Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Terkurung


__ADS_3

Pagi ini Alfa sudah di pindahkan ke ruang rawat, dan ia harus di rawat di rumah sakit untuk berapa hari. Dan sesuai dengan perintah Rama waktu itu Alena pun setia menemani Alfa.


siang ini Nancy datang bersama Jonas, sepanjang perjalanan mulut Nancy tidak berhenti menggerutu karena kesal dengan Jonas yang semalam malah mengajak nya bercinta hingga ia bangun kesiangan.


"udah dong bun, marahnya" ujur Jonas.


"lagian kamu sih mas, malah ngajak bercinta segala jadi siang kan kita ke rumah sakitnya" sahut Nancy kesal.


"maaf, tapi kamu juga menikmati nya, jadi mas tidak tahan buat goyang terus" kata Jonas membela diri nya.


"iya nikmat, tapi jangan tengah malam juga mas, aku tidak bisa tidak tidur dengan pulas jika habis bercinta" sahut Nancy.


"iya, sudah jangan di bahas lagi, mas jadi pengen ini" ujur Jonas menatap Nancy.


"awas saja kalau berani macam-macam" ancam Nancy.


"mas kan tahan sampai kita pulang kok" sahut Jonas.


"sudah tua masih saja mesum, tidak malu apa sama anak" kata Nancy dimana waktu dulu Rianti pernah menanyakan pada Nancy saat ia mendengar suara ******* bundanya.


"itu kan kewajiban Bun, untuk apa malu mereka juga sudah besar" sahut Jonas.


keduanya pun bicara sepanjang jalan hingga mobil tiba lobi rumah sakit, Nancy yang tidak sabar ingin melihat putranya itu pun meninggalkan kan Jonas sendiri yang lagi memarkirkan mobilnya.


"Bun tunggu kenapa" kata Jonas.


"mas bukan anak kecil lagi yang harus di tuntun jalannya, aku duluan" sahut Nancy. berlari di lorong rumah sakit, Jonas pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.


sampai di ruang Alfa, Nancy langsung masuk dan memeluk putranya.


"terima kasih sudah bangun nak, dan tidak pergi meninggalkan kan bunda, bunda sayang banget sama kamu, jangan seperti ini lagi ya, bunda takut sayang" kata Nancy memeluk anaknya dengan air mata yang sudah menetes.


"iya Bun, Alfa akan berhati-hati lagi dalam berkendara, bunda jangan nangis" sahut Alfa.


"bunda senang nak" ujur Nancy mencium dahi putranya.


"iya Bun, terima kasih sudah menemani Alfa selama di sini" sahut Alfa.


"hai jagoan, gimana udah sehat belum?" tanya Jonas dengan senyuman nya.


"udah mendingan pak, bentar lagi juga boleh pulang, tidak sabar ingin bertemu dengan Citra" ujur Alfa.

__ADS_1


"syukur lah, bapak tau kamu kuat" kata Jonas mencium dahi putranya sambungnya yang membuat Alfa terdiam dan ini pertama kali nya ayah sambung nya itu mencium nya.


"terima kasih pak udah mendoakan Alfa, dan udah baik dan sayang pada Alfa" sahut Alfa senyum.


"kamu juga anak bapak, sama seperti Chelsea, Rama dan Rianti, sekarang istirahat biar cepat pulih" kata Jonas.


"iya" sahut Alfa dan membenarkan baringnya dengan tangan yang sudah menggenggam tangan Alena.


"maaf mas, aku ijin pulang dulu ya, nanti sore ke sini lagi" ujur Alena sebelum Alfa tidur.


"tidak boleh, kamu akan tetap di sini sampai aku sembuh" sahut Alfa mengeratkan genggaman tangan nya.


"iya mas, aku akan tetap di sini sama. kamu, tapi aku mau pulang dulu mau mandi" ujur Alena.


"tidak, tidak bisa, kamu tetap cantik walau tidak mandi" sahut Alfa.


"gerah mas, bau jika tidak mandi" kata Alena resah.


"aku suka bau kamu" sahut Alfa yang memang tidak mau melepaskan Alena sedikit pun.


"ya sudah, aku di sini saja, tidak kemana mana, tidak mandi juga, tapi aku lapar mau ke kantin dulu" kata Alena kemudian.


"iya mas" kata Alena beranjak setelah Alfa melepaskan tangannya.


ia berjalan ke kantin dengan wajah yang cemberut dari semalam ia belum mandi dan sampai sekarang.


"kakak sama adik, tidak ada bedanya sama-sama ngeselin dan pemaksaan, masa aku tidak di suruh mandi, mana baju aku dibawa kak Rama pulang lagi" ujur Alena bicara sendiri.


"namanya juga anak Nancy pasti ngeselin" sahut orang di belakang Alena yang membuat nya langsung memutarkan badan nya.


"om Indra" kata Alena kaget.


"kamu mau mandi?" tanya Indra senyum pada calon menantu nya, karena dari semalam sampai sekarang Alfa tidak mau di tinggal sama sekali oleh Alena.


"iya om, tapi anak om tidak mengijinkan aku pulang buat mandi, karena baju aku di bawa kak Rama pulang semalam" sahut Alena.


"iya, itu lah Alfa Al, jika sudah cinta sulit untuk nya melepaskan nya" ujur Indra.


"iya aku tau om, tapi masa aku tidak di ijinkan mandi" kata Alena cemberut


"udah tidak usah cemberut begitu, baru anaknya belum lagi bundanya nanti kamu sudah mengeluh" kata Indra.

__ADS_1


"emang Tante Nancy kenapa?" tanya Alena penasaran.


"jika kamu sudah nikah dengan Alfa, Nancy akan lebih parah dari pada Alfa, dia kan mengurung mu dan memperhatikan mu layak seperti tuan putri" kata Indra tertawa.


"apa begitu, aku tidak mau jika di kekang, tapi Citra tidak di perlukan seperti itu" sahut Alena.


"karena Citra itu tidak mau menuruti kemauan nya, kamu tanya Rianti sana kalau tidak percaya" ujur Indra.


"ya udah lah om, aku makan dulu" kata Alena pasrah, dan sudah pasti ia akan menikah Alfa cepat atau lambat itu saya kan terjadi, apalagi mamanya yang sangat menyukai Alfa jika ia tau sikap Alfa pada putrinya nya.


"ini untuk kamu beli baju di butik depan rumah sakit, tapi jangan lama, nanti Alfa akan maksa buat cari kamu, dan mandi nya di kamar mandi ruang Alfa saja" kata Indra.


"terima kasih om, tapi aku punya uang untuk beli baju om" sahut Alena tidak enak.


"terima saja, tidak bagus nolak rejeki" ujur Indra.


"terima kasih om" sahut Alena mengambil uang dari Indra.


ia pun kembali ke ruangan Alfa dengan membawa kantong plastik di tangan nya.


"Kenapa lama?" tanya Alfa melihat Alena memindahkan bubur ayam ke dalam mangkuk.


"tadi habis beli baju dulu, aku mau mandi mas gerah" sahut Alena berjalan ke kamar mandi.


"jangan lama mandinya" teriak Alfa


yang membuat Tania dan yang lain hanya menggeleng kan kepalanya.


sesuai permintaan Alfa, Alena menyelesaikan mandinya hanya Lim menit saja, ia keluar dengan wajah yang lebih segar dari pada tadi.


"Al, besok kamu temani Alfa saja di sini tidak usah kemana mana, nanti bunda minta orang yang antara kan makan buat kamu dan baju ganti kamu" ujur Nancy.


"tidak usah Tante, aku bisa beli sendiri" sahut Alena.


"udah nurut saja, nanti kamu capek lagi, ke sana ke sini" kata Nancy.


akhirnya Alena hanya pasrah dan menuruti kemauan Nancy yang tidak ingin dia capek karena mengurus Alfa, padahal Alena juga ingin keluar dari ruangan itu untuk sekejap sambil menghirup udara segar.


**Happy reading.


Terima kasih, like, vote, dan komen ya**.

__ADS_1


__ADS_2