Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Kepergian Vina dan Alvares


__ADS_3

...Happy Reading...


Sepulang dari Bali, Citra kembali pada aktivitasnya yang sudah lama ia tinggalkan. pagi itu ia berjalan menyusuri koridor kampusnya.


"pagi ci, tumben hadir?" tanya Alena.


"pagi, kan gue sudah lama tidak masuk" sahut Citra.


"ada liat Angel tidak?" tanya Alena.


"tidak, emang kamu tidak bersama nya" ujur Citra.


"tidak, mungkin lagi sedang uh ah sama suaminya" kata Alena.


"kamu kapan nyusul al?" tanya Citra.


"belum tau ci, gue belum siap" kata Alena.


"belum siap, jangan lama-lama pacarannya entar di ambil orang nanti" ujur Citra.


"jodoh di tangan Tuhan ci, jika dia pergi ya cari lagi" ujur Alena nyengir.


"ah sudah lah, gue ke kelas dulu" kata Citra.


"iya, kapan-kapan jalan lagi ya" sahut Alena.


"iya nanti, kalau tidak sibuk, sekalian ajak pengantin baru jalan" ujur Citra.


"oke deh, tunggu perut Angel buncit" sahut Alena membuat Citra duduk kembali.


"emang kamu tau kapan Angel akan hamil?" tanya Citra.


"hehe, siapa tau kan habis ini dia hamil" sahut Alena senyum.


"belum juga tentu jadi al, kalau dia hamil tahun depan berarti kita akan jalan tahun depan juga" ujur Citra.


"ya tidak lah, kelamaan itu" sahut Alena.


"hai, ngomongin apa?" tanya Angel yang baru datang.


"lagi bahas kerjaan" sahut Citra.


"oh, kirain apa, serius bangat mukanya" ujur Angel.


"berapa ronde semalam gel?" tanya Citra yang tidak jadi pergi.


"gue lagi datang bulan, tidak ada begituan" sahut Angel.


"udah bisa bohong ya, itu apa, bukanya gigitan drakula?" tanya Alena membuat Angel merapikan rambutnya.


"tidak usah bahas itu" sahut Angel.

__ADS_1


"gimana enak tidak?" tanya Citra.


"jangan ditanya lagi, kamu sudah tau rasanya" sahut Angel.


"berarti benar ya, lo udah begituan" ujur Alena.


"iya udah, semalam" sahut Angel kesal sama dua orang sahabatnya.


setelah berbincang dengan Alena dan Angel, Citra berjalan ke kelasnya untuk mengikuti mata kuliah yang sudah lama tertinggal selama ia sudah menikah.


mata kuliah pun berakhir Citra berjalan ke mobilnya, dan kebetulan hari ini Zio atau pun Ryan sama-sama tidak ke kampus, Citra yang sudah semester empat itu merupakan orang yang tidak terlalu suka berlama lama di kampus, hingga dia tidak pernah ketemu dengan Chelsea dan Ryan atau pun suaminya Zio.


mobil mewah yang di kendarai Citra terparkir di depan rumahnya, rumah mewah pemberian bundanya itu


"eh, si non, kenapa tidak bilang mau kesini, jadi kan bibi bisa masak" ujur bik Laras.


"tidak apa bi, aku udah makan kok di kampus" sahut Citra.


"oh, non mau minum apa?" tanya bik Laras.


"jus jeruk aja bik, Alvares mana?" tanya Citra.


"ada di kamarnya" sahut bik Laras.


"oh ya bik, nanti minta Sisi siapkan baju Al ya" ujur Citra sebelum bik Laras berjalan menuju dapur.


"baik lah non" sahut bik Laras pergi.


Dua jam di rumahnya Citra berangkat menuju Bandung tempat dimana Vito di tahan. setelah tiga jam menempuh perjalanan ia dan Alvares tiba di lapas.


Citra turun dengan mengendong Alvares masuk ke lapas.


"maaf mbak saya mau ketemu sama Vito" ujur Citra.


"oh baik lah, silahkan ke ruang tunggu ya buk" kata petugas lapas.


tidak lama kemudian Vito datang menemui Citra yang duduk di ruang tunggu.


"ada apa kesini? tanya Vito duduk di depan Citra.


"aku cuma ingin menjenguk mu saja" sahut Citra.


"tumben, lo mau jenguk penjahat seperti gue" ujur Vito tersenyum.


"gue tau siapa kamu Vit, tapi gue kesini, bawa orang yang mirip sama sekali dengan lo" kata Citra.


"siapa, tidak ada orang disini" ujur Vito mengedarkan pandanganya.


"itu" tunjuk Citra pada anak yang baru berusia dua tahun itu.


Vito menatap anak itu tanpa berkedip, karena anak itu sangat mirip sekali dengan nya. ia berdiri dan mengendong anak itu.

__ADS_1


"apa kamu mau jagoan kecil mu, sama seperti mu vit, yang tidak punya hati, dan mau menang sendiri, bahkan menentang kedua orang tuanya" kata Citra.


"tidak dia tidak boleh seperti ku" sahut Vito menatap Al.


"jika kamu tidak mau, anak mu seperti diri mu, berubah lah sekarang Vit" ujur Citra.


"maaf kan aku ci, aku memang jahat, tidak pantas bebas dari sini" sahut Vito.


"iya, memang begitu seharusnya, kamu tau kenapa aku mengajak anak mu kesini?" tanya Citra.


"tidak" sahut Vito.


"Vina yang meminta nya, hari ini dia ingin menjemput anak mu untuk tinggal dengan nya di luar negeri, dia hanya ingin kamu melihat putranya yang tidak kamu anggap anak" kata Citra.


"tidak dia tidak boleh membawa putra ku pergi jauh dari ku" ujur Vito.


Vina pun datang keruang tunggu, hari ini ia ingin menjemput anak nya sekalian menjenguk ayah dari putranya, sebagai bentuk perpisahan, karena mulai besok ia akan menetap di luar negeri, dan tinggal di sana, untuk menitik karirnya.


Vina sudah melupakan dendamnya pada Vito, dan melupakan sakit hatinya pada ibunya. dia sadar akan semuanya, kebencian tidak akan membuat nya untung atau pun rugi. ia ingin memulai hidupnya dari awal bersama putranya dan jauh dari keluarganya.


Citra sudah melarang Vina untuk tinggal di luar negeri dan menawarkannya untuk tinggal di pulau pribadinya, tapi dia tidak mau, hingga Citra pun tidak bisa melarangnya untuk pergi, mungkin Vina perlu waktu untuk kembali pada keluarganya, dan mengakui semua yang terjadi di hidupnya.


"mami, mami" kata Al turun dari gendongan papinya.


"hai sayang" ujur Vina memeluk putranya, Vina memang menitipkan putranya di panti, tapi setiap minggu dia datang untuk menjenguk nya, hingga Alvares tau kalau dia adalah ibunya.


"jangan bawa dia pergi vin" ujur Vito.


"maaf vit, bukan kah kamu tidak menginginkan nya, aku sengaja meminta Citra untuk mempertemukan dia dengan mu, supaya Al bisa ketemu dengan ayahnya" sahut Vina.


"vin, aku memang salah, aku menyesal telah menjadi orang jahat, tolong beri aku kesempatan untuk bertanggung jawab" ujur Vito menatap putranya nya yang sama sekali dengan nya.


"aku bisa membesarkan Al sendirian vit, cepat keluar ya dari sini" sahut Vina berjalan mengendong Al, dan di ikuti oleh pengasuh Alvares.


"tidak vin, jangan hukum aku lagi, sudah cukup semuanya, aku minta maaf, aku ingin setiap minggu dia menjenguk ku" teriak Vito yang sudah di pegang oleh petugas lapas.


"berubah lah vit, cari mereka jika kamu sudah bebas dari sini, jika kamu memang ingin bertanggung jawab, Vina sudah mencabut laporan kamu, yang sudah memperkosa dia" ujur Citra sebelum keluar.


"maaf kan aku ci, aku sudah hampir membunuh suami mu, tapi ini janjiku aku tidak kan mengulanginya lagi. dan aku janji akan cari anak, dan calon istri ku, setelah aku bebas dari sini" sahut Vito dengan air matanya.


Hati Vito memang keras, saat melihat Citra datang dia belum sepenuhnya berubah, walau dia setiap waktu merenungi kesalahannya. tapi saat melihat foto copy nya, dia menjadi luluh dan seketika menyesali jalan hidup nya yang tidak baik, hanya karena sering menerima hinaan dari temannya.


"jika kamu mencintai Vina dan putra mu berubah lah dan cari mereka, karena aku tidak bisa menghalangi Vina lagi. dan satu lagi, jika suatu hari nanti kamu sudah mendapatkan cinta nya jangan sia-sia kan itu, jika kamu tidak mau kehilangannya, karena Dirga sudah merelakan Vina untuk mu, walau dia tau kamu dan Vina tidak saling mencintai" kata Citra.


"iya ci, aku tidak akan menyiakan kesempatan itu lagi" sahut Vito.


"buktikan, tiga bulan lagi. tapi jika kamu berbuat jahat lagi, jangan harap kamu akan bebas lagi" ujur Citra.


"terima kasih ci untuk semuanya, kamu membalas kejahatan ku dengan kebaikan mu" sahut Vito.


Vito kembali ke dalam jeruji besi. Citra keluar dari lapas, dan berjalan menuju mobil Vina yang sudah siap membawa keduanya pergi. hari ini Citra meringankan hukuman Vito, dan tiga bulan lagi dia akan bebas dari tahanan dan mungkin akan pergi menyusul Vina dan putranya.

__ADS_1


terima kasih sudah membaca


__ADS_2