Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Kesedihan Alena


__ADS_3

...Happy Reading...


Matahari telah bersinar terang, namun Citra masih terlelap di tempat tidurnya. ia membuka matanya saat kakaknya masuk ke kamar untuk membangunkan nya.


"dek, bangun udah siang" ujur Chelsea.


"iya kak, sebentar lagi ya" kata Citra dengan suara khas bangun tidur.


"bangun, kakak mau ke pasar, beli perlengkapan dapur sama bibi" ujur Chelsea.


"iya, udah sana pergi aja" sahut Citra sebal.


"jagain Yabes, ayo cepat mandi" perintah Chelsea.


"nanti aja mandinya, nunggu kakak pulang" sahut Citra.


"jangan malas, mandi dulu" ujur Chelsea melotot.


"iya aku mandi" sahut Citra berjalan menuju kamar mandi.


setelah membersihkan diri, Citra pun turun ke bawah, dan berjalan menuju kamar keponakannya.


"titip Yabes ya dek, tu sarapan kamu, dihabiskan" kata Chelsea.


"siap bos" sahut Citra duduk di samping ranjang keponakannya.


"kakak berangkat dulu" pamit Chelsea dan Citra hanya mengangguk.


Tidak lama kemudian, Angel pun datang dengan di antar oleh suaminya untuk menemui Citra. hari ini kediaman Indra terlihat sangat sepi, karena semua orang telah kembali ke rumah masing-masing dan sibuk dengan kerjaan.


"aku pergi dulu ya, nanti sore mas jemput" kata Ariel suami Angel.


"iya mas" sahut Angel.


"silahkan duduk ngel" kata Citra.


"terima kasih ci, tumben rumah sepi?"tanya Angel melihat rumah Citra tampak sepi.


"Rafael ada dikamar, kalau kak Chelsea lagi ke pasar, dan yang lain lagi pada kerja" ujur Citra.


"oh, aku mau liat keponakan mu boleh?" tanya Angel.


"boleh kok, kita ke kamar" ujur Citra mengajak sahabatnya ke kamar Yabes.


"tampan sekali, keponakanmu ci, seperti Zio" kata Angel menatap Yabes kecil.

__ADS_1


"iya, aku juga heran ngel" sahut Citra.


"mungkin ada ikatan persaudaraan antara Zio dan Ryan kalik" ujur Angel.


"tidak ada ngel, mereka juga baru kenal" sahut Citra yang tidak tau apa-apa.


"iya, tidak usah di bahas, oh ya ci, gue mau bicara tentang Alena" kata Angel.


"kenapa dengan dia?" tanya Citra.


"tapi jangan di sini, nanti si tampannya bangun lagi" ujur Angel.


"ya udah kita di taman belakang aja, sambil makan salad buatan ibu" kata Citra.


"oke lah" sahut Angel.


"sus, titip Yab ya, nanti kalau nangis bilang aku aja, di belakang" kata Citra pada suster yang menjaga Yabes.


"iya non" sahut suster.


kedua sahabat itu pun pergi ke dapur sebelum mereka ke taman, Citra membuatkan minuman untuk Angel, dan keduanya berjalan menuju taman belakang.


"minum dulu ngel" kata Citra.


"oh ya, Alena kenapa?, udah lama dia tidak menghubungi ku" tanya Citra.


"Alena udah pindah ke Paris ci" ujur Angel membuat Citra terkejut.


"sejak kapan dia di sana, ada masalah apa?" tanya Citra.


"sekitar satu bulan yang lalu, karena patah hati, Romi menghianati cinta nya" ujur Angel.


"maksud kamu, Alena dan Romi udah putus" ujur Citra.


"iya, Romi pacaran dengan Alena hanya karena uang, dia sudah menikah dengan perempuan lain tiga bulan lalu, sehingga Alena tau semuanya dan dia memilih pergi meninggalkan Indonesia, dan Romi pernah meminta uang pada Alena yang ternyata digunakan untuk dia menikah, hati Alena hancur ci" ujur Angel sedih.


"kurang ajar manusia seperti itu, tega sekali Romi pada Alena, dia kira Alena ATM nya dia apa" sahut Citra geram.


"iya, Romi hanya menggangap Alena itu manusia bodoh ci" ujur Angel.


"kenapa Alena malah pergi, dan membiarkan manusia jahat itu bahagia" kata Citra.


"entah lah, keluarga Alena sudah melaporkan Romi pada pihak polisi, karena dia tidak mau mengembalikan uang yang dia pinjam dari Alena" kata Angel.


"terus bagaimana sekarang, Romi di tahan?" tanya Citra.

__ADS_1


"dia sudah di tahan ci, namun saat dia masuk penjara, tiba saja dia minta pada orang tua Alena untuk membebaskan nya, dan dia bersedia menikah dengan Alena, katanya sih udah menyesal" ujur Angel.


"mereka mau?, orang seperti dia tidak bisa di bebaskan begitu saja, menyesal hanya sebuah kata" kata Citra.


"ya tidak lah, tapi Alena tidak mau kembali ke Indonesia, dan di sana dia sudah membangun perusahan baru, bahkan sangat sibuk dan melupakan semuanya" kata Angel.


"tapi kenapa dia tidak pamit sama kita, dan cerita pada kita" ujur Citra.


"itu lah Alena ci jika sedang ada masalah dia bahkan tidak mengingat kita lagi, dia sangat membenci penghianatan, kamu tau dia menyerahkan kesuciannya untuk Romi karena dia sangat mencintai pria jahat itu dan berharap Romi mau menikah dengan nya" kata Angel.


"iya, aku tau itu, cinta yang begitu besar pada orang yang salah, suatu saat nanti dia pasti kembali lagi ke sini" ujur Citra.


"pasti, aku tau Alena, dulu juga seperti itu" sahut Angel.


...****************...


Di negeri yang jauh di sana, seorang gadis cantik berbaring di ranjangnya tapi tidak tidur juga, dia masih siaga walau sebentar lagi pagi akan datang.


"kenapa sulit sekali melupakan nya" ujurnya lirih.


dia kembali lagi memejamkan mata namun tidak bisa, akhirnya dia beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur, dia mengeluarkan minuman alkohol yang menjadi candu baginya sekarang.


iya dia Alena, gadis cantik yang memiliki cita-cita menjadi desainer terhebat, dia dan kedua sahabatnya itu sangat menyukai desain namun Citra menyukai desain bangunan dari pada dia dan Angel.


Alena merupakan anak yang baik, dan pintar, namun di saat masih duduk di bangku SMA dia dan Citra mengalami kecelakaan sehingga membuat otak nya tidak berfungsi dengan bagus, seringkali dia tidak nyambung jika di ajak bicara.


namun sekarang Alena telah kembali seperti dulu lagi, di tidak bodoh seperti yang mantannya bicarakan, laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya itu.


"ya ampun al, kamu kenapa lagi sih" ujur Anisa melihat Alena sudah mabuk parah.


"hai Nisa, kenapa kamu kesini?" tanya Alena dengan kepala yang begitu pusing.


"ya liatin lo lah, udah lah al, lupain dia, tidak ada gunanya lo minum seperti ini" ujur Anisa mengangkat tubuh Alena dan memapahnya menuju kamar.


"aku mencintainya Nisa, tapi kenapa dia menikah dengan orang lain" ujur Alena lirih. cintanya begitu besar pada Romi.


"cinta, cari yang lain saja, dia tidak pantas untuk mu, miskin, tukang ngemis" ujur Anisa kesal.


Alena sudah tak sadarkan diri lagi, bahkan setiap hari dia seperti itu di apartemennya untung saja ada Nisa teman nya yang berkerja di butik miliknya yang selalu mau mengurus Alena yang mabuk-mabukan.


baru saja ingin meninggalkan Alena, Nisa kembali lagi ke kamar Alena karena gadis itu memuntahkan seluruh isi dalam perutnya.


tanpa merasa jijik Anisa membersihkan tubuh Alena yang penuh dengan muntah.


"seperti apa sih Romi itu, sehingga membuatmu seperti ini al, belajarlah melupakannya al, kamu pasti bisa, aku sedih melihatmu seperti ini setiap hari" ujur Anisa sebelum pergi untuk mempersiapkan sarapan untuk Alena dan pergi ke butik.

__ADS_1


__ADS_2