku juga punya kantor mas" kata Citra memeluk Zio
"iya aku tau, tapi kamu kan suka sama usaha di bidang fashion" ujur Zio
"iya mas, aku memang suka," jawab Citra.
"maaf kalau mas boleh tau kantor ini usahanya apa aja?" tanya Zio.
"ini kantor arsitek aku mas, dari kecil aku ingin menjadi arsitek, makanya aku membuat kantor ini. ya walau di sini juga kantor utama butik Fashion aku mas, restoran juga" kata Citra.
"ya udah, untuk bagian fashion nya pindahin aja ke ZC Fashion" ujur Zio senyum.
"ZC Fashion?" tanya Citra bengong.
"iya Zio Citra Fashion" kata Zio sambil menunjukan ke gedung di sebelah perusahaan istrinya.
"oke deh biar nanti Frans yang mengaturnya" kata Citra melihat ke arah Rama.
Zio pun mengajak Citra masuk ke dalam perusahaan itu. setelah melihat seluruh ruangan itu mereka pun keluar. Rama yang menunggu keduanya pun berjalan ke arah keduanya
"wah, disini ternyata" ujur Rama senyum.
"iya mas" jawab Citra.
"eh, mas mau ajak kalian ke restoran itu" kata Rama sambil menunjukan restoran di seberang kantor Citra
"ya udah kita kesana" ujur Citra melirik suaminya.
"oke" ucap Zio.
sampai di restoran itu mereka pun mencari tempat duduk untuk ngobrol
"mas mau kasi sesuatu buat kamu" ujur Rama menatap Citra.
"apa mas bukan kah, tadi udah kadonya?" tanya Citra karena Rama sudah memberikannya kado.
"ada dari seseorang" kata Rama beranjak keluar
Citra dan Zio pun mengikuti langkah Rama.
"dan ini hadiah ulang tahun nya" kata Rama yang berdiri tepat di sebuah mobil mewah dan menyerahkan kartu ucapan.
Citra pun membaca kartu ucapan itu. ia seketika menangis melihat dari siapa kartu ucapan itu dan di kartu itu juga ada satu foto yang di selipkan.
"mas, apa ini bunda?" tanya Citra dalam tangisnya sambil menatap foto yang di tangan nya
"iya itu bunda, ia sudah menikah dengan papa dua tahun lalu, dan ini mobil yang kamu impikan sejak kecil dari bunda untuk mu, walau sekarang kamu sudah memilikinya" kata Rama lirih.
"apa kabar mama sekarang mas?, dimana dia sekarang?" tanya Citra masih menatap foto pernikahan mama nya dengan Jonas mantan suami ibu sambungnya.
"mama sehat ci, dia ada di Amerika dan di sana ada.." kata Rama tertahan. karena Vina ada di sana sekarang dan Vina melarangnya untuk memberi tahu hal itu pada siapa pun
"ada siapa mas?" tanya Citra penasaran
"tidak, bunda merindukan muCitraCitraCitra" ujur Rama
__ADS_1
"aku juga merindukan dia mas" ujur Citra lirih.
Malam itu dihari ulang tahunya Citra merasa bahagia dengan kehadiran Zio di hidupnya, saat kepergian ibunya itu lah terakhir kalinya iya merayakan ulang tahun bersama keluarganya. dan malam itu juga kakaknya Rama datang membawa kabar tentang ibunya. Rama salah seorang yang menepati janjinya untuk mencari bundanya yang entah kemana. dan sesuai janjinya Rama pun menepati janji itu.