Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
lamaran


__ADS_3

Malam itu, semua keluarga Pramana sudah berkumpul di rumah Indra untuk mengantarkan Alfa yang malam ini akan melamar Alena.


"siapa lagi yang kita tunggu?" tanya Jonas melirik jam tangannya.


"Kinara, dan keluarga nya belum muncul, katanya udah di jalan tadi" ujur Indra.


"kita tunggu sebentar" ujur kakek Arifin.


"Citra sama Zio mana?" tanya Tania melihat kedua anaknya tidak ada di sana.


"lagi siap-siap Bu, tadi ketiduran habis bercinta" ujur Ryan yang tadi membangun kan keduanya dan melihat mereka tanpa busana di tutup selimut nya.


"oh, ibu kira tidak tidak ikut" sahut Tania.


tidak lama Citra keluar dengan mengendong Zia, dan di ikuti oleh Lala baby sitter nya.


"Zio mana ci?, udah mau berangkat ini" tanya Indra.


"itu" tunjuk Citra pada suaminya yang lagi menuruni tangga.


"ya sudah kita berangkat sekarang, kalian berdua ikut sama bunda dan bapak" ujur Nancy pada Citra dan Zio.


"baiklah" sahut keduanya senyum.


tidak begitu lama mobil mereka pun memenuhi halaman rumah Alena, Samy pun keluar untuk menyambut kedatangan rombongan calon menantu nya.


"silahkan masuk" ujur Samy senyum.


acara pun langsung dimulai, dan kini tinggal acara intinya yang membuat Alfa gelisah.


"fa, silahkan" kata Indra pada putranya.


"Alena Saloka, malam ini bersama keluarga besar saya, aku ingin meminta mu untuk menjadi istri ku, apa kamu mau jadi istri ku Al?" tanya Alfa berharap.


"jika tidak bagaimana?" tanya Alena balik.


"jika tidak, malam ini adalah malam terakhir aku datang ke rumah wanita lagi" sahut Alfa.


"baik lah, jika begitu, jawaban ku tidak" sahut Alena membuat semuanya terdiam.


"maksud kamu apa Al?" tanya Alfa dengan wajah yang sudah merah.


"maksud nya tidak mungkin aku tidak menerima kamu mas disini ada anak mu" sahut Alena mengusap perut datar nya.


"serius kamu terima aku Al?" tanya Alfa lagi.


"jadi mas tidak mau aku menerima mas?" tanya Alena lagi.


"tidak,aku tidak akan bertanya lagi" sahut Alfa senang.


Alfa pun langsung memeluk bunda dan ayah yang duduk di samping nya itu dengan senyum bahagia nya.


"jangan sakiti Alena, jika kamu sudah menikah dengan nya nanti" ujur Nancy mengusap rambut putranya.


"jadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk anak dan istri mu nanti, tinggal selangkah lagi, kamu jadi seorang bapak" ujur Indra.

__ADS_1


Alfa pun menghampiri ibu dan bapak sambungnya dan memeluk kedua tanpa bicara sedikit pun.


setelah acara lamaran selesai, mereka pun makan bersama di taman rumah Samy yang begitu luas.


"kamu beda hari ini Al" ujur Citra pada sahabatnya.


"beda bagaimana?" tanya Alena.


"beda, sekarang tambah cantik" sahut Citra senyum.


"emang hari lain tidak cantik?" tanya Alena cemberut.


"tidak, dan baru hari ini aku lihat kecantikan kamu" sahut Citra.


"tega kamu, bilang aku tidak cantik" ujur Alena.


"hehe, kamu cantik kok, becanda" kata Citra.


"eh ci, nanti kalau aku sudah nikah, kita jalan-jalan ke Paris ya" kata Alena menatap Citra.


"boleh juga sekalian, ajak Angel dan Sena" sahut Citra mengunyah makanan.


"tidak bisa, kamu tidak bisa kemana mana, nanti terjadi apa-apa lagi dengan kandungannya" kata Nancy yang mendengar anaknya bicara.


"kan tunggu kandungan nya udah kuat bun" sahut Alena.


"bunda tidak ijinkan, sampai anak mu lahir, dan jika anakmu udah besar baru kali bisa liburan, kuliah aja belum selesai" kata Nancy mengingat kan semuanya.


"ya ampun, kenapa aku bisa lupa dengan kuliah ya" ujur Citra yang memang mengambil cuti tapi ini sudah lewat masa cutinya.


"iya juga sih, aku tidak pernah antar tugas sama dosen" kata Alena.


"iya Bun, aku benar lupa pada kuliah ku". sahut Citra.


"mas, juga tidak pernah masuk lagi" kata Zio.


"kenapa?" tanya Citra.


"tidak sempat" sahut Zio santai.


"ih, tapi kamu selesaikan dulu kuliahnya" ujur Citra.


"iya, besok mas masuk kok, sekalian meeting di sana" kata Zio.


Citra memang lupa pada kuliah nya, karena terlalu lama di rumah, dan saat cuti kuliah habis dia pun sibuk dengan urusan pekerjaan nya. begitu juga dengan Zio yang tidak pernah masuk lagi karena kecelakaan istrinya waktu itu.


...****************...


Pagi ini semua anggota keluarga Pramana pun sudah kembali sibuk dengan urusan pribadinya dan perkejaan nya.


"wah rapi semua ini" ujur Tania saat melihat semuanya sudah rapi.


"iya Bu, kita titip rumah ya" sahut Chelsea.


"enak saja, ibu mau ke salon hari ini" kata Tania.

__ADS_1


"oh iya ibu juga sibuk ya" ujur Chelsea.


"sayang, nanti aku pulang agak telat ya" ujur Zio pada istrinya.


"iya mas, aku juga ijin untuk ke kampus nanti, ada urusan sama dosen" kata Citra.


"ya udah bareng aja" ujur Zio.


"nanti sore mas" sahut Citra.


"oh, mas berangkat ya, hati bawa mobil nya" kata Zio.


setelah Zio dan Ryan pergi, Chelsea pun berangkat ke kampus di antar Rama yang juga akan ke rumah sakit.


"sayang kamu bawa anak-anak ke kantor?" tanya Tania.


"iya Bu, tidak ada yang jaga di rumah" sahut Citra.


"biar ibu bawa ke salon saja" ujur Tania.


"nanti ganggu ibu lagi di sana" kata Citra.


"tidak ada Nancy di salon nanti" sahut Tania.


"pantas saja" ujur Citra.


"boleh ya" kata Tania.


"iya boleh, tapi nanti ibu antar saja ke kantor ya, Yabes itu aktif bangat bu" ujur Citra.


"iya, nanti ibu ke kantor" sahut Tania.


Citra pun pergi ke kantor dengan mobil barunya, karena mobil yang sering ia pakai sudah terbakar di lahap si jago merah, saat kecelakaan waktu itu.


di jalan ia menghentikan mobilnya di butik Angel yang sudah semakin besar itu, ia masuk dan di sana sudah ada Alena yang lagi makan sate ayam.


"wah tumben Lo kesini?" tanya Angel saat melihat sahabatnya datang.


"kangen aja, sama butik" sahut Citra duduk di sofa.


"oh, gimana butik kamu, ramai tidak?" tanya Angel.


"itu urusan kak Chelsea sekarang" sahut Citra yang sudah menyerahkan butik pada Chelsea.


"oh, restoran lo?" tanya Angel.


"itu yang pegang" sahut Citra pada Alena yang sibuk makan.


"oh, jadi restoran terbesar di Bali itu masih Alena yang pegang" ujur Angel.


"iya, restoran itu milik bunda, dan sudah aku serahkan pada Alena calon kakak ipar" sahut Citra.


Citra pun menceritakan tentang usaha nya yang sudah di satukan itu, dan tidak sendiri lagi. ia pun pamit ke kantor setelah Frans mengabarkan bahwa nanti ada meeting dengan klien.


**Happy reading.

__ADS_1


like, vote, dan komen.


terima kasih**.


__ADS_2