Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Gigitan Drakula


__ADS_3

Happy Reading


Alena pun sampai di kediaman Citra, iya langsung di ijinkan masuk oleh sapam penjaga. di ruang tamu Citra duduk sambil menonton televisi seraya menantikan kedatangan Alena. Alena adalah seorang pekerja yang mengandalkan ponselnya, sehingga sesibuk apapun iya pasti bisa pergi kemana mana. tidak seperti Angel dan Citra yang terkadang sangat sibuk dengan kerjaan nya.


"hai ci" sapa Alena.


"hai al, silahkan duduk" kata Citra mempersilahkan sahabatnya duduk.


"tumben banget kamu tidak di ijinkan keluar sama Zio" tanya Alena karena baru kali ini ada orang yang melarang Citra untuk keluar.


"aku lagi susah jalan, habis tempur semalam" jawab Citra santai.


"lo berantam sama Zio" tanya Alena polos. padahal iya sangat paling jago dalam bercinta.


"tidak aku ke dapur dulu, ambil makanan untuk mu" ujur Citra berjalan menuju dapur dengan langkah kecil seperti pinguin.


"kok jalan Citra seperti pinguin ya, ah biarin aja" ujur Alena yang kadang ingin tau keadaan orang tapi tidak jadi.


sementara Citra di dapur Alena menonton televisi dan mencari acara yang bagus menurutnya. Citra datang dari dapur dengan membawa dua mangkok salad.


"wah, lo buat salad ci?" tanya Alena yang memang menyukai makanan itu. dan langsung memasukan makanan itu ke mulutnya.


"pelan-pelan aja al makan nya, tidak ada yang mau merebut nya" tegur Citra yang melihat Alena makan seperti ada orang yang akan merebutnya.


"salad buatan lo enak" kata Alena dengan mulut penuh.


"iya... iya" ucap Citra.


mereka pun makan salad itu hingga tandas. Alena meletakan mangkoknya, dan melihat ke arah Citra, hingga iya melihat ada banyak tanda merah di lehernya.


"ci leher lo kenapa?" tanya Alena polos. emang dia tidak tau atau hanya pura-pura.


"habis di gigit drakula semalam" jawab Citra terus fokus ke acara televisi.


"di gigit drakula, emang lo tidur sama drakula?" tanya Alena heran. padahal lehernya juga merah.


"iya al, drakula nya ganas banget" ujur Citra yang juga melihat ada tanda merah di leher Alena.


"kok lo berani sih sama drakula?" tanya Alena sontak membuat Citra tertawa dengan ucapan Alena padahal dulu iya yang sering bilang kalau lehernya di gigit drakula jika ditanya Citra atau Angel.


"hahaha, berani lah kan drakula memberikan kenikmatan" ujur Citra sambil tertawa memikirkan Alena yang tidak nyambung dalam bicara.


"oh my god, lo sama Zio udah begituan?" tanya Alena baru sadar apa yang terjadi setelah iya melihat jalan citra yang seperti pinguin, tidak di ijinkan keluar, dan banyak tanda ke pemilikan di lehernya.


"iya" jawab Citra sambil menganggukan kepalanya.


"kok otak gue jadi lemot sih" kata Alena yang tadi banyak tanya kepada Citra.


"iya al, lebih baik lo berobat lagi deh al, dan akhir-akhir ini lo sering lupa mana lagi mata lo juga kadang tidak begitu jelas melihat" ujur Citra.


tiga tahun lalu sejak baru lulu SMA, Alena dan Citra sempat mengalami kecelakaan yang membuat ingatan Alena menjadi terganggu dan matanya menjadi kurang jelas melihat.


"iya ci, aku rasa juga begitu, kepala ku kadang-kadang juga sering pusing" ujur nya kemudian.


"iya al, ini tidak bisa lo sepelekan" ujur Citra kemudian.

__ADS_1


mereka pun bercerita banyak hal. hingga hari pun telah sore dan tanpa mereka ketahui bahwa Zio sudah kembali dari kantor. Zio menghampiri istrinya yang sedang asik bercanda dengan sahabatnya itu. Alena menutup matanya ketika melihat Zio mencium Citra di depannya.


"up, 21 plus" ujurnya seraya mengintip di selah-selah jarinya.


"eh kayak lo belum pernah" ujur Citra sambil menarik tangan nya karena Alena masih menutup matanya padahal zio sudah berlalu ke kamarnya.


"hehe, iya juga sih" jawabnya nyengir.


Citra menjitak kepala Alena.


"sakit ci, gue lebih tua dari lo kalik" ujur nya sambil mengusap dahinya.


"tua beberapa bulan doang" ucap Citra


"iya sama aja gue tua dari lo" ujue Alena kesal.


"loh kok ngomongin siapa tua sih" ujur Citra yang merasa omongan mereka telah menyimpang.


"siapa suruh lo menjitak kening gue" ujur nya tidak mau kalah


"iya maaf" ujur Citra, kalau tidak urusan akan lebih panjang nantinya.


"eh gue pamit dulu ya, udah sore" ucap Alena kemudian..


"iya hati-hati ya al" ujur Citra sambil mengantar Alena ke depan.


Citra masuk ke kamarnya, iya mencari Zio yang tadi mencium nya di hadapan sahabatnya itu. Citra berjalan ke kamar mandi dan mendengar suara gemericik air, iya masuk ke walk in closet untuk mengambilkan baju Zio dan meletakan nya di atas ranjang.


"Alena sudah pulang sayang?" tanya Zio yang melihat istrinya sudah ada di kamar.


"iya baru saja pulang" ujur Citra seraya menyodorkan pakaian Zio.


"ih mas, jangan dikasi tanda gigitan drakula" ujur nya kesal


"drakula" ujur Zio heran


"iya yang membuat banyak tanda merah di leher ku" ucapnya sambil meraba bibir Zio.


"oh, baik lah kalau begitu akan ku gigi semangkin banyak" ujur Zio licik.


"jangan mas, besok aku kuliah malu di lihat orang" ucap nya


"oke baik lah, aku mau ini" ujur Zio sambil mengusap bagian sensitif Citra.


"ah boleh sayang" jawab Citra yang sudah bergairah.


"boleh apa?" tanya Zio memancing.


"boleh masukan ular mu ke dalam" ucap nya sambil menggerakan pingulnya minta di sambut.


Zio pun melakukan apa yang mereka lakukan semalam selama berjam-jam sampai mereka mendapatkan pelepasan.


"kamu capek sayang?" tanya Zio.


"iya mas, aku mau mandi" ujur Citra kemudian.

__ADS_1


"baiklah" ucap Zio sambil melepaskan Citra dari pelukan nya.


sementara Citra membersihkan diri Zio menelpon bik Lila untuk mengantarkan makanan ke kamarnya.


"sayang makan dulu, nanti ganti baju nya" ujur Zio yang melihat istrinya keluar dari kamar mandi dan hendak melangkah ke walk in closet. Citra pun menghampiri zio.


"loh kok makan disini?" tanya Citra melihat banyak makanan di atas meja.


"makan disini saja sayang, kamu pasti sudah lapar" ucap Zio yang langsung mendapatkan anggukan dari Citra.


mereka pun makan malam bersama di dalam kamar. dan melanjutkan dengan bercerita mengenai perusahaan. sehingga Citra lupa memakai pakaian nya, iya pun tertidur di atas dada suaminya.


...****************...


"ada apa nek?" ujur Alfa dengan nafas tersegal karena kaget.


"tolong bawa bibi mu ke rumah sakit, dari tadi nenek menghubungi ayah mu tapi tidak di angkat" ujur nenek Rita panik.


"kenapa dengan bibi?" tanya Alfa lagi.


"nenek tidak tau, tadi dia pingsan di kamarnya" kata nenek Rita yang memang baru saja datang ke rumah anaknya setelah tadi pelayan menghubunginya.


"baik lah nek" ucap Alfa mengendong bibi nya yang sangat kurus itu.


Alfa meletakan bibi nya di dalam mobil dengan nenek Rita di samping nya. Karina Pramana adik dari Indra Pramana yang merupakan anak dari Rita Pramana ini sudah bertahun tahun mengalami depresi akibat iya kehilangan putranya Kevin Putra Pramana, yang sampai saat ini belum mereka ketahui ada dimana.


setiba di rumah sakit Kirana langsung ditangani oleh dokter yang sering menanganinya selama bertahun tahun.


"bagaimana dok?" tanya Nenek Rita.


"ibu Kirana kena serangan panik bu" ujur dokter.


"apa penyebabnya?" tanya nenek Rita.


"itu di sebabkan oleh rasa takut jika anak memang sudah tidak ada lagi" ucap dokter yang membuat nenek Rita menjadi terdiam.


Keluarga Pramana sampai saat ini masih saja terus mencari keberadaan penerus perusahaan Pramana multimedia yang sudah berkembang semankin maju di seluruh Asia ini, dan memasarkan produk produk terbaik setiap bulannya. perusahaan ini merupakan perusahaan yang di bangun oleh Arifin Pramana kusus untuk putrinya Kirana satu minggu sebelum anaknya menghilang. sekarang perusahaan ini di pimpin oleh Alvina Putri Pramana adik dari Kevin.


"bun, kenapa dengan Kirana?" tanya Indra panik. iya baru saja tiba bersama Ayahnya


"apa Kevin masih hidup ya In?" tanya nenek Rita lirih.


"bun, Ayah yakin Kevin masih hidup, jika dia sudah tidak ada lagi, kenapa sampai sekarang jasadnya belum di temukan" ujur Kakek Arifin


"iya bun, kita masih selalu berusaha mencarinya keberadaan Kevin" ucap Indra menata bundanya yang merasa sedih dengan apa yang menimpa cucunya itu.


"kasihan Kirana yah" ujur nenek Rita terinsak melihat nasib putrinya.


"iya bun, berdoa saja semoga Kevin cepat ketemu dan Kinara bisa sembuh lagi " ujur kakek Arifin sambil menenangkan istrinya.


Malam itu Indra kembali meminta semua orang untuk bergerak lagi mencari keberadaan Kevin, saat ini kondisi fisik Kirana sangat terguncang sehingga iya engan untuk bangun kembali. Di apartemen Frans kembali membuka buku yang Citra berikan kepadanya buku itu adalah salah satu cara untuk memulihkan ingatan Frans akan keluarganya,


lima bulan yang lalu Citra kembali mengingatkan Frans akan kehidupannya di masa lalu. kali ini Citra nekat untuk mengembalikan kembali Frans pada ibunya dan memulihkan kembali ingatannya akan keluarganya. walau nantinya iya akan menerima semua perbuatan yang iya lakukan, dendam telah membawa derita pada keluarganya yang sudah menghabiskan banyak uang untuk mencari keberadaan sepupunya, yang iya sembunyikan itu.


**terima kasih sudah membaca

__ADS_1


jangan lupa like, vote, dan komen.


🙏🙏🙏🙏**


__ADS_2