Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Siapa suruh ambil milik Zia


__ADS_3

"bun" kata Citra pada bundanya yang lagi menikmati keindahan taman di rumah mantan suaminya dulu.


"iya, duduk sini" ujur Nancy pada putrinya.


"kenapa bunda melamun?" tanya Citra menghadap bundanya.


"tidak, bunda hanya menikmati udara siang di sini, lebih sejuk"sahut Nancy.


"apa bunda kangen tempat ini?" tanya Citra lagi.


"iya, bunda sangat kangen, apalagi sama kamu" sahut Nancy mencubit pipi Citra.


"bunda sakit" kata Citra melepaskan jepitan tangan bundanya.


"bunda kangen sama kamu nak, ingin peluk dan cium kamu seperti dulu, tapi sekarang kamu sudah besar" ujur Nancy menatap anaknya.


"sekarang juga bisa kok Bun" ucap Citra.


"itu, maunya kamu saja, bilang kalau mau manja" kata Nancy.


Tania yang sudah selesai membuat bakso untuk Citra pun berjalan ke arah taman rumahnya untuk memanggil kan Nancy yang memilih pergi ke taman dari pada ia harus menonton Tania membuatkan bakso.


Tania menghentikan langkahnya saat melihat Nancy mencium seluruh wajah Citra dengan gemasnya seperti anak kecil saja.


"ampun Bun, aku geli" kata Citra tertawa.


"kan kamu yang minta" ujur Nancy senyum.


"kita kedalam bun" ucap Citra kemudian.


Nancy meraih tangan anaknya dan menuntun Citra seperti anak kecil.


"wah, bakso nya sudah jadi" kata Citra mencium pipi ibunya.


"iya, duduk dulu, kita tunggu ayah dan kakak kamu" kata Tania pada Citra.


"ayah pulang?" tanya Citra pada ibunya.


"iya, kerjaan nya sudah selesai" sahut Tania.


Setelah Indra dan yang lain nya datang, mereka pun makan siang bersama dengan Nancy dan Rianti yang kebetulan hari ini ada bersama mereka.


"Bun, aku boleh nginap di rumah bunda tidak?" tanya Alfa.


"boleh, siapa yang ngelarang" sahut Nancy pada putranya.


"ya, siapa tau bapak tidak mengijinkan" ujur Alfa.


"kamu telpon bapak sekarang, mengijinkan atau tidak" sahut Nancy.


"nanti saja, jika bapak mengijinkan, aku ke sana sore nanti" ujur Alfa.


"tumben kamu mau nginap di rumah bunda, ada yang kamu ingin kan ya" selidiki Indra pada Alfa.

__ADS_1


"ada deh, jika nanti berhasil, aku kasi tau ayah" sahut Alfa senyum.


"jangan main rahasia bang, ada apa, kamu mau minta sesuatu sama bunda" kata Nancy penasaran.


"bunda mau tau, nanti saja di rumah" kata Alfa.


"palingan mau bicara soal wanita sama bapak, kan kalau di luar ketemu bapak tidak punya banyak waktu, makanya dia mau nginap" ucap Citra pada kakaknya.


"tau apa tentang wanita, jangan Ngada deh bocah" ujur Alfa.


"enak saja bilang aku bocah, aku ini udah bisa bikin bocah mas" sahut Citra.


"makan nya jangan bicara, nanti tidak kenyang" kata Chelsea kemudian.


setelah makan siang Nancy membawa Rianti dan Rafael pulang, dan kebetulan besok Rafael harus ikut bersama Jonas ke Lombok, untuk pertunjukan seni lukis nya.


menjelang sore Zio pulang kerumahnya, karena dia tidak mau istrinya marah lagi padanya dan mengurung nya di rumah.


"udah pulang mas" ujur Citra memeluk Zio.


"iya, kerja nya udah beres" sahut Zio mengangkat Citra ke sofa.


"mas mau apa?" tanya Citra melihat suaminya sudah melepaskan baju nya.


"mau main" sahut Zio.


tanpa aba Zio pun menyambar bibir istrinya dan menciumnya lebih dalam, sedangkan tangan nya sudah bergerak ke mana mana.


"mas, apa kamu pernah melakukan ini sama wanita lain?" tanya Citra saat suaminya bermain di bagian bawah nya.


Zio mengangkat kepalanya dan menatap wajah Citra.


"tidak, hanya kamu saja" ucap Zio dan. kembali bermain.


"udah mas, aku tidak kuat, pengen pipis" kata Citra menjambak rambut Zio.


Zio duduk di samping istrinya dan mengangkat tubuh Citra pangkuannya. Citra pun bergerak lincah di atas pangkuan suaminya.


"ah, mas aku mau pipis ini" kata Citra terus bergerak.


"sebentar sayang, kita sama-sama" sahut Zio memejamkan matanya merasakan gerakan istrinya.


"aaaaah" teriak keduanya di saat pelepasan nya, hingga membuat jagoan kecil mereka yang Citra tidurkan di ranjang nya tadi terbangun.


"mas, Zia bangun" kata Citra. pada suaminya yang lagi sedang asik menikmati bagian dadanya.


"biar kan, dia tidak nagis" sahut Zio yang masih asik.


Zio mengendong istrinya ke atas ranjang, untuk menidurkan kembali putra mereka yang masih ingin tidur.


Zia hanya menatap kedua orang tuanya itu yang masih duduk berpangku di dekat nya, namun sesaat kemudian ia menangis melihat papinya dengan rakusnya menikmati miliknya.


"mas, lepaskan Zia nangis gara-gara kamu mengambil miliknya" kata Citra mendorong suaminya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.

__ADS_1


"Zia pelit" kata Zio pada anaknya yang sudah menghisap apa yang dia mainkan tadi.


"mandi sana, nanti nangis lagi Zia, gara-gara kamu" ujur Citra.


Zio pun membersihkan dirinya, dari sisa-sisa percintaan mereka berdua tadi. setelah mandi ia menghampiri kedua orang yang menjadi bagian hidup nya itu.


namun Zia kembali menangis saat melihat papinya mendekat dan ingin mencium maminya, saat Zio menjauh tangis nya pun mereda, dan seperti nya bayi tampan itu sedang marah pada papinya yang sudah mengambil miliknya tadi.


"mas, panggilkan Lala sana, Zia tidak mau dekat kamu, aku mau mandi" ujur Citra.


"iya" sahut Zio.


Lala pun masuk ke kamar Citra, ia pun menjadi salah tingkah saat melihat Citra yang polos di balik selimut.


"mbak, Zia aku bawa ke sana ya" kata Lala.


"kenapa, dia lagi asik main di sini" sahut Citra.


"tapi mbak masih polos, bagaimana mau ke kamar mandi" kata Lala.


"tutup mata kamu, jangan ngintip" ujur Citra.


saat Lala menutup matanya, Citra berlari ke kamar mandi dengan tubuh polos nya. Lala hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah majikanya yang seperti itu


Zio turun ke lantai bawah dengan mulut yang terus menggerutu, karena Zia yang terus menangis saat ia ingin bermesraan dengan Citra.


"kenapa?, mulutnya udah seperti dukun saja komat kamit" tanya Indra.


"Zia nangis jika melihat aku ingin mendekat pada ibunya" ujur Zio duduk didepan mertuanya.


"kenapa?,kok bisa" ujur Indra menatap Zio.


"gara-gara tadi, dia lihat aku menyusui sama Citra" sahut Zio.


"hahaha, rasain kamu, siapa suruh ambil miliknya" Indra tertawa menatap menantunya


"itu kan aku yang dulu punya" kata Zio pada mertuanya.


"iya, itu punya kamu, tapi sekarang milik Zia" sahut Indra.


"tidak asik" ujur Zio pergi.


"eh mau kemana, temani ayah ngobrol" kata Indra.


"aku lapar yah, makan dulu" teriak Zio dari dapur.


"pantas saja dia menyusui pada Citra, ternyata lapar" kata Indra senyum.


**Happy reading guys.


like, vote and komen ya.


terima kasih**

__ADS_1


__ADS_2