
Setelah menghabiskan sate buatan ibunya, Citra terkapar di tempat tidur karena kekenyangan. sore itu Zio pun pulang dari kantornya melihat istrinya lagi sedang tertidur pulas. dengan lembut Zio membangunkan nya.
"sayang" panggil Zio lembut.
namun Citra tidak merespon nya sama sekali.
"sayang, bangun sudah sore" kata Zio mengguncang lembut bahu Citra.
"sayang"
"bangun"
"sudah sore" ujur Zio namun Citra hanya mengubah posisinya.
"bangun sayang, sudah sore kamu tidak mandi" kata Zio lagi. melihat istrinya susah untuk di bangunkan Zio pun membiarkan wanita itu tidur sepuasnya.
Zio beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. setelah selesai dengan bersih-bersih, ia turun ke bawah dan bergabung dengan kakak dan adik iparnya.
"zi, besok boleh tidak temani aku ke Bandung?" tanya Alfa saat melihat Zio datang.
"ada acara apa ke sana?" tanya Zio balik sambil duduk di samping Rama.
"melihat pembangunan villa gue di sana" ujur Alfa.
"oke deh" sahut Zio.
mereka pun berbincang seputar dunia bisnis, hingga Frans datang untuk menemui Citra.
"maaf menggangu waktunya, saya mau bertemu dengan Citra" kata Frans yang masuk di antar oleh sapam.
"ada perlu apa dengan istri saya?" tanya Zio menatap lekat wajah Frans.
"saya asisten Citra, ada yang mau saya sampaikan pada nya" ujur Frans.
"siapa nama kamu?" tanya Zio lagi.
"saya Frans Nelson" sahut Frans membuat Zio kaget karena berapa bulan lalu sebelum ia menikah dengan Citra, ia pernah mendengar tentang Frans merupakan seorang arsitek yang menerima banyak penghargaan dari pengusaha lain yang menggunakan tenaganya.
"sebentar, silahkan tunggu dulu di ruang tamu, saya akan panggilkan Citra dulu" kata Zio beranjak.
"eh mau minum apa?" tanya Zio berbalik.
"terima kasih, apa yang ada saja" sahut Frans menuju ruang tamu.
__ADS_1
"eh mau kemana lo ke dapur, emang Citra di dapur apa" kata Rama.
"nemuin ibu, minta bantu buat bangunin Citra dari tadi saya bangunkan, tapi masih juga terlelap" sahut Zio di balik pintu.
Tania pun naik ke lantai dua untuk membangunkan Citra, Citra pun bangun dan langsung membersihkan tubuhnya. Citra pun turun dengan wajah yang sudah segar.
"ada apa kak?" tanya Citra saat telah duduk di samping Frans.
"ada berkas yang harus kamu tanda tangan" sahut Frans menyerahkan berkas-berkas.
"oh iya kak, terima kasih ya" ujur Citra menandatangani berkas yang Frans berikan.
"ada lagi kak?" tanya Citra.
"iya besok ada meeting jam sembilan dengan dengan pihak hotel Pendawa" kata Frans.
"oke baik lah kalau begitu, besok aku datang" sahut Citra.
"kalau begitu kak pulang ya, terima kasih minumnya, jangan lupa makan" nasehat Frans.
"oke" kata Citra sambil tersenyum.
setelah Frans pulang Indra yang melihat pembicaraan Citra dan Frans, membuatnya merasakan sesuatu yang aneh dalam diri Frans itu, ia merasa bahwa Frans adalah bagian dari keluarga Pramana. hingga Indra pun teringat dengan Kevin keponakanya yang hilang sekitar belasan tahun yang lalu, sikap dan suara Frans sangat sama dengan Kevin namun wajahnya sangat berbeda.
malam itu di rumah Citra, para pelayan dan sapam di buat panik dengan penyusup yang masuk kedalam rumah.
tiba-tiba saja semua lampu di rumah itu padam, Tia yang terbangun karena mati lampu dan mendengar suara jatuh benda di luar membuat dia keluar dari kamarnya.
namun saat melihat ke arah jendela ia melihat lampu di rumah tetangga tidak padam, Tia pun berjalan ke arah dapur dan melihat ada seseorang yang mengunakan topeng di rumah itu, ia pun meraih telponnya dan menghubungi sapam yang berjaga di depan.
ketiga sapam itu pun heran melihat lampu seketika mati. setelah menerima telpon dari Tia kedua sapam itu pun masuk kedalam rumah untuk mengecek isi rumah.
"kenapa bisa mati lampu ya si?" tanya bik Laras pada Sisi yang sama pelayan di situ.
"tidak tau juga bik" jawab Sisi.
"mbak, bik, kalian tidak apa-apa kan?" tanya Tia berlari dari dapur yang hanya mengunakan senter ponselnya.
"tidak apa ti, kamu kenapa?" tanya bik Laras.
"ada orang bik di rumah ini" ujur Tia panik.
"orang bagaimana?" tanya Sisi.
__ADS_1
"pakai topeng" kata Tia membuat kedua orang panik.
"bagaimana ada orang masuk kesini, bukan kah didepan di jaga" kata bik Laras.
"saya juga tidak tau?" Kata Tia.
"dimana orang nya?" tanya sapam.
"di dapur pak" sahut Tia dan lampu pun hidup kembali.
"coba kamu cek saklar listrik nya" perintah bik Laras pada salah satu sapam ia pun pergi untuk mengecek, sampai di sana ia mendapatkan bekas kaki.
setelah mengecek semua isi rumah pintu dan jendela semuanya aman namun dari mana orang itu masuk, dan sapam yang bertugas juga di pos bilang tidak ada orang yang keluar lewat gerbang setelah lampu hidup.
karena takut akan terjadi apa-apa bik Laras meminta Tia untuk menghubungi Billy salah satu orang yang di tugaskan Citra untuk menjaga keamanan rumah nya.
Billy pun datang dari pulau dan meminta anak buahnya untuk mencari tau motif dari orang yang masuk ke rumah dan siapa orangnya.
"besok tolong sampaikan ini pada bos" ujur Billy.
"iya pak" sahut Tia.
"sekarang kalian tidur di satu kamar saja, dan kunci pintu nya" kata Billy.
"baik pak" jawab Tia
"waspada saja, jangan lupa hubungi saya jika ada apa-apa, saya sudah perintahkan orang untuk menjaga rumah ini" ucap Billy dan Tia hanya menggunguk.
Tia pun masuk untuk menemui bik Laras dan Sisi, Tia merupakan putri dari bik Ina yang ikut bersama Citra pulang ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah.
"bik, kita tidur di kamar saya saja" kata Tia
"iya kamu panggilkan Sisi di ruang tengah dia lagi membersihkan pecahan kaca tadi" ujur bik Laras.
"baik bik" sahut Tia.
Di kamar Citra seorang wanita tertawa melihat seisi rumah itu panik dan ketakutan, dan dia lah pelakunya ia masuk saat sore tadi saat para sapam lengah. dan pagi tadi dia lah orang yang melempar kan batu ke rumah itu hingga kaca jendela pecah
saat semua orang sudah tidur ia berjalan menuju dapur untuk mencari makan untuk nya, dan setelah itu dia mulai menjalankan aksinya dengan mematikan saklar lampu dan memecahkan pot kaca hingga mengunakan topeng untuk menakuti orang rumah.
tidak ada yang tau untuk saat ini, jika dia ada di dalam rumah itu. dan siapakah wanita itu?, apa maunya?, dan untuk apa dia ada di kamar Citra?, dan apa yang di inginkan dia?.
...**Happy Reading...
__ADS_1
...terima kasih sudah membaca dan untuk like, komen, dan vote**....