Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Berita bahagia


__ADS_3

Zio tersenyum melihat wanita cantik yang tidur dengan berbantalkan lengannya. ia kembali mengingat bibir manis itu menyebut namanya sepanjang kegiatan panas mereka.


Zio meraba bibir itu dengan lembut, satu kecupan mendarat di bibir istrinya. Citra membuka matanya merasakan ada yang menggangunya. Citra menyembunyikan wajahnya di dada bidang Zio, ia sangat malu dengan apa yang ia ucapakan semalam, walau itu bukan yang pertama ia dan Zio melakukan nya tapi entah mengapa ia merasakan yang berbeda.


"kita mencobanya sekarang" kata Zio menatap Citra.


"coba apa?" tanya Citra tidak mengerti.


"sebentar" ucap Zio beranjak dari tempat tidur, berjalan menuju meja rias Citra dengan tubuh polosnya.


"mas pakai handuk" teriak Citra. Zio hanya nyengir dan menampakan gigi putihnya.


ia mengambil benda itu dan memberikan pada Citra. Citra termenung melihat benda itu ia tidak menyangka kalau suaminya sudah memikirkan nya.


"bagaimana kita coba sekarang?" tanya Zio menatap netra Citra.


"iya mas, tapi tolong ambilkan wadah di dapur" ujur Citra.


"apa nya yang di ambil, wadah kan banyak" ucap Zio.


"terserah kamu saja" kata Citra. sembari duduk di tepi ranjang.


Zio pun turun kebawah untuk mengambilkan wadah. Citra menatap benda itu dan meraih bathrobe yang ada di samping ranjangnya.


Zio berjalan menuju dapur, melihat di dapur lagi sedang ada pelayan di sana, ia mengambil sebuah cawan emas pajangan mertuanya yang ada di ruang keluarga dan kembali ke kamar. Citra menatap Zio sejenak.


"mas, wadah mas bukan cawan pajangan ibu" ujur Citra heran.


"ini juga wadah sayang" kata Zio senyum.


"kamu ini nanti ibu marah lo" ucap Citra menatap Zio.


"tidak akan marah sayang, jika hasilnya nanti positif ia bakal merelakan cawan itu kamu kencingi" ujur Zio nyengir.


"kamu itu, awas saja kalau ibu marah, kamu yang tanggung jawab" kata Citra meraih cawan itu dari tangan Zio. dan berjalan menuju kamar mandi.


"aku ikut ya sayang" ucap Zio.


"tunggu saja di sini, kalau kamu ikut nanti tidak jadi" ujur Citra menutup kamar mandi


Zio pun hanya diam termenung mendengar kata istrinya. dengan terpaksa Citra mengencingi cawan emas ibunya, ia mulai mencelupkan alat itu ke dalam cawan itu. Citra meletakan alat itu di atas toilet, ia membalikan badannya dan menghadap ke arah kaca.


setelah menunggu berapa menit Citra menutup mulutnya saat melihat dua garis merah. ia tidak menyangka secepat itu dia di berikan kepercayaan. Citra keluar dari kamar mandi dengan tangis nya dan memeluk suaminya dengan erat.


melihat istrinya menangis Zio meraih benda kecil itu dan melihat dua garis merah ia seketika pun menangis.


"sayang" ucap Zio memeluk erat istrinya.


"aku hamil mas, aku takut" sahut Citra dalam tangisnya.

__ADS_1


"kenapa takut?" tanya Zio mengendurkan pelukannya.


"aku takut, tidak bisa menjaganya mas" ujur Citra.


"sudah tidak usah takut, mas akan bantu untuk menjaganya" kata Zio.


"benaran mas" ujur Citra menatap netra suaminya.


"iya sayang, yang penting kamu istirahat yang cukup terus makan makanan yang bergizi supaya dia sehat" kata Zio mengusap perut rata Citra.


"terima kasih mas" ucap Citra kembali memeluk suaminya.


Tania berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan mereka. saat melintas di lemari pajangan ia melihat cawan emas yang ia beli di Paris satu tahun lalu. Tania mengedarkan pandangan ke semua ruangan namun cawan itu tidak ada. ia pun berlari ke dapur untuk menanyakan pada maid.


"Susi dimana cawan emas saya, yang ada di lemari pajangan?" tanya Tania.


"saya tidak tau bu, tadi masih ada" ujur Susi bingung


"sekarang sudah tidak ada" kata Tania.


"kemana ya bu, apa dia jalan ya?" tanya Susi.


"mana bisa cawan emas jalan, emang dia punya kaki" ujur Tania kesal.


"oh iya ya bu, tidak ada kaki" kata Susi.


"cepat cari, apa di rumah ini ada pencuri" kata Tania kesal karena ia tidak suka jika benda pajangan nya di pindahkan atau di ambil begitu saja.


Tania berjalan menuju ruang CCTV, iya mengecek CCTV di ruang keluarga, ia masih truma dengan apa yang terjadi dua tahun lalu rumah mereka di masuki oleh maling. saat melihat siapa pelakunya Tania hanya menganga. ia keluar dari ruang itu dan pergi ke kamar putrinya.


"ibu" kata Citra kaget melihat ibunya ada di depan pintu.


"mana Zio?" tanya Tania.


"ada apa bu?" kata Zio muncul dari belakang Citra.


"dimana cawan emas ibu?" tanya Tania menjewer kuping Zio.


"ampun bu, cawannya sudah di kencing Citra" kata Zio meringis sambil tertawa.


"mas, apaan sih, kan kamu yang ambilnya" kata Citra kesal.


"di kencing, emang toilet kalian sumbat apa?" tanya Tania berdecak pinggang.


"maaf bu, cawan nya di ambil Zio untuk wadah buat tes pack nya." ujur Citra takut.


"apa, gimana hasilnya" jawab Tania senyum.


"hasilnya positif lah bu," kata Zio senyum sambil mengelus perut Citra.

__ADS_1


"benar sayang?" tanya Tania menatap Citra.


"benar bu" ujur Citra dan Tania memeluk erat putrinya.


"ibu relakan cawan emas ibu untuk anak mu" kata Tania menghujani wajah Citra dengan ciumannya.


mendengar jawaban ibunya Citra menatap suaminya dan mereka pun tertawa.


"ada apa ini, senang bangat tampaknya?"tanya Ryan yang baru saja keluar dari kamarnya.


"kamu mau tau kenapa ibu senang?" tanya Tania pada Ryan.


"apa emang" kata Ryan.


"ibu akan punya dua cucu" ujur Tania senyum.


"kamu hamil ci?" tanya Ryan menatap Citra.


"iya kak" jawab Citra senyum.


"ah syukurlah, rumah ini bakal ramai nantinya" kata Ryan tidak sabar menantikan kelahiran anaknya.


"wah ada yang engak sabar menantikan kelahiran anaknya" ujur Zio.


"boleh aku menyapanya, aku kan om nya"kata Ryan.


"boleh om" kata Citra meniru suara anak kecil.


"hai, keponakan om, sehat-sehat ya di dalam" ucap Ryan mengusap perut Citra.


"ada apa kok pada ngomongin om?" tanya Chelsea menatap adiknya.


"Citra hamil chel, jadi anak kita ada temanya nanti" kata Ryan.


"kamu hamil dek, kakak senang dengarnya" ujur Chelsea kegirangan.


"eh, jangan loncat-loncat" teriak Tania.


"maaf bu, aku lupa" ujur Chelsea takut.


"kebiasaan kamu" kata Ryan mengusap perut istrinya.


Chelsea menghampiri Citra dan mendekatkan perut buncitnya di perut Citra.


"selamat ya dek" ujur Chelsea senyum.


"terima kasih kak" jawab Citra menciumi perut buncit kakaknya.


mereka pun berjalan menuju meja makan, sampai di sana Tania langsung mengumumkan kehamilan Citra pada yang ada di meja makan. mendengar kedua putrinya sama-sama hamil Indra langsung mengajak mereka liburan di Bali.

__ADS_1


...**Happy Reading...


terima kasih untuk vote, like, dan komentarnya**.


__ADS_2