
Citra bangun dari tidurnya, saat matahari sudah mulai menyinari bumi, ia menatap jam yang ada di atas meja. dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
setelah keluar dari ruang walk in closed, ternyata Zio belum juga bangun dan masih terlelap dengan pulas nya. Citra pun mendekat dan menatap wajah suaminya dengan lekat.
"mas, bangun udah siang" kata Citra menepuk pipi Zio.
bukannya bangun Zio malah mendengkur.
"malah mendengkur, mas bangun udah siang kamu tidak ke kampus apa" ujur Citra mengerakkan tangan Zio.
karena Zio belum juga bangun, akhirnya Citra menyibak selimut dan menarik ****** ***** yang suaminya pakai, karena setiap malam Zio tidak pernah tidur memakai bajunya dan hanya mengunakan ****** *****.
ia pun menggenggam adik suaminya dan memainkan nya dengan tangan nya, Zio pun bangun saat merasakan pergerakan tangan di bagian bawah nya itu.
"ngapain sih sayang, pengen ya?" tanya Zio dengan suara parau nya.
"tidak, udah mandi sana, ini udah jam berapa kamu tidak kerja atau kuliah apa" kata Citra menghentikan kegiatan nya.
"kamu sudah membangunkan adik mas, tuntaskan sekarang" ujur Zio saat istrinya menghentikan permainan tangan nya.
"tidak mau, itu hukum buat orang yang susah bangun" kata Citra duduk di meja rias nya.
Zio pun bangun dan menarik Citra dari kursi nya, hingga Citra pun berdiri, dengan sigap ia pun menahan tubuh istrinya supaya tidak kabur.
"mau apa sih mas, semalam kan udah" kata Citra yang malas bercinta.
"mas pengen, gara-gara kamu ini" sahut Zio membuka celana istrinya dan langsung memasukkan senjata ke dalam.
Citra pun kaget saat adik suaminya sudah di dalam nya itu, dan Zio pun sudah mulai mengerakkan pinggul nya dengan cepat.
"mas,, sudah aku mau keluar" ucap Citra merasakan gelombang kenikmatan yang Zio berikan.
"sebentar sayang, sama-sama" sahut Zio sambil mengatur nafas nya.
"aaahh"teriak Citra saat cairan dari adik suaminya penuh di bawah sana.
"mau mandi lagi?" tanya Zio membalikan tubuh istrinya.
"tidak, bersihkan ini saja" tunjuk Citra pada intinya.
"iya, biar mas bersihkan" kata Zio mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi.
__ADS_1
"mas mandi sana, ibu dan ayah serta yang lainnya sudah menunggu kita ini" kata Citra yang ingin membersihkan bagian pribadi nya.
"tidak apa, kan mas. sudah buat dia basah jadi mas yang harus bersihkan" ujur Zio tidak ingin di bantah.
"iya, silahkan mas" kata Citra pada Zio, ia sudah tau apa yang akan terjadi nantinya.
dan benar saja, Zio pun membersihkan bagian bawah istrinya dengan bibir dan lidah nya. hingga Citra kembali mendesah.
"mas, sudah lah, nanti aku telat mas" ujur Citra dengan mata yang meram melek menikmati permainan suaminya.
bukan Zio yang mau menghentikan aktivitas nya itu dengan sembarang, jika istrinya belum dapat pelepasan nya, ia akan terus bermain.
"ah, mas aku mau pipis" ujur Citra saat cairan nikmat nya keluar dan di sapu bersih oleh suaminya.
Zio pun membersihkan bagian bawah tubuh istrinya, dan setelah selesai ia pun melanjutkan mandinya yang tertunda.
Citra kembali merapikan pakaian dan rambut nya yang berantakan karena ulah suaminya itu. kedua pun sarapan sendiri pagi itu karena yang lain sudah pada berangkat dengan aktivitas masing-masing.
dan hari ini, adalah hari pertama kali nya Citra kembali ke kampus setelah mengambil masa cutinya hampir satu tahun ini.
ia pun berjalan menuju kelasnya yang lima menit lagi akan dimulai, dan sekarang ia harus ketinggalan mata kuliahnya karena cuti yang ia ambil.
saat kelas telah usai, Citra berjalan menuju kantin kampus dan duduk di dekat Indah yang sekarang sudah tidak satu kelas dengan nya lagi.
"iya lah" sahut Citra meminum air temannya itu.
"aku kira kamu berhenti kuliah ci" ujur Indah saat melihat Citra membawa tasnya.
"ia, maunya sih begitu, tapi aku ingin mencapai cita-cita ku dah" sahut Citra senyum.
"bukannya cita-cita kamu sudah tercapai ci?" tanya Indah yang tau kalau Citra sudah memiliki kantor arsitektur sendiri.
"iya, tapi kan belum selesai belajar nya, aku ingin mencapai serjana saja, dan belajar lebih banyak lagi mengenai arsitektur" sahut Citra.
"iya juga sih, mau makan apa, kau traktir deh" kata Indah.
"bakso" sahut Citra senyum.
"udah punya warung bakso, masih saja makan bakso di sini" ujur indah pada temannya itu.
"malas makan bakso punya sendiri" sahut Citra.
__ADS_1
Indah pun memesankan bakso untuk Citra, dan mereka berdua ngobrol dengan santainya, tanpa melihat sekeliling mereka, karena kuliah hari ini hanya satu mata kuliah saja, dan Citra memilih untuk ngobrol dengan teman nya itu.
Indah tidak seperti Alena dan Angel, ia dan Citra berteman saat masa SMA dulu, dan mereka berdua terlihat akrab saat di sekolah dan di kampus saja, jika di luar mereka berdua tidak pernah bertemu kecuali sudah janjian.
Zio melihat kearah istrinya yang tertawa dengan lucunya bersama temannya Indah, ingin sekali ia duduk bersama mereka, tapi Zio takut Indah malah pergi nanti nya jika ia ke sana.
sedangkan di kursi sebelah, Chelsea dan Ryan makan sambil suap suapan, tanpa memperdulikan orang yang ribut di sebelahnya.
Citra pun memutar tubuhnya ke arah sebelah dan melihat kakak nya itu yang lagi sedang makan bersama suami nya.
"bucin" ujur Citra senyum nakal.
"siapa?" tanya Indah.
"itu, yang di samping kita" kata Citra menunjuk dengan dagunya kearah Chelsea dan Ryan.
"itu kan, kakak kamu ci" ujur Indah.
"kerjain yok" ajak Citra pada Indah.
"tidak mau, entar marah lagi" sahut Indah cepat.
"tidak akan, biar aku saja" kata Citra.
tidak lama Citra pun teriak sambil berkata-kata.
"ada yang lagi suap suapan ini" kata Citra dengan kerasnya.
sontak membuat semua yang ada di kantin kampus itu menatap pada nya. ia pun menunjukkan kearah kakaknya itu yang salah tingkah karena perbuatan Citra.
"apaan sih kamu dek, main teriak aja, sirik" ujur Chelsea kesal.
"siapa yang sirik" sahut Citra santai.
tidak lama semuanya pun bersorak mengejek pasangan suami istri itu dengan kata bucin hingga wajah kedua pun merah.
"ayo pergi, ada bucin tu" kata Citra menarik Indah.
Indah pun hanya nyengir kuda menatap ke arah kakak temanya itu yang malu karena perbuatan adiknya.
Setelah puas di kampus Zio pun membawa istri pulang ke rumah sebelum ia pergi ke kampus untuk urusan perkejaan nya.
__ADS_1
Happy reading.