
...Happy Reading...
"ci, gimana kuliah kamu?" tanya Indra.
"lancar yah" sahut Citra menatap ayahnya.
"maaf kan ayah ya, selama ini ayah tidak menafkahi kamu" ujur Indra lirih.
"tidak apa yah, aku jadi mandiri jauh dari ayah, tidak manja" sahut Citra senyum.
"iya anak ibu memang mandiri, hebat lagi" timpal Tania.
"terima kasih bu" jawab Citra.
"besok raf libur, jika kalian tidak sibuk ayah ingin mengajak kalian liburan" ujur Indra.
"liburan kemana yah?" tanya Chelsea semangat.
"kamu mau nya kemana?" tanya Indra.
"aku ngikut saja yah, yang penting liburan" sahut Chelsea. yang memang sangat bosan berada di rumah, dan sekarang Chelsea sedang cuti kuliah karena usia kehamilannya sudah menginjak enam bulan.
"oke, kalau kamu fa?" tanya Indra menatap putranya.
"Bali atau Lombok" sahut Alfa.
"bagaimana, kalian mau kemana?" tanya Indra lagi kepada semua anak dan menantunya.
"ke Bali saja ya, walau kita sering ke sana, tapi kan jarang liburan bersama" ujur Rama.
"oke kita ke Bali, setuju tidak?" tanya Indra minta pendapat. dan semua yang ada di ruangan itu pun mengganguk.
"kapan yah?" tanya Citra.
"besok sayang, jadi malam ini kalian siap-siap" kata Indra.
"oke" sahut Chelsea semangat.
"haha, bosan ya sayang dirumah?" tanya Indra.
"iya yah, sangat bosan" sahut Chelsea.
"tapi di sana janji tidak pencicilan" kata Tania.
"janji bu" sahut Chelsea.
karena Chelsea merupakan anak yang tidak bisa diam dan kadang sering lari atau melakukan hal yang membuat kandungan nya bahaya, maka Tania meminta pihak kampus untuk mengijinkan Chelsea cuti lebih awal.
mereka pun berbincang mengenai banyak hal di ruang keluarga, canda tawa terasa begitu hangat. hingga ponsel Citra menyala.
"mau kemana?" tanya Zio.
__ADS_1
"ke depan sayang, ngecek mobil" sahut Citra.
"untuk apa ngecek mobil?" tanya Zio.
"ada yang ingin aku cari mas" sahut Citra seperti melupakan sesuatu.
"iya udah sana" ujur Zio melanjutkan obrolannya.
Citra berjalan menuju teras, dan melihat mobil Billy sudah terparkir di depan pagar rumahnya.
"buka gerbangnya pak, ada teman saya mau bicara di sebentar" ujur Citra.
"baik non" sahut sapam.
Billy keluar dari mobilnya saat melihat bosnya sudah datang.
"bagaimana bil, bisa?" tanya Citra.
"bisa bos, dia ada di mobil" sahut Billy.
"tadi aku sudah telpon Dirga, aku minta dia untuk menjaga Al, sementara" ujur Citra.
"tapi kenapa harus Dirga, bagaimana jika sesuatu terjadi pada Al nantinya, kenapa tidak tinggal disini saja bos?" tanya Billy.
"besok kami mau liburan, aku bingung harus bilang apa pada mereka nantinya" jawab Citra.
"baik, tapi kita harus cari orang buat mengawasi Al dari jauh" ujur Billy.
"baik lah bos kalau begitu, tapi apakah Al akan tinggal bersama Dirga sampai Vina kembali ke sini lagi?" tanya Billy.
"tidak, setelah aku pulang dari Bali, aku akan mengambil Al, dan dia akan tinggal di rumah ku" jawab Citra.
"baik bos, saya pamit dulu" sahut Billy sambil mengeluarkan barang Al dari mobil. Citra hanya mengangguk.
setelah Billy pergi Citra menghubungi Dirga untuk menjemput Al kerumahnya.
"kita masuk dulu ya sayang" ujur Citra menyeret koper Al dan memegang tangan Al.
"maaf tante, Al akan tinggal sama siapa?" tanya Al.
"Al, untuk sementara Al tinggal di apartemen om Dirga dulu ya, nanti kalau tante sudah tidak ada urusan lagi, Al akan tinggal di rumah tante sampai mami Al datang" ujur Citra lembut.
"iya tante, kita tunggu om Dirga di dalam dulu ya" kata Citra mengusap lembut rambut Al.
"iya tante" sahut Al.
sebenarnya Citra ingin sekali membawa Al tinggal bersamanya di rumah ini, tapi karena Vina tidak menginginkan putranya tinggal bersama mereka, karena dia takut jika keluarganya tau itu putranya, walau nantinya semuanya pasti terbongkar.
"anak siapa itu ci?" tanya Tania, melihat putrinya bersama seorang anak kecil yang baru berusia dua tahun itu, tapi sangat pintar sekali bicara.
"anak teman Citra bu, nanti ayahnya jemput kesini, tadi ada urusan sebentar, jadi pas lewat rumah kita dia menitipkan disini" ujur Citra bohong.
__ADS_1
"oh, sini nak, sama nenek, siapa nama mu?"tanya Tania mendudukkan Al di pangkuannya.
"Alvares nek" sahut Al.
"oh Alvares" ujur Tania gemas.
"berapa usianya ci?" tanya Tania.
"baru dua tahun bu, tapi dia sangat pintar" sahut Citra.
tidak lama kemudian Dirga datang dengan mengunakan topi dan masker. karena dia pernah bertemu dengan Alfa dan Zio di kantor polisi berapa waktu lalu.
"nah itu dia, jemputannya datang" ujur Citra.
"om, tante" sapa Dirga melihat orang tua Citra.
"iya, duduk dulu nak" sahut Indra.
"terima kasih om, tapi aku masih ada urusan tidak bisa lama" ujur Dirga.
"oh begitu, kamu sakit?, kenapa pakai masker?" tanya Indra sedikit heran.
"iya om, wajah ku kena air panas, jadi jelek" sahut Dirga asal.
"oh maaf ya" ujur Indra.
"tidak apa om, ayo Al kita pulang" kata Dirga.
Citra pun mengantar Dirga dan Al ke depan, sampai di sana ia, meminta Dirga untuk menjaga Al dengan baik sebelum ia membawa Al pulang kerumahnya.
"jaga dia dengan baik, jika sampai Al lecet, atau kenapa-napa, jangan salahkan aku jika kaki mu hilang" ujur Citra mengancam.
"galak amat sih ci, gue janji bakal jaga dia selama kamu belum membawa nya pulang ke rumah lo" sahut Dirga.
"iya, ingat pesan saya tadi, aku percaya kamu orang baik, walau nantinya Vina belum tentu menjadi milik kamu" ujur Citra.
"percaya lah pada ku ci, aku tidak akan menyakiti anak dari orang yang aku sayang, walau nantinya dia akan menjadi milik Vito" sahut Dirga.
"aku percaya pada mu dir, titip Al ya, dan ikhlas Vina, jika dia jodoh yang Tuhan siapkan untuk mu kalian pasti bersama. tapi jika nanti Vina akan menjadi milik Vito aku harap kamu tidak membenci mereka" ujur Citra senyum.
"aku ikhlas kan Vina ci, menjadi milik orang lain termasuk Vito, asalkan dia bisa bahagia, jika tidak aku akan merebutnya" sahut Dirga.
"terima kasih dir, sudah mu membantu ku" ujur Citra.
"iya, aku pamit dulu" sahut Dirga masuk ke mobilnya.
setelah mobil yang di kendarai Dirga menjauh Citra pun menelpon Vina untuk memberi tahu bahwa putranya sudah dia ambil dari panti dan sekarang tinggal di rumahnya.
Citra pun masuk lagi kedalam, dan berkumpul bersama keluarganya.
terima kasih sudah membaca novel yang alurnya tidak menentu ini, jangan lupa dukung terus novel ini 🤗
__ADS_1