Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Penolakan Alena


__ADS_3

Citra terbangun dari tidurnya, karena rasa haus tiba saja datang dengan langkah gontai ia turun ke dapur untuk mengambil air, karena di kamarnya air minum yang biasa ia siapkan habis.


tiba di dapur Alfa sedang membuat kopi dengan baju yang sudah sangat rapi, Citra pun bingung melihat kakaknya itu.


saat hendak membuka kulkas tiba saja Alfa teriak, hingga Citra kaget.


"apa sih main teriak aja" ujur Citra kesal.


"hantu, pergi sana" kata Alfa sambil menutup matanya.


"apaan sih mas, aku ini Citra, bukan hantu" kata Citra


mendengar suara adiknya Alfa mengintip di balik jarinya.


"kamu apaan sih, itu muka di cuci sana" ujur Alfa kesal.


"cuci cuci, aneh" kata Citra berlalu ke kamarnya.


pagi itu Zio pun mengajak istri dan anak nya untuk berjalan ke taman komplek perumahan mereka.


"mau kemana dek?" tanya Chelsea.


"jalan-jalan ke taman komplek kak, mau ikut" ujur Citra pada Chelsea.


"kakak, lagi tunggu mas Ryan dulu" sahut Chelsea yang memang akan pergi ke taman juga.


"oh, kita duluan ya" ujur Citra berjalan mengikuti suaminya.


di teras rumah Indra baru saja pulang joging bertemu dengan anak dan menantunya.


"wah, mau jalan santai ni, tidak ajak ibu" kata Indra.


"ibu mah, sibuk di dapur yah, mana mau" sahut Citra.


"iya juga sih, mas Alfa mana yah?" tanya Citra pada ayahnya karena biasanya Alfa akan ikut joging bersama ayahnya jika hari Minggu seperti ini.


"udah berangkat ke Bali sama Rama" sahut Indra.


"ke Bali, kapan?" tanya Citra heran karena tadi malam ia bertemu dengan kakaknya di dapur.


"subuh tadi" sahut Indra.


"oh, pantas saja tadi aku liat dia di dapur bikin kopi" kata Citra.


mereka pun berjalan ke taman pagi itu, taman komplek itu cukup ramai mungkin karena hari ini adalah hari libur.


Citra membawa Zia duduk di salah satu kursi ayang ada di taman itu, sedangkan Zio ia mulai lari mengelilingi taman, tidak lama Chelsea datang dengan mengendong Yabes yang sudah tidak bisa diam.


"sendiri aja neng" kata Chelsea pada adiknya.


"iya mbak" sahut Citra senyum.


"dek, biar aku gendong Zia, kamu pegang Yabes ya" kata Chelsea


Citra pun langsung menyerahkan Zia pada kakaknya, Chelsea pun mengajak Zia berjalan melihat bunga yang nampak segar di pagi hari itu itu, sedangkan Citra sibuk menuntun Yabes yang baru belajar berjalan itu.

__ADS_1


Zio dan Ryan pun sampai di tempat istri dan anak nya berada.


"itu dia papa, sama papa ya" ujur Citra pada Yabes


Yabes pun langsung merentangkan tangan minta diambil sama papa nya, dengan Buru-buru Ryan mengambil Yabes dari gendongan Citra.


"enak tidak dek, jagain Yabes?" tanya Chelsea pada Citra.


"capek kak, Yabes tidak bisa diam" kata Citra.


saat matahari sudah mulai tinggi mereka pun pulang ke rumah, sampai di sana, Tania langsung mengambil kedua cucunya dan memberi makan Yabes.


...****************...


"ci, ada orang mau ketemu sama kamu" ujur Tania pada Citra.


"siapa bu?" tanya Citra yang masih fokus pada ponsel nya.


"tidak tau" sahut Tania.


Citra turun dan berjalan ke ruang tamu di sana sudah ada wanita yang mengunakan topi dan masker.


"maaf, ada apa ya?" tanya Citra pada orang yang di depannya.


"aku ingin memberikan berkas ini pada mbak, supaya bisa di tanda tangan" ujur wanita itu, sambil menyerahkan map yang bertuliskan nama restorannya


Citra mengambil berkas itu dan membacanya, iya pun menanyakan pada wanita itu siapa yang menyuruh nya.


"siapa yang meminta mu untuk mengantar berkas ini?" tanya Citra pada wanita di depannya.


"oh, ya sudah aku tanda tangan dulu" ujur Citra.


"terima kasih mbak, aku permisi" kata wanita itu.


"tunggu siapa namamu?" tanya Citra penasaran.


"Lila mbak" sahut wanita itu menunduk.


"oh, ya udah, hati-hati" kata Citra.


setelah wanita itu pergi, Citra pun melacak keberadaan Alena sekarang melalui ponsel nya.


"Alena, kenapa dia ke Jakarta ya" ujur Citra baru tau jika wanita tadi adalah sahabatnya.


Citra pun pergi ke tempat dimana Alena berada sekarang. di sebuah cafe tempat dimana mereka sering nongkrong di sana lah ia melihat wanita yang tadi.


"Al" kata Citra membuat Alena menatap ke arah nya.


Alena tidak menjawab dan sibuk dengan ponselnya.


"Al, kok diam aja sih" kata Citra lagi.


"ada apa, kenapa kamu mengikuti ku?" tanya Alena.


"tumben kamu ke sini, pakai nyamar segala lagi" kata Citra.

__ADS_1


"ada urusan penting aku di sini" sahut Alena.


"oh, aku kira kamu kabur, saat tau mas Alfa ke Bali" ujur Citra.


"apa mas Alfa ke Bali?" tanya Alena.


"iya, kamu tidak tau" kata Citra.


"bilang sama kakak kamu, jangan lamar aku, aku tidak akan pernah mau menikah dengan nya" kata Alena.


"kenapa?" tanya Citra.


"aku takut bercinta ci, aku tidak bisa" sahut Alena.


"tapi, mas Alfa sangat mencintai mu" kata Citra.


"maaf ci, aku kesini mau bahas ini sama mas Alfa, jika kalian memaksa aku untuk menikah dengan nya, aku akan pergi lagi" ancam Alena.


"Al, jangan begini, mas Alfa sudah mempersiapkan semunya" kata Citra merasa kasihan pada kakaknya.


"aku pergi dulu sampaikan semuanya pada kakak mu" kata Alena.


tidak lama mobil sport Lamborghini datang ke cafe itu.


"ci, Alena mana?" tanya Alfa yang baru saja datang.


"lah, katanya ke Bali " ujur Citra.


"mas, udah pulang, tiba saja Alena telpon kalau dia ada di Jakarta mau bicara sama mas" kata Alfa.


"mas, jangan paksa Alena untuk menikah dengan mas, dia tinggal tidak mau" kata Citra.


"tidak mau gimana?" tanya Alfa pada adik nya.


"dia bilang, akan pergi lagi, jika kamu maksa menikah dengan nya" ujur Citra


"dimana dia?" tanya Alfa.


"udah pergi, ini" kata Citra menyerahkan sebuah surat.


Alfa langsung lari meninggalkan kan adiknya setelah membaca surat itu. ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, melihat kakaknya meninggalkan nya Citra pun mengejar mobil Alfa dia takut terjadi sesuatu pada kakaknya.


dengan kecepatan tinggi Citra berusaha untuk menghentikan mobil Alfa, yang berapa kali menerobos lampu merah.


namun saat mobil itu hampir berhasil menyelip mobil Alfa tiba saja ada sebuah truk yang melaju dari arah sebelah kanan dan menghantam mobil Alfa hingga mobil Alfa menabrak bagian belakang mobil Citra dan mobil itu pun menghantam pembatas jalan.


dalam sekejap jalan menuju ke arah bandar pun macet akibat kecelakaan yang terjadi di sana.


di tengah kesadarannya Alfa menatap ke arah mobil Citra di penuh oleh orang yang berusaha mengeluarkan adiknya dari mobil itu sebelum mobil itu meledak.


**Happy reading


Like, vote dan komen ya.


terima kasih**

__ADS_1


__ADS_2