Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
kembali pulang


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Zio dan Ryan dan keluarganya di Amerika, dengan langkah berat mereka harus meninggalkan kakek yang sudah tua itu tinggal sendiri di Amerika.


karena semalam mereka sempat membujuk kakek untuk tinggal di Jakarta di rumah pribadi Citra yang saat ini hanya di tinggali oleh para pelayan nya.


"aku titip kakek pada mu, jika ada apa-apa hubungi aku" kata Zio pada Argi.


"baik pak, aku akan menjaga tuan besar" sahut Argi.


"terima kasih, aku akan ke sini lagi, tapi tidak tahu kapan" ujur Zio.


"iya pak, aku akan datang ke Jakarta satu bulan sekali sesuai perintah" sahut Argi.


"kami berangkat dulu" ujur Zio.


"silahkan pak" sahut Argi


sedangkan yang lain sudah menunggu di mobil, Zio pun menghampiri mereka dan duduk di dekat istrinya.


"apa kalian tidak mau mencarikan aku satu wanita yang bisa menemani aku" ujur Damar.


"untuk apa?" tanya Ryan karena mereka mengunakan mobil yang agak besar, sedang kedua baby sitter ada di mobil yang satunya lagi.


"kalian sudah memiliki pasangan, sedang aku harus menjadi nyamuk apa, melihat tingkah kalian" sahut Damar karena Zio tidak malu mencium istri nya.


"itu derita kamu" ujur Ryan.


"menyebalkan, aku malas ikut kalian" kata Damar.


"pindah sana ke mobil yang satu lagi, dimana ada dua baby sitter yang bisa di jadikan pasangan kamu" kata Zio.


"enak saja, masa aku harus pasangan dengan salah satu baby sitter" sahut Damar kesal.


mobil pun sudah melaju dengan kecepatan sedang menuju bandara internasional Amerika.


tidak lama mereka pun sampai di bandara Citra dan Chelsea pun mengendong anak mereka, sedang baby sitter membawa koper mereka.


dan Damar pun mengikuti mereka dari belakang, setelah masuk ke jet pribadi milik Zio, drama pun kembali di mulai dimana Damar tidak mau duduk bersama baby sitter Zia.


"kamu duduk di sana saja, aku sendiri" kata Damar.


"tapi ini perintah dari mas Zio" sahut Lala.


"pergi sana, aku sendiri saja" usir Damar lagi.


"baik lah" sahut Lala.


"ngapain kamu disini, sana duduk dekat Damar" kata Zio.


"mas Damar ngusir saya mas" kata Lala.


"udah jangan di dengar apa kata dia" ujur Ryan.

__ADS_1


"tapi" kata Lala.


"tidak ada tapi, duduk dekat Damar" kata Ryan.


"mas, udah lah biarkan Damar sendiri" kata Chelsea.


"nanti dia malah minta Carikan wanita yang bisa duduk bersama nya lagi"sahut Ryan.


Lala pun duduk di samping Damar yang memejamkan mata nya, dan menutup telinga dengan bantal yang ada di sana.


"kenapa kamu di sini?" tanya Damar kesal.


"ini perintah mas Zio jadi tidak bisa di bantah" ujur Lala.


"terserah kamu, tapi jangan sentuh aku" kata Damar mulai memejamkan mata nya.


"iya" sahut Lala ketus.


satu hari perjalanan tidak terasa bagi kedua pasangan suami istri itu, tapi tidak dengan Damar ia merasa sangat bosan berada di pesawat dan duduk bersama Lala baby sitter Zia keponakanya.


"kita main catur yuk" ajak Damar.


"tidak aku ngantuk" sahut Lala.


"nanti kalau kamu menang aku kasi hadiah deh" rayu Damar karena dia sangat bosan.


"tidak mau" sahut Lala


"ayo lah, atau mu tidur bersama ku di kamar?" tanya Damar senyum.


Zio dan Ryan menutup kuping nya saat Lala dan Damar main catur tapi suaranya sangat keras.


"kalian bisa diam tidak?" tanya Ryan


"tidak" sahut keduanya bersamaan.


"ngapain sih kalian berdua?" tanya Citra.


"main catur versi terbaru" sahut Lala.


"emang ada catur versi baru?" tanya Citra pada Zio.


"itu bukan main catur" ujur Zio.


"yang penting main" sahut Damar.


akhirnya mereka pun sampai di bandara Soekarno-Hatta, dan Zio dan Ryan kembali sibuk dengan istrinya yang minta di belikan makanan karena lapar.


"sini aku suapin" kata Zio.


"iya" sahut Citra.

__ADS_1


begitu juga dengan Ryan, hingga Damar kembali kesal melihat tingkah kakak nya.


ia pun berjalan menuju kamar mandi yang ada di bandara, karena mobil jemputan mereka belum datang.


"pasangan yang begitu serasi, dua saudara menikahi dua saudara, ya walaupun kakak Citra dan Chelsea hanya kakak dan adik tiri" ujur Damar kagum dengan kedua kakak nya.


setelah mencuci wajah nya Damar pun kembali pada kedua kakak yang sudah menunggu di depan mobil.


"kemana saja kamu?" tanya Ryan.


"aku ngantuk jadi tadi ke kamar mandi untuk cuci muka" sahut Damar.


beberapa saat di mobil, mobil mewah itu pun sampai di sebuah rumah mewah yang di jaga sangat ketat oleh para satpam yang bertugas.


rumah yang sudah lama di tinggal oleh pemilik nya karena harus tinggal di rumah orang tua.


"ini rumah siapa?" tanya Damar.


"ini rumah kak Citra, rumah ini sudah lama tidak di tinggali, karena kami harus tinggal di rumah ayah" sahut Zio.


"dan sekarang kamu yang akan tinggal di sini, sebelum Zia besar" ujur Citra.


"jadi aku sendiri di sini?" tanya Damar.


"iya, jika kamu mau ketemu sama ayah Alek kamu harus ke Kalimantan, karena mereka tinggal di sana" ujur Ryan.


"oke lah, aku masuk dulu, kalian langsung pulang?" tanya Damar.


"iya, kami langsung pulang, jika keperluan minta tolong saja sama pelayan" ujur Citra.


"baiklah" sahut Damar pergi ke dalam karena koper nya sudah di masukan oleh Tia ke kamar nya.


mobil mewah milik Ryan pun melaju kembali ke rumah Indra dan tidak lupa juga mereka membelikan makanan cepat saji, karena mereka tidak bilang jika mereka sudah sampai di Indonesia siang ini.


dan mengingat Tania yang lagi hamil, makanya mereka juga membeli banyak makanan karena ayah mereka pasti melarang istrinya tercintanya itu untuk masak seperti dulu lagi.


"kita beli bakso saja ya" ujur Ryan.


"tapi beli daging juga" sahut Citra.


"dan jangan lupa buah aneh" ujur Zio.


"untuk apa?" tanya ketiganya menatap wajah Zio.


"buat ibu, siapa tau dia minta bakso atau daging di campur dengan buah" sahut Zio.


"benar juga seperti nya kita harus membeli berbagai macam jenis buah" kata Citra.


"iya, biar aku yang beli, dan kalian beli makanan sana, tapi jangan sama semua" ujur Chelsea.


mereka tidak mau repot lagi karena ngidam ibunya yang aneh, dan jika mereka pulang bawa makanan pasti Tania menginginkan makanan itu dan di campur dengan berbagai macam buah atau yang lainnya.

__ADS_1


setelah selesai membeli berbagai macam jenis buah dan makanan mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Indra.


happy reading


__ADS_2