
...Happy Reading...
Siang ini Alena dan Angel datang ke rumah Citra untuk mengajaknya makan siang di luar. karena semalam Citra pulang telat ke rumah, Tania tidak mengijinkan dia pergi apa pun itu alasannya.
Setelah merayu kakak dengan berbagai cara akhirnya dengan terpaksa Chelsea mengijinkannya dengan syarat sebelum ibunya pulang dari salon dia sudah ada di rumah.
Alena melajukan mobilnya menuju sebuah mall yang sering mereka kunjungi.
"terima kasih ya lo berdua sudah datang dan mengajak gue keluar" ujur Citra senang.
"iya, tapi kenapa kamu tidak di ijinkan ibumu keluar?" tanya Alena.
"gara-gara semalam gue pulang telat terus ponsel gue pun mati" sahut Citra.
"oh, jadi itu sebabnya ibumu menelpon gue semalam" kata Angel.
"iya gel, kemarin gue bilang mau ke butik lo" sahut Citra.
"sebenarnya lo kemana sih?" tanya Alena penasaran.
"ke kantor ada kerjaan, jadi telat deh pulang nya" kata Citra senyum.
ketiga sahabat itu pun menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang, makan, dan berjalan mengelilingi mall seperti biasanya.
...****************...
Malam itu di kediaman Pramana semua orang dia buat panik oleh Citra yang tidak juga pulang. hingga ke dua sahabatnya pun datang ke rumah nya, karena tadi Citra sudah mereka antar ke rumah.
di ruang tengah Chelsea menjadi bahan amarah ibunya karena telah menggijinkan
Citra keluar.
"maaf bu, tadi aku sudah pesan pada nya untuk segera pulang" kata Chelsea menunduk.
"iya, tapi kalau sudah begini bagaimana chel, ibu bilang jangan ya jangan" kata Tania takut.
"maaf bu" sahut Chelsea lirih.
Indra pun datang setelah tadi Ryan menelponnya bahwa Citra belum pulang, sedang kan sekarang sudah menunjukan pukul dua pagi.
"bu, sudah jangan marahi Chelsea lagi kasihan dia lagi hamil" panggil Indra melihat istrinya masih saja memarahi Chelsea
"bagaimana ibu tidak marah yah, ibu sudah bilang jangan ijinkan Citra pergi apa pun alasannya" sahut Tania.
__ADS_1
"ayah sudah meminta orang untuk mencarinya, jangan khawatir Citra pasti pulang" kata Indra.
"om, tante" kata Alena
"al, apa benar kamu memang sudah mengantar Citra sampai rumah?" tanya Tania.
"iya tante, tadi saya sama Angel sudah mengantarnya sampai rumah, dan kita berdua langsung pulang" sahut Alena.
"sudah tanya sapam yang jaga tadi?" tanya Indra.
"tadi tidak ada sapam yang jaga om" sahut Angel.
"chel, apa memang dia tidak pulang dari tadi?" tanya Indra.
"tidak ada yah, bahkan sampai sekarang, dan kamar nya juga sudah kita geledah, Citra memang tidak pulang dari tadi" kata Chelsea.
"dah sana istirahat, kamu lagi hamil, ayah tidak marah, nantinya dia juga pulang" kata Indra yang tau sifat Citra.
"kalian berdua tidur saja di ruang tamu, maaf kan tante yang sudah membuat kalian pergi kesini malam-malam" ujur Indra, Alena dan Angel pun hanya menurut.
sementara di Bali Zio dan Alfa pun langsung pulang saat mendengar Citra belum pulang dari tadi siang dan sekarang sudah termasuk pagi.
...****************...
"bagaimana sis?" tanya Billy.
"semuanya baik, tapi aneh kenapa Frans tidak mau bangun" sahut Siska.
"coba periksa lagi, kita tidak tau bagaimana cara Vina membuat Frans sampai pingsan" ujur Billy.
"ini sudah tiga kali saya memeriksanya bil, mungkin Frans memang merasa nyaman di alam bawah sadarnya" kata Siska.
"ya sudah kamu tetap di sini saja, sampai Frans sadar dan dia baik-baik saja" ujur Billy.
"iya, aku ke kamar dulu, sudah ada suster yang menjaganya, tolong jangan kasi tau Citra dulu, dia baru saja tidur" kata Siska.
flashback on
setelah Alena dan Angel mengantar nya di gerbang rumah mobil yang di kendarai Billy pun datang, dan meminta Citra untuk masuk. di jalan Billy menceritakan jika Vina memang menjalankan rencananya untuk membalas sakit hatinya pada Frans.
setiba di apartemen Frans, Citra melihat Frans tergeletak di ruang tamu. ia pun meminta Billy untuk membawa Frans ke pulaunya supaya Vina tidak bisa menemukannya sampai Frans benar-benar ingat siapa dirinya sebenarnya.
karena setelah mendengar kata Vina di rumahnya kemarin Citra pun sudah meminta temannya yang seorang dokter yang bisa membantu Frans mengingat kembali masa lalunya.
__ADS_1
karena hari sudah larut malam akhirnya Citra pun memutuskan untuk tidak pulang kerumahnya dan bermalam di villa miliknya. walau dia tau pasti keluarganya mencarinya.
flashback off
...****************...
pagi itu Chelsea kembali menangis karena Citra tidak pulang semalaman. dia takut ada sesuatu yang terjadi pada adiknya.
dan jam tiga tadi rumah kediaman Kinara hampir saja di bakar oleh seseorang yang tak di kenal, belum lagi perusahaan yang di pegang oleh Vina hampir saja bangkrut, padahal sebelumnya perusahaan itu sangat berkembang pesat akhir ini.
dan Chelsea tau jika di luar sana ada orang yang sedang mengintai keluarganya.
"sayang makan dulu" kata Ryan membawa nampan berisi nasi dan lauk.
"aku tidak napsu makan mas" sahut Chelsea.
"sudah lah sayang, ini bukan salah mu" kata Ryan.
"jika aku tidak mengijinkan Citra pergi pasti dia tidak akan hilang" ujur Chelsea.
"sayang percaya lah, pasti ada sesuatu yang di urus Citra, dan ada satu hal yang mau aku bicarakan pada mu" kata Ryan.
"apa" sahut Chelsea malas.
"semalam saat aku pergi ke rumah Citra, dan aku masuk ke kamarnya, aku menemukan foto Kevin dan Frans" kata Ryan.
"apa hubungannya dengan Citra?" tanya Chelsea.
"iya, ternyata Frans adalah itu adalah Kevin orang yang selama ini keluarga mu cari" ujur Ryan yang semalam mengorek semua informasi itu.
"apa kamu tidak bohong kan mas, Kevin dan Frans itu sangat beda jauh" kata Chelsea tidak percaya.
"tidak sayang, tapi jangan bilang sama siapa pun dulu, sebenarnya Citra adalah orang yang membuat bibi Kinara depresi, ia telah menculik Kevin di saat usia masih kecil, Citra menaruh dendam pada bibi Karina karena telah membuatnya trauma, bibi Kinara dulu pernah ingin membunuh Citra dia bahkan pernah menyekap dan menyiksa nya. namun Vina yang merasa kasihan pada nya membantu Citra keluar dari penyekapan itu" kata Ryan menjelaskan.
"terus ada apa lagi?" tanya Chelsea penasaran.
"dan kamu tau siapa yang ingin membakar rumah bibi Kinara dan membuat perusahaan yang di pegang Vina mendadak ingin bangkrut, itu perbuatan Vina sendiri, dia marah pada ibunya dan ingin melenyapkan anak ke sayangan bibi Kinara itu Kevin" ujur Ryan.
"tapi kenapa?" tanya Chelsea.
"karena dia merasa cemburu pada Kevin, sayang" sahut Ryan.
"pantas saja Citra begitu histeris melihat bibi Kinara, pasti semua ini karena harta" kata Chelsea.
__ADS_1
"benar sayang bibi Kinara itu tidak suka jika perusahaan kakek diwariskan pada ayah" ucap Ryan