Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Sebuah fakta


__ADS_3

...Happy Reading...


Zio berjalan menyusuri koridor kampusnya bersama dengan Erik sahabatnya. tiba di kantin kampus dia mendapatkan telpon dari no yang tak dikenal.


"kenapa tidak di angkat zi?"tanya Erik.


"aku tidak tau ini ni siapa" sahut Zio memasukan nasi kedalam mulutnya.


"angkat dulu, siapa tau penting" ujur Erik.


"iya" sahut Zio mengangkat telponnya.


("halo, siapa ya?") tanya Zio.


("zi, ini om Alek, bisa temui om, di bintang cafe?") tanya Alek.


("ada apa ya om, aku lagi kuliah") sahut Zio.


("ada hal penting yang ingin om sampaika") ujur Alek.


("baiklah, aku ke sana sekarang") sahut Zio.


("om tunggu") sahut Alek.


Zio pun menyimpan ponselnya dan segera menghabiskan makanannya.


"ada apa zi?" tanya Erik.


"tidak tau, om Alek meminta ku menemuinya di bintang cafe, kamu handel saja pekerjaan ku" ujur Zio.


"baik lah" sahut Erik.


Zio pun melajukan mobilnya menuju bintang cafe, tempat dimana Alek menunggunya. sampai di sana dia melihat Alek dan istrinya berserta Ryan.


"maaf om, aku telat" ujur Zio.


"tidak apa, duduk zi" kata Alek.


"iya om, ada apa ya?" tanya Zio menatap Alek dan yang lain nya.


"maaf kan om sebelumnya, tapi tolong jangan potong ucapan om sebelum om selesai bicara" kata Alek.


"baik om" sahut Zio.


Alek menarik napas dalam, dan mulai memberikan suatu fakta, yang baru dia ketahui sekarang.


"zi, sebenarnya aku ini adalah ayah mu, dan kemarin aku sempat mengambil sehelai rambut mu dan melakukan tes DNA, karena saat aku melihatmu aku merasa kan getaran hebat di hatiku. maaf kan aku zi, yang tidak pernah tau ke hadiran mu di dunia ini" kata Alek menatap Zio.


"tidak mungkin aku tidak percaya" sahut Zio yang tidak mau ketemu dengan ayahnya.

__ADS_1


"ini buktinya" ujur Alek menyerahkan surat hasil tes DNA.


Zio membuka surat itu dan membaca nya, setelah mengetahui bahwa dia adalah adik dari Ryan, Zio merobek kertas itu.


"kenapa kamu baru datang sekarang?, kemana kamu selama ini?, kamu tau gara-gara kamu ibu hampir saja mengakhiri hidupnya, untung ada papa Adit" ujur Zio yang mulai emosi.


"zi, aku memang salah, tapi satu hal yang perlu kamu tau, aku dan mama mu di jebak dengan obat perangsang, dan itu bukan murni kesalahan ku zi" kata Alek membenarkan suatu di masa lalu.


"di jebak, tapi kamu meninggalkan ibu, dan pergi setelah membobol gawang, yang membuat sejuta kenikmatan, tanpa ada bertanggung jawab sama sekali, setidaknya kamu meminta maaf dan menunggu ibu bangun, dan mengatakan yang sebenarnya" ujur Zio menatap Alek.


"maaf kan aku, aku memang salah, tapi aku tidak punya pilihan lagi selain pergi, karena istriku sudah mengandung saat itu, maaf Zio, ijinkan aku menebus kesalahan ku" ujur Alek.


"aku sudah tau semua nya, sebelum kamu cerita, kamu itu tidak punya nyali, pengecut" kata Zio.


"Zio bicara lah yang sopan pada ayah" ujur Ryan.


"tapi itu fakta nya" kata Zio.


"sudah Ryan, Zio aku memang pengecut, aku yang terlalu takut mengatakan pada mama mu, jika aku sudah menikah, sehingga hal itu pun terjadi" kata Alek menunduk.


"maaf aku harus pergi" ujur Zio beranjak dari tempat duduknya.


"Zio ayah belum selesai bicara" teriak Alek yang ingin meluluhkan hati putranya.


"sudahlah mas, biarkan saja dia, dia perlu waktu untuk memaafkan mu, kesalahan mu di masa lalu sangat lah menyakitkan baginya" ujur Tiara.


"mas, seharusnya aku yang minta maaf, karena aku kamu dan Zahra berpisah" kata Tiara.


"sudah lah itu hanya masa lalu, aku pergi dulu ke kantor" kata Ryan.


"maaf kan ayah nak" ujur Alek pada Ryan.


"santai saja yah" sahut Ryan pergi.


...****************...


Zio melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya dengan kecepatan tinggi, dan bukan itu yang membuat dia marah, tapi dia kecewa pada ayah kandungnya yang tega meninggalkan mamanya di hotel sendiri dan pergi jauh, tanpa menjelaskan yang sebenarnya terjadi.


"mas, udah pulang" kata Citra melihat suaminya datang.


"iya sayang, temani mas tidur ya" ujur Zio.


"mas kenapa?, ada masalah?" tanya Citra melihat muka Zio.


"tidak sayang, hanya capek saja" ujur Zio senyum.


"ya udah kita ke kamar sekarang" kata Citra.


sampai di kamar Zio merebahkan tubuhnya di ranjang mereka dan Citra hanya duduk di samping suaminya. karena Citra terus mendesaknya untuk bercerita, akhirnya Zio pun menceritakan tentang pertemuannya dengan Alek tadi.

__ADS_1


"ya udah lah mas, yang penting kamu sudah tau siapa ayah kamu, jangan marah lagi padanya, walau bagaimana pun itu sudah masa lalu, maafkan saja dia, kamu juga sudah bahagia sekarang" kata Citra menatap wajah Zio.


"mas tidak marah, hanya kecewa saja, ayah Adit sudah mendidik mas menjadi orang pemaaf, tapi mas hanya kasihan pada mama saja" sahut Zio.


"kamu bicara yang baik sama mama, tentang om Alek, dan bilang jika kamu sudah tau siapa ayah kandung mu mas" kata Citra.


"iya nanti, sekarang, bantu aku melupakan masalah ini" ujur Zio nakal.


"mesum terus kerjaan kamu" ucap Citra melepaskan pakaian nya.


Zio pun mengikuti jejak Citra melepaskan pakainya. ia mulai menindih istrinya.


"sayang papi tengok kalian" ucap Zio mencium perut buncit Citra.


Zio mulai menjalankan aksinya dengan lidah dari atas sampai bagian bawah, sehingga membuat Citra terus mendesah.


"uh, maasss,,, aaahh" desah Citra ketika mulut Zio bermain di bagian bawahnya.


"sayang, aa,,aku mau keluar, aah" ucap Citra.


Zio mengangkat kepalanya dari bagian bawah istrinya dan keluarlah cairan nikmat dari lubang kesukaan Zio. Zio mulai penyatuan dan memompa tubuhnya dengan perlahan, di dalam kamar itu hanya terdengar suara ******* dan lenguhan dari Citra.


"aaah, sayang punya ku akan keluar lagiii" teriak Citra yang akan mendapatkan pelepasan.


"keluarkan sayang" ucap Zio mengurangi temponya.


satu jam sudah Zio memompa tubuh istrinya hingga Citra kembali merasakan gelombang di sana.


"aaah,,, rasanya mau pipis mas" ucap Citra.


"sabar sayang, sebentar lagi ya, kita keluarkan bersama" ujur Zio dengan aksinya.


dan benar saja tidak lama kemudian keduanya pun mengerang hebat. hingga tampa mereka ketahui kalau Ryan ada di depan kamar mereka hendak bicara dengan Zio.


"ah sial, mereka malah, lagi bercinta" ujur Ryan masuk ke kamarnya,


"sayang udah pulang?" tanya Chelsea


"iya, sayang bercinta ya" ujur Ryan.


"mas, mesum saja yang kamu pikirkan" ucap Chelsea.


"semuanya gara-gara kedua adik mu tu" Ryan menunjukan kamar sebelah.


"kamu ngintip mereka?" tanya Chelsea.


"tidak, aku mau bicara sama Zio, eh mereka malah asik bercinta, mana pintunya tidak di tutup rapat lagi" ujur Ryan yang sudah polos.


dan terjadilah hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2