
"bagaimana yah, duduk sama mantan?" tanya Tania pada Indra saat mereka sudah sampai di rumah.
"biasa aja bu" sahut Indra tanpa menatap Tania.
"oh, pasti senang kan, ada kesempatan untuk berdua lagi dengan mantan" kata Tania.
"ibu kenapa sih?" tanya Indra menatap lekat wajah istrinya.
"tidak, ibu tidak kenapa-napa, ibu ke dapur dulu" sahut Tania pergi.
Indra kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena pertanyaan dari istrinya.
selama tiga puluh menit di kamar Indra pun keluar untuk mencari istri nya yang katanya mau ke dapur tapi tidak juga kembali karena sekarang bukan waktu nya untuk masak sore.
"kemana lagi Tania, jangan-jangan dia cemburu lagi sama aku" ujur Indra bicara sendiri setelah mencari istri nya.
"ayah kenapa?" tanya Citra melihat ayahnya seperti lagi mencari seseorang.
"liat ibu tidak?" tanya Indra balik.
"tadi pergi pakai mobil, tidak tau kemana" sahut Citra.
"habis berapa ronde nak?" tanya Indra melihat leher putrinya penuh dengan tanda kepemilikan.
"tidak tau, kan aku tidak ngitung" sahut Citra santai.
"ya udah, ayah cari ibu dulu, seperti nya dia cemburu sama ayah, karena kemarin ayah ajak bunda kamu mall" ujur Indra mengusap rambut putrinya.
"ayah sih, pakai ngajak bunda segala, siapa yang tidak cemburu jika ayah belikan satu kotak penuh perhiasan untuk bunda" kata Citra.
"ayah cuma ngasi untuk yang terakhir kalinya nak buat bunda kamu, lagian dulu saat bunda kabur ayah tidak bisa ngasi dia nafkah, hingga akhirnya surat gugatan cerai datang pada ayah" ujur Indra.
"iya yah, aku ngerti, sekarang cari ibu sana, jelaskan semuanya, dan untungnya bapak tidak marah" kata Citra.
"kan ayah udah kasi tau" sahut Indra.
"curang, masa bapak aja yang ayah kasi tau, sedang ibu tidak, makanya dia ngambek" kata Citra senyum.
"dah ayah pergi dulu, jangan bikin ulah kamu" ujur Indra pada Citra.
"siap" sahut Citra.
Citra masuk kembali ke kamar nya sambil bicara sendiri.
"udah tua masih aja, pakai acara perpisahan segala, mana lagi yang satu cemburu lagi" ujur Citra masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"siapa yang cemburu?" tanya Zio baring di ranjang dengan tubuh polos nya.
"ibu, cemburu liat ayah ajak bunda ke mall dan memberikan satu kota perhiasan untuk bunda sebagai tanda permintaan maaf ayah karena sudah membiarkan bunda sendiri waktu itu" sahut Citra.
"oh, biar kan saja, naik lagi sini" kata Zio.
"udah lah mas, mas tidak capek apa?" tanya Citra.
"untuk itu, tidak ada kata capek" sahut Zio senyum licik.
"bilang saja doyan" sahut Citra baring di samping suaminya dan melepaskan semua pakaiannya.
tanpa aba Zio langsung menindih tubuh istrinya dan melahap puncak gunung kembar istrinya itu, dengan penuh nafsu.
hingga bibir itu pun mulai turun ke inti tubuh istrinya, dan memainkan lidahnya dengan lincah di sana.
"ahh...sudah maas...tidak kuat lagi aku" ucap Citra menjambak rambut suaminya.
Zio tidak peduli dengan teriak dan tarikan kuat Citra pada rambut nya, ia malah membuat Citra lemas berkali kali, karena cairan nya keluar sudah keluar berkali-kali.
karena tidak tahan lagi ia pun mengarahkan senjatanya pada inti istrinya, Citra pun meremas sprei dan memejamkan mata saat saat benda panjang dan besar milik suaminya memasuki nya dan mulai bergerak di sana.
"ah mas, aku tidak kuat lagi mas" kata Citra menatap suaminya yang sangat semangat Menaik turun kan pinggulnya.
"cepat lah mas, selesai kan, aku lemas ini" kata Citra mengatur nafas nya.
"sabar sayang sebentar lagi ya" sahut Zio mengusap rambut istri nya.
tidak lama punya Citra pun akan keluar lagi hingga ia ingin melarikan diri, dengan sigap Zio memegang pinggul istrinya supaya penyatuan mereka tidak terlepas.
"aaaaah" teriak Citra dengan kerasnya saat ia merasa semburan di dalam rahim nya.
"terima kasih sayang, kamu sangat membuat ku tak berdaya" ujur Zio mencium kening istrinya.
Citra langsung memejamkan mata, karena rasa lelah setelah percintaan panjang mereka.
mendengar teriakannya adiknya, Chelsea pun bangun dari tempat tidur nya dan berjalan ke arah Ryan.
"mas, kamar Citra dan Zio tidak pakai kedap suara apa?" tanya Chelsea.
"pakai kok, kenapa?" tanya Ryan balik.
"aku dengar teriakan Citra mas" sahut Chelsea.
"aku juga dengar sayang" ujur Ryan.
__ADS_1
"aku takut mereka bertengkar mas" kata Chelsea cemas, karena jika ruangan itu kedap suara, kenapa suara Citra sampai kedengaran ke kamar mereka.
"palingan bertengkar nikmat itu" sahut Ryan.
"tapi mas, kenapa sampai kedengaran dari kamar kita?" tanya Chelsea.
"iya juga sih, nanti mas panggil kan orang untuk melihat kedap suara di kamar Citra, kamu jangan cemas begitu, mereka baik-baik saja" ujur Ryan.
"kalau gitu aku ke kamar Rafael dulu mas, minta tolong dia beli kan susu buat Yabes" kata Chelsea.
melewati pintu kamar Citra, Chelsea pun membuka kamar itu dan ternyata tidak di kunci, ia melihat adiknya lagi sedang tidur dengan selimut sampai leher nya.
"benar kata mas Ryan, itu suara ******* Citra tadi" kata Chelsea menutup pintu kamar Citra.
kamar Citra dan Chelsea dulu bersebelahan, karena kehadiran Yabes dan Zia maka kamar Chelsea pun pindah ke kamar Rafael dan Rafael pun pindah ke kamar yang ada di bawah.
sedangkan kamar Chelsea di bagi menjadi dua, yang sekarang menjadi kamar Zia dan Yabes.
Indra pun berhasil menemukan Tania, yang lagi marah di rumah Jonas, dengan tenaga Jonas memberi pengertian pada mantan istrinya yang sedang cemburu itu.
Tania pun akhirnya mengerti kenapa Indra memberikan satu kotak perhiasan pada mantan istrinya, selain untuk menebus kesalahannya karena sudah membiarkan Nancy sendiri melewati hal yang sulit, dia juga ingin memberikan Nancy nafkah yang tidak sempat ia berikan karena Nancy yang kabur meninggalkan nya.
sekarang di rumah Jonas, Tania pun meminta maaf pada Nancy yang sempat mengatakan jika Nancy seorang pelakor.
Nancy pun memaafkannya, dia juga tau jika Tania pasti akan marah melihat mereka waktu di Bogor kemarin.
"udah damai seperti nya" ujur Jonas pada Indra.
"iya, malah asik masak sekarang" kata Indra.
"maafkan Nancy ya in, dia sudah meninggalkan kamu dulu, tanpa mau memberi tau apa yang terjadi" ujur Jonas.
"aku yang salah, aku yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan, hingga melupakan nya" sahut Indra.
"apa kamu masih mencintai Nancy?" tanya Jonas.
"iya" sahut Indra.
"benar kah?" tanya Jonas lagi.
"aku mencintai nya seperti adik ku sendiri Jon, tidak lebih, walau dia ibu dari kedua anak ku" sahut Indra yang membuat api cemburu pada Jonas hilang seketika.
karena wajah Jonas langsung berubah mendengar jawaban Indra tadi.
Happy reading
__ADS_1