Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Keinginan Citra


__ADS_3

...Happy Reading...


Tiga hari setelah pertemuan Zio dan Alek, Alek berusaha untuk bertemu dengan Zahra mantan kekasihnya sekaligus ibu dari anaknya. berapa kali dia datang ke rumah mewah Adit untuk menjelaskan kejadian dua puluh satu tahun lalu, namun Zahra tetap menolak untuk bertemu dengan Alek.


Alek yang tidak mau di anggap pengecut oleh putranya pun tidak kenal lelah menunggu Zahra di teras rumah, hingga dia sampai di gebuk oleh Zico adik kandung Zio yang tidak terima dengan perlakuan Alek dulu pada ibunya.


atas perintah Adit akhirnya Alek masuk ke rumah Adit, dan menunggu Zahra turun menemuinya.


setelah berbagai cara Adit membujuk istrinya untuk menemui mantannya, dengan wajah masam Zahra turun menemui Alek.


"ada apa kamu ke sini?" tanya Zahra ketus.


"aku mau minta maaf za" sahut Alek.


"tidak usah di bahas lagi" ujur Zahra.


"maaf, dulu aku tidak jujur pada mu, apa yang terjadi sebenarnya, malam itu niat ku untuk menyampaikan semuanya, tapi malah aku menghancurkan hidup mu" kata Alek lirih.


"sudah lah, aku memaafkan ku, lagian Zio sudah tau semuanya, tidak usah di bahas lagi" sahut Zahra yang tidak mau membahas masalah itu lagi.


"terima kasih za, sudah mau memaafkan ku, dan sudah menerima Zio dan membesarkannya, ini untuk mu" kata Alek tulus meminta maaf dan menyesalinya, walau itu bukan kemauan nya.


"tidak perlu, aku tidak membutuhkan nya" sahut Zahra.


"untuk cucu kita, jika kamu tidak mau" sahut Alek.


"kamu saja yang simpan, dan berikan pada mereka" ujur Zahra.


"aku orang nya pelupa za" sahut Alek dan Zahra pun menyimpan kartu debit milik Alek yang akan di berikan pada anak nya Zio jika sudah lahir nanti.


Adit turun dari kamarnya dan bergabung bersama dengan kedua mantan ke kasih itu. mereka pun ngobrol di ruang tamu, hingga Zico pun datang dari sekolahnya.


"co, sini minta maaf pada om Alek" perintah Adit pada putranya yang sudah menggebuk Alek kemarin.


"tidak apa dit, aku harus menerima semuanya, wajar anak mu marah" sahut Alek.


"tidak bisa begitu lek, sama orang tua harus sopan, nanti udah tua ketularan" ujur Adit.


"om maaf kan aku, aku hanya tidak terima dengan alasan om pergi ninggalin mama" ujur Zico mencium tangan Alek.


"tidak apa nak, om memaafkan kamu" sahut Alek.


"terima kasih om, aku ke kamar dulu" ujur Zico.


setelah puas ngobrol dengan Adit, Alek pun pulang kerumahnya yang sudah lama dia tinggalkan.


...****************...


Di tempat yang berbeda Citra merengek minta pada Alfa untuk menjadi badut, namun Alfa tidak mau mengikuti kemauan adiknya.


"mas, tidak bisa ci, jadi badut" ujur Alfa kesal dengan permintaan adiknya.

__ADS_1


"mas, aku cuma ingin kamu jadi badut saja" kata Citra memohon.


"minta suami kamu saja, jadi badut" ujur Alfa malas.


"oke, kalau begitu, aku ganti, cari kan aku buah rambutan" ujur Citra senyum.


"buah rambutan, belum musimnya ci" sahut Alfa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"kalau gitu jadi badut" kata Citra.


"ya udah, mas cari rambutan dulu" pamit Alfa dari pada ia menjadi badut, Alfa memang sangat takut pada badut, apalagi dia menjadi badut.


Citra berjalan menemui ibunya setelah Alfa pergi mencarikan rambutan.


"mana mas Alfa mu?" tanya Tania pada putrinya.


"aku suruh cari rambutan" sahut Citra membuat Tania menatap lekat Citra.


"ci, mas mu bisa marah sayang nantinya, mana ada rambutan sekarang, sudah lewat musimnya" kata Tania memberi pengertian.


"lagian dia tidak mau jadi badut" sahut Citra kesal.


"minta mas Rama saja jadi badutnya ya" bujuk Tania.


"aku tidak mau, asalkan yang jadi badut om Alek" sahut Citra santai.


"hah, nak minta nya jangan yang aneh dong" ujur Tania bingung.


karena merasa kasihan dengan putranya yang diminta Citrae mencari rambutan yang bukan musimnya, akhirnya Tania menelpon Tiara dan meminta Alek menjadi badut untuk memenuhi keinginan putrinya yang lagi ngidam.


tidak lama kemudian Alek dan Tiara pun datang ke rumah Indra.


"langsung kebelakang aja, biar cepat kelar" kata Tania.


"ya udah mas, demi cucu, kamu joget nanti" kata Tiara.


"kamu ya" sahut Alek.


Alek pun mengunakan kostum badut, dengan di iringi musik dia mulai berjoget dan bergoyang tanpa tentu arahnya, karena dia tidak bisa memainankan permainan yang bisanya di mainkan badut makanya dia memilih berjoget.


"kakek lucu sekali sayang" tawa Citra sambil bicara pada anaknya.


"kamu senang sekarang?" tanya Tania pada Citra.


"iya bu, seru bangat, liat om joget" ujur Citra membuat Tiara tertawa.


"nanti kerjain lagi kakek nya, ya sayang" kata Tiara pada anak yang masih di kandungan Citra.


Citra pun lupa dengan segalanya, dia sangat bahagia mendapatkan hiburan dari mertuanya yang rela menjadi badut dan berjoget demi calon cucunya.


tidak lama Alfa pun datang dengan membawa rambutan yang tidak tau dari mana dia mendapatkannya.

__ADS_1


"aaa,,, kenapa ada badut disini" teriak Alfa.


"kan aku yang minta badut nya datang" sahut Citra menatap Alfa.


"udah, suruh badut itu pergi, ini rambutanya" kata Alfa berlari pergi.


"dasar penakut, emang badut mau makan dia apa" ujur Citra.


"om, sudah" kata Citra dan Alek pun membuka kostum badut yang membuatnya panas.


Tania datang dari dapur dan membawa kan es jeruk untuk Alek yang pasti sudah kepanasan.


"maaf lek, kamu jadi capek" ujur Tania.


"tidak apa, demi, si calon cucu" sahut Alek menerima es jeruk dari Tania.


"capek ya mas?" tanya Tiara.


"tidak terlalu" sahut Alek melihat Citra sibuk dengan buah rambutannya.


"lihatlah, anak itu, dia seakan tidak peduli pada mu" kata Tiara pada suaminya.


"haha, lucu sekali, dari mana si Alfa, mendapatkan rambutan, kan bukan musimnya" kata Alek


"iya juga ya" ujur Tania.


Citra pun berjalan ke arah Alek, Tiara, dan Tania dengan membawa rambutan di tangan nya.


"om, mau rambutan?" tanya Citra.


"makan saja nak, untuk mu" sahut Alek.


"tante dan ibu mau?" tanya Citra pada ibu dan mertuanya Tania dan Tiara pun menggeleng.


"ini untuk om, dimakan ya" kata Citra menyodorkan rambutan yang Alek.


Alek pun menerimanya, namun justru Citra malah meminta Alek untuk menghabiskan rambutan itu hingga tinggal kulitnya saja.


"udah ya nak, ayah kenyang" ujur Alek pada Citra.


"baiklah, kalau begitu tante saja yang habiskan" kata Citra membuat Tiara melotot.


"tidak minta ibu mu saja yang habiskan" sahut Tiara karena Alfa membelikan rambutan cukup banyak.


"ibu lagi kenyang sayang" sahut Tania pergi.


karena di paksa Citra akhirnya Tiara dan Alek menghabiskan rambutan itu, sehingga Citra pun tertawa bahagia melihat mulut keduanya penuh dengan buah rambutan.


**terima kasih sudah membaca


like, vote, dan komennya**

__ADS_1


__ADS_2