
Dua bulan sudah Citra belum juga bangun dari komanya, kedua ibunya itu pun bergantian menjaga nya di rumah sakit, begitu juga dengan Zio yang kadang dengan berat hati harus pergi ke kantor.
dan begitu juga dengan pernikahan Alena dan Alfa yang harus di tunda karena Alena ingin menikah setelah Citra sadar.
dan pagi ini bersama dengan Sena dan Angel, Alena menjenguk Citra.
"hai ci, aku datang lagi, bersama Sena dan Angel" ujur Alena menatap wajah Citra yang pucat.
"iya ci, aku datang untuk menjenguk kamu, maaf ya baru datang sekarang" kata Sena.
"kamu tidak capek apa ci, tidur terus, kamu belum jenguk anak aku ci, katanya mau ajak liburan setelah anak kita udah bisa di ajak jalan, tapi apa kamu malah tidur terus" kata Angel sendu.
"bangun ci, aku tidak akan nikah jika kamu tidak juga bangun" ujur Alena.
Tidak lama Chelsea pun datang bersama Rianti setelah mereka pulang dari Restoran.
"udah lama kak?"tanya Alena pada Chelsea.
"belum baru juga datang" sahut Chelsea.
"mau jenguk Citra kak?" tanya Angel.
"iya, boleh masuk tidak" ujur Chelsea.
"boleh kak, silahkan sebelum jam besuk habis" kata Alena.
Chelsea pun masuk untuk pertama kalinya dan ini lah pertama kali nya juga ia menjenguk adiknya, karena kesibukan nya mengurus usaha Citra yang ada masalah berapa waktu lalu.
"adik kakak yang cantik, kakak datang sayang, bangun dek, apa kamu tidak kangen dengan kami" kata Chelsea bicara pada Citra.
"dek Zia merindukan kamu, dan kamu tau tidak jika Zio setiap malam nangis karena merindukan mu, bangun ya" ujur Chelsea.
"iya kak, jika kakak tidak bangun mas Zio aku ambil saja" ujur Rianti yang sekarang mengambil alih ZC Fashion milik Citra yang di hadiah kan Zio pada saat ulang tahun nya.
Citra pun merespon apa yang mereka bicarakan, mulai dari waktu itu ia pun sudah sering memberi respon pada siapa pun yang datang dan mengajaknya bicara.
Chelsea pun menangis sambil menceritakan tentang Zia, hingga air mata Citra pun menetes, tidak lama tangan nya kembali bergerak.
Rianti yang dari tadi hanya mendengar curahan hati Chelsea pun kaget saat kakak tirinya itu membuka mata nya.
"kak, kak Citra sadar" ujur Rianti pada Chelsea, Chelsea pun mengangkat kepalanya dan menatap ke arah adiknya.
"dek, kamu sadar dek" kata Chelsea memeluk adiknya.
"aku panggil kan dokter dulu kak" ucap Rianti berlari ke luar dan mencari dokter. karena begitu bahagia nya ia sampai lupa jika ada tombol yang di gunakan untuk memanggil dokter.
tidak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Citra. dengan perasaan yang bercampur aduk Chelsea dan Rianti mondar mandir di depan ruang IGD.
__ADS_1
"bagaimana mana Dok?" tanya Chelsea.
"ibu Citra berhasil sadar dari komanya" sahur dokter.
"yang benar dok, adik saya sembuh kan" ujur Chelsea.
"iya mbak" sahut dokter senyum.
Chelsea pun langsung menelpon Zio, untuk memberi tau jika Citra sudah sadar, Zio yang lagi meeting pun langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan meeting yang lagi berlangsung itu.
"sayang, akhirnya kamu bangun" kata Zio memeluk istrinya yang sangat ia rindukan selama ini.
"mas" panggil Citra dengan suara lemah.
"iya sayang, mas kangen sama kamu" ujur Zio mencium seluruh wajah istrinya.
"terima kasih, udah sabar menunggu ku mas" kata Citra lirih.
"mas akan selalu menunggu mu, sampai kapan pun itu" sahut Zio.
"I love you" ucap Citra.
"l love you to" sahut Zio.
"bunda dan ibu pasti senang ini, aku telpon mereka dulu ya" kata Zio pamit keluar.
"dek, kakak senang kamu sadar, akhirnya kakak tidak perlu lagi bicara sendiri" kata Chelsea.
"apa Zia rewel kak, selama aku tidur?" tanya Citra.
"iya jika malam, tapi setiap hari dia selalu ceria, dan sekarang dia sudah makan dek" kata Chelsea.
"terima kasih kak, sudah cerita kan aku tentang Zia" ujur Citra.
saat Chelsea lagi asik bercerita tentang tumbuhan kembang keponakanya pada Citra, tiba saja dua ibu mereka datang bersama.
Nancy pun langsung memeluk anak yang selalu ia tunggu setiap hari itu, dengan. derai air mata.
"anak kecil bunda akhirnya bangun, bunda takut nak kamu tidak bangun juga, bunda takut" kata Nancy terus menangis.
"Citra tidak akan tinggal kan bunda, Citra udah sadar sekarang bun" sahut Citra lirih.
"iya nak, sekarang kamu sudah sadar, tapi janji dulu sama bunda jangan tidur panjang lagi ya" kata Nancy.
"iya Bun" sahut Citra.
Zio pun datang dengan membawa banyak makanan untuk istri nya itu.
__ADS_1
"apa itu nak?" tanya Tania.
"makanan untuk Citra bu" sahut Zio senyum.
"Citra belum boleh makan itu dulu, kasi bubur aja" kata Tania.
"terus ini siapa yang akan?" tanya Zio.
"biar aku yang makan aku lapar" sahut Chelsea.
"makanya bunda suruh makan, malah langsung pergi" kata Nancy yang tadi pagi meminta Chelsea untuk makan tapi malah pergi.
"lagian tadi belum lapar bun" sahut Chelsea.
mendengar Citra sudah sadar Alena dan kedua sahabatnya itu pun langsung kembali ke rumah sakit, begitu juga dengan Alfa yang sempat kembali sakit setelah ayah dan bundanya memberi tahu bahwa adiknya koma saat kecelakaan itu.
seketika rumah sakit itu pun penuh dengan keluar Pramana yang datang dengan wajah yang bahagia setelah dua bulan Citra koma dan hari ini dia bisa sadar karena Chelsea yang bercerita tentang anak nya.
"sayang sesuai janji bapak pada mu, bapak akan memberikan ini" ujur Jonas pada Citra.
"janji apa pak, ini apa?" tanya Citra menatap map di tangan nya.
"bapak sudah janji saat kamu masih koma, jika kamu sadar bapak akan kasi kamu hadiah" ujur Jonas.
Citra membuka map itu dan menatap wajah bapak sambungnya dengan mata berkaca-kaca.
"terima kasih bapak, Citra sayang sama bapak" ujur Citra.
"kamu suka?" tanya Jonas.
"iya, apa pun yang kalian kasi Citra pasti suka" ujur Citra.
"terima kasih Jon" kata Indra.
"sama-sama" sahut Jonas.
"ayah senang, kalian kompak seperti ini, dan menyatu menjadi keluar besar yang utuh" kata kakek Arifin.
"iya lah yah, karena kita pasangan yang tertukar" sahut Jonas tertawa.
"semoga aja tidak ada perpisahan lagi, bunda suka seperti ini" kata nenek Rita yang melihat betapa sayang dan cintanya Jonas dan Tania pada kedua cucunya dan begitu juga dengan Indra dan Nancy yang begitu mencintai Chelsea, Rama, dan Rianti walau bukan anak kandung mereka, sampai Indra menyematkan nama Pramana di belakang nama Chelsea, karena anak itu sangat nempel pada nya waktu dulu.
**Happy reading.
terima kasih untuk like, vote, dan komen nya.
maaf reader jika alur cerita nya seperti benang yang kusut, maklum susah mikir alur nya**.
__ADS_1