
"maaf pak, tahan emosi anda, semua akan kami proses sesuai hukum yang berlaku" ujur polisi.
"kita pulang fa" kata Zio.
"aku tidak akan biarkan kamu bebas vito" kata Alfa dengan emosi.
"kita masuk mas" ujur polisi membawa Vito kembali ke tahanan.
"kurang ajar" teriak Alfa dengan amarah yang memuncak.
"silahkan pergi pak, kami akan segera menyidangkan kasus ini" ujur polisi.
"baik lah pak, semoga manusia itu bisa meratapi semua kesalahannya" sahut Alfa.
Alfa dan Zio pun masuk ke dalam mobil nya bersamaan dengan Dirga yang tadi sangat bahagia melihat Vito di gebuk oleh Alfa.
di dalam mobil Alfa meredakan amarahnya tentang apa yang dilakukan Vito terhadapnya, yang dulu menjadi teman namun ternyata di balik semua itu ada maunya, yaitu harta hanya harta yang sangat Vito cari sekarang.
"fa, habis ini kita mau kemana?" tanya Zio membuka pembicaraan.
"ke apartemen Vina, aku ingin bicara padanya" sahut Alfa.
"iya fa, tapi jangan lama tadi Citra minta di belikan bakso" ujur Zio.
"tidak zi, aku hanya ingin melihat kondisinya saja" sahut Alfa senyum.
"oke, fa lain kali kamu jangan melakukan hal yang bisa membuat mu terseret masalah, seperti tadi kamu bisa saja di tahan" ujur Zio.
"maaf zi, tapi gue lakukan semua ini untuk keluarga gue" kata Alfa sedih dengan apa yang terjadi pada Vina.
"apa kamu juga akan melakukan hal yang sama jika kehilangan Kevin itu perbuatan seseorang?" tanya Zio yang tahu jika Citra yang sudah menculik Kevin dan membuat ia kehilangan ingatannya.
"iya, aku tidak akan diam jika menyangkut keluargaku, apalagi Kevin sudah bertahun tahun hilang entah dimana. apa orang itu tidak mikir apa bagaimana rasa kehilangan" ujur Alfa
"bagaimana jika pelaku keluarga kamu sendiri fa?" tanya Zio
"apa maksud kamu zi?, apa kamu tau dimana Kevin sekarang?, atau kamu tau apa Kevin masih hidup atau tidak?" tanya Alfa menyelidik.
"tidak fa, aku tidak tau Kevin dimana, cuma bertanya saja" sahut Zio santai.
"itu ada warung bakso enak di sana, kita makan dulu, sekalian beli pesanan Citra, lagian ini juga tidak jauh lagi" kata Alfa menunjukkan warung bakso, Zio pun mengganguk
Zio menepikan mobilnya, mereka pun memilih tempat duduk di pojok ruangan.
"zi, besok gue masih minta tolong, buat temanin gue ke Bali" ujur Alfa.
"iya fa, kalau Citra mengijinkan" sahut Zio sambil membalas pesan Citra.
"oke lah kalau begitu" kata Alfa.
...****************...
Citra melajukan mobilnya menuju rumah ayahnya yang sudah lama ia tinggalkan. sebelum Zio datang ia harus lebih dulu sampai. setelah tadi ia di buat takut dengan orang yang sudah meneror rumahnya. kejadian kejadian itu juga pernah terjadi di pulau miliknya setelah di ancam selama satu bulan, mereka pun merampok dan hampir melenyapkan nyawa pak Dadang.
dengan adanya Billy sehingga membuat Citra menjadi sedikit tenang, walau dia tau bahwa surat yang ia terima bukanlah ancaman tapi malah ingin membantunya membalaskan dendamnya. namun ia tidak akan percaya semudah itu ada sesuatu yang di inginkan oleh pelaku.
dan Vito lah orang yang sangat Citra curigai sampai sekarang karena hanya dia lah orang yang selalu menerornya.
__ADS_1
"baru pulang ci?" tanya Chelsea.
"iya kak, aku ke kamar dulu ya"sahut Citra.
"oke deh" kata Chelsea.
"Citra udah datang chel?"tanya Tania dari dapur mendengar Chelsea bicara.
"udah bu, baru saja masuk" sahut Chelsea.
"dia kerja apa sih, kenapa tidak berhenti saja udah ada suami juga yang kerja" kata Tania duduk di depan Chelsea.
"kalau itu, ibu tanya pada Citra" sahut Chelsea.
"bawa kesini itu" tunjuk Tania.
"apa bu?" tanya Chelsea tidak mau memberikannya.
"bawa kesini tidak" kata Tania lagi.
"ini bu" ujur Chelsea dengan mata berkaca kaca.
"maaf sayang, tapi ini mie setan, tidak baik untuk mu" kata Tania.
"iya" jawab Chelsea meninggalkan ibunya.
Tania berjalan ke dapur untuk membuatkan mie goreng kesukaan putrinya sebagai ganti mie pedas tadi.
"bikin apa bu?" tanya Citra yang baru saja turun dari lantai dua.
"mie goreng ci, kamu mau?" tanya Tania senyum.
"ya udah bantu ibu masak" kata Tania.
"wanginya, ibu masak apa?" tanya Rafael yang baru saja datang.
"kau bau raf, mandi sana" usir Citra.
"nanti aja kak aku lapar" sahut Rafael.
"mandi tidak" kata Citra mencubit telinga adik nya.
"jahat bangat sih kak" kata Rafael meninggalkan dapur.
"bukan jahat raf, mandi dulu, nanti kita makan bersama" ujur Citra.
"iya" jawab Rafael.
tidak lama Zio dan Alfa pun datang dengan kantong di tangan nya.
"mas, aku kangen" kata Citra menghambur ke pelukan Zio.
"sayang jangan lari lari begitu" kata Tania menggeleng.
"tu dengar apa kata ibu, di sini kan ada dedek" ujur Zio mengusap perut rata Citra.
"maaf mas, mana bakso pesanan aku" tagih Citra.
__ADS_1
"ini, satunya buat kak mu" kata Zio.
"oke bos, panggilkan kak Chelsea ya" ujur Citra saat melihat suaminya dan kakaknya berjalan menuju kamar.
Citra pun kembali membantu ibunya di dapur, dengan mulut yang tidak berhenti mengunyah makanan. setelah masakan selesai Tania memanggilkan anaknya untuk makan malam bersama.
"ayah mana bu?" tanya Rama.
"di tempat rehabilitas, jagain bibi mu, dia ngamuk, karena Vina tidak mau pulang sudah satu bulan ini" jawab Tania.
"Vina tidak mu pulang, kemana dia?" tanya Alfa.
"di luar negeri, ada kerjaan, dan dia juga tidak mau menemui ibunya" kata Tania.
"oh pantas saja tadi aku ke sana dia tidak ada" ujur Alfa.
"nanti ngobrolnya, kita lanjut makan dulu" kata Tania.
setelah makan malam Citra pun langsung tertidur setelah tadi dia menghabiskan dua mangkok mie dan satu mangkok bakso.
subuh nya Citra terbangun dan tidak bisa tidur lagi, dan ia pun mulai menggangu suaminya.
"kenapa sayang?" tanya Zio yang baru bangun merasakan ada yang menusuk pipinya.
"tidak bisa tidur lagi" jawab Citra nyengir sambil menyentuh adik kecil Zio.
merasakan tangan istrinya menyentuh adiknya, membuat Zio bergairah. tanpa aba iya mencium bibir istrinya hingga tubuh keduanya pun polos.
Zio melahap dua benda kembar istrinya, puas dari situ ia turun ke bawah dan menjalurkan lidahnya di sana membuat Citra teriak ke enakan.
"maass,,, sudah,,, aku tidak lagi,," kata Citra mengingikan yang lebih.
Zio pun menyudahi permainan mulutnya dan memposisikan tubuhnya di paha Citra yang sudah terbuka lebar. penyatuan pun terjadi di subuh yang dingin itu pun menjadi panas. di kamar itu pun terdengar hanya suara ******* Citra.
satu jam kemudian Citra pun mencapai pelepasannya.
"mass,, aku mau pipis,," teriak Citra.
"kita keluarkan sama sama sayang" sahut Zio terus berpacu.
"aaaaakh" teriak keduanya bersamaan setelah mendapatkan pelepasan bersama.
Zio membaringkan tubuhnya di samping istrinya dan tersenyum melihat Citra.
"mas, banyak bangat tadi" kata Citra.
"iya, kamu suka kan" kata Zio.
"suka mas, aku mau bobok lagi" kata Citra memeluk Zio.
"iya sayang" ujur Zio mencium kening istrinya.
subuh itu pun mereka kembali dalam mimpinya setelah melakukan kegiatan panas mereka.
...**Happy Reading...
...Vote, like dan komen ya...
__ADS_1
...terima kasih**...