Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Ngidam


__ADS_3

malam harinya, Indra pun pulang bersama Tania, setelah tadi sempat cemburu dengan Nancy perihal perhiasan yang Indra beri untuk mantan istrinya.


Tania langsung masuk ke rumah nya dan menuju dapur, dia pun menanyakan kepada pelayanan yang berkerja jika anak dan menantu nya semua sudah makan malam ini.


"tadi saya yang masak bu" sahut pelayang menunduk.


"oh, terima kasih ya udah masak untuk anak-anak" sahut Tania sebelum pergi ke kamar nya.


"ibu dan ayah udah pulang bi?"tanya Citra pada pelayanan.


"udah non, non mau apa?" tanya pelayanan yang di khususkan untuk masak.


"tidak ada hanya haus" sahut Citra mengambil air dingin di dalam kulkas.


"kalau begitu bibi,ke kamar lagi ya" ujur pelayanan senyum.


"silahkan bik" sahut Citra.


...****************...


Pagi hari nya, Alfa sudah datang ke rumah ayahnya dengan wajah yang di tekuk, Citra yang sudah bangun dan siap untuk pergi pun tertegun melihat kakaknya di ruang tengah.


"mas, ngapain di sini pagi-pagi buta?" tanya Citra pada Alfa.


"Alena minta buah rambutan ci, dan dia tidak ijinkan aku pulang jika buahnya belum dapat" sahut Alfa menunduk.


"memang ini musim buah apa?" tanya Citra berpikir.


"tidak, kan sudah lewat" sahut Alfa.


"ya bilang saja sama Alena, tunggu musim buah aja baru minta rambutnya" ujur Citra membuat Alfa kesal.


"keburu lahiran dek, orang nya juga ngidam, cari solusi kek, ini malah bikin kesal" sahut Alfa.


"lagian aneh, minta rambutan di musim sekarang ya mana ada, dan mas lagi, bukan nyari malah pergi kesini" omel Citra pada kakaknya.


"udah lah, mas pergi ini" kata Alfa karena jam tiga subuh Alena meminta rambutan pada Alfa dan Alfa langsung pulang ke rumah ayah, tampa mencari buah itu.


Citra pun berjalan menuju mobilnya, sedang Alfa masih ke dapur untuk mengambil air minum. sampai di depan ia melihat mobil adiknya sudah siap untuk pergi entah kemana.


"mau kemana kamu pagi-pagi buta?" tanya Alfa mengetuk pintu mobil Citra.


"mau pergi lah" sahut Citra.


"kemana, aku juga tau kamu mau pergi" ujur Alfa.


"ke Bali, ada yang mau aku urus di sana" sahut Citra melajukan mobilnya.

__ADS_1


"pelan-pelan bawa mobil nya" teriak Alfa.


Alfa pun berjalan gontai menuju satpam yang bertugas pagi ini.


"pak Jajang bantu aku cari buah rambutan dong" kata Alfa.


"untuk apa den, mana ada buah rambutan kan bukan musimnya ini" sahut pak Jajang.


"Alena yang minta pak" ujur Alfa lemas.


"ya udah aku telpon yang lain dulu buat jaga, nanti kita cari di pasar siapa tau ada" sahut pak Jajang merasa kasihan pada anak majikanya.


"terima kasih ya pak" ucap Alfa senang.


setelah satpam yang lain datang pak Jajang dan Alfa pun berjalan menyusuri pasar dengan mobil, namun mereka juga harus berjalan kaki untuk mencari buah yang bukan musimnya itu.


karena terlalu pagi, masih banyak warung atau kedai buah yang tutup, namun Alfa tidak menyerahkan dan masih menunggu sampai kedai itu buka.


jam tujuh pagi Alena pun menelpon Alfa meminta nya untuk pulang.


("dimana mas, kenapa lama?") tanya Alena.


("mas lagi cari buahnya sayang") sahut Alfa.


("besok saja carinya, sekarang belikan aku bubur kacang ijo") ujur Alena membuat Alfa senang.


Alfa pun membawa pak Jajang ke rumah nya, karena tidak sempat mengantarkan dia pulang lagi rumah ayahnya.


"sayang" teriak Alfa.


"bising bangat sih kamu" ujur Jonas menutup kuping nya.


"maaf pak, lagi senang, permintaan Alena dia ganti" kata Alfa.


"siapa yang di ganti mas, besok kamu harus bisa temukan buah rambutan nya" ujur Alena mengambil kantong plastik yang Alfa pegang dan memindahkan nya ke dalam mangkuk.


"tapi sayang kan belum musimnya" ucap Alfa.


"tapi anak mau mau buah itu mas" sahut Alena.


"iya besok mas cari" ujur Alfa masuk ke kamar nya.


"kenapa ketawa mas?" tanya Nancy pada suaminya.


"Alena minta buah rambutan Bun, mana belum musimnya lagi" kata Jonas.


"terus gimana sekarang?" tanya Nancy menatap menantu nya yang lagi asik makan bubur kacang ijo.

__ADS_1


"dia minta besok buahnya harus udah dapat" sahut Jonas.


"terus gimana, buahnya memang tidak ada sekarang" ujur Nancy.


"biarkan saja, palingan besok tidak jadi juga, namanya orang ngidam bun" sahut Jonas.


"ya udah bunda mau telpon Rianti dulu, kemana saja itu anak" ujur Nancy kemudian.


"kemana lagi, kalau tidak pacaran" sahut Jonas.


"mas, seharusnya kamu bisa tegas pada anak-anak, jika terjadi apa-apa, bagaimana?" tanya Nancy kesal.


"mereka sudah besar Bun, lagian mas selalu peringatkan pada Rianti supaya bisa jaga diri" kata Jonas.


"bunda juga sering mengingatkan nya mas, tapi bukan itu maksud bunda, bunda hanya mau kamu jangan terlalu kasi kebebasan buat Rianti, coba lihat sekarang dia tidak pulang dan bahkan tidak bilang ada dimana, karena apa, karena kamu tidak mu menegurnya jika ia pulang, malah dilihat begitu saja" kata Nancy pada Jonas.


"bentar juga pulang" sahut Jonas tidak mau pusing.


sedangkan Citra sudah sampai di sebuah hotel yang ada di Bali, ia masuk ke dalam dengan kunci cadangan. mata Citra langsung melotot saat melihat adegan di depan mata nya.


"Rianti bangun kamu, ngapain kalian berdua" teriak Citra.


Frans yang tidak sadar akan kedatangan adik sepupunya itu pun dengan segera menutup tubuh polos Rianti dengan selimut sampai leher.


"ngapain sih teriak di kamar orang" kata Frans mengalihkan suasana.


"kamu apa kan adik gue kak?" tanya Citra kesal.


"tidak, hanya tidur bersama saja" sahut Frans.


"aku minta kalian kesini bukan untuk bercinta, tapi kerja" kata Citra dengan amarah nya, karena tadi pagi Sinta sempat menghubungi Citra jika Frans dan Rianti pulang dalam ke adaan mabuk.


"maaf ci, kakak tidak sengaja ada orang yang menjebak kakak dan Rianti semalam" kata Frans.


"alasan kakak saja itu, bilang saja doyan mabuk" ujur Citra.


mendengar ada yang ribut Rianti pun bangun, ia kaget saat melihat kakak tirinya ada di kamar itu, dengan kondisi dirinya yang lagi telanjang bulat, dan hanya di tutup dengan selimut tebalnya.


"pulang sekarang, kamu akan terima hukuman dari kakak nanti" ujur Citra pada Rianti.


"Sinta bereskan semuanya,, bilang sama Vito batal kan kontrak kerja kita dengan Panji, karena dia yang punya ulah ini" kata Citra pada sekertaris nya.


"baik mbak" sahut Sinta.


Rianti pun hanya menatap Frans tanpa bisa berbuat apa-apa lagi, karena ini juga salah mereka, karena tidak menaati peraturan dari Citra, Panji memang seperti itu orang nya, jika lagi ada pertemuan dengan rekan kerja ia selalu membelikan minuman keras dan ujungnya mereka mabuk.


hingga terjadi lah hal yang tidak mereka inginkan.

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2