Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Cemburu Citra


__ADS_3

Zio pun pergi ke kantor setelah memastikan istrinya tertidur, dari kemarin Citra tidak pernah mau jalan dan akan marah jika Zio meminta bantuan orang lain untuk membantunya jika ia perlu.


dan Citra juga melarang suaminya untuk kemana mana, karena kejadian waktu itu dimana Chelsea masuk ke kamar mereka saat dirinya sedang tidur tanpa mengunakan celananya.


"Bu, nanti jika Citra bangun terus cari aku, bilang saja aku lagi, ikut Alfa" kata Zio saat melihat mertua nya ada di ruang keluarga.


"iya, udah pergi sana, nanti ibu bisa kasi tau dia" sahut Tania melihat ke arah menantunya yang sudah dua hari tidak ke kantor karena ulah Citra.


"aku pamit ya Bu, siang nanti pulang kok" ujur Zio mencium tangan mertuanya.


"iya, hati-hati bawa mobilnya" nasehat Tania.


setelah kepergian Zio, Citra pun bangun karena ingin membuang air kecil, namun ia melihat suaminya tidak ada di kamar, dan mulai teriak memanggil Zio.


"kenapa?" tanya Tania saat mendengar suara anak nya memangil suaminya.


"mau pipis, mas Zio mana?" tanya Citra pada ibunya.


"ikut Alfa, pergi ke kantor" sahut Tania mengikuti apa kata Zio tadi.


"gimana cara nya aku pipis, kalau mas Zio pergi" kata Citra cemberut.


"sini ibu bantu, coba jalan" ujur Tania.


"sakit bu" sahut Citra


"belum juga jalan, udah ngeluh" kata Tania.


"iya, ini masih nyeri bu" kata Citra berkaca-kaca.


"jika begini terus nanti kamu tidak akan bisa jalan lagi nak" ujur Tania yang masih ingin membantu anak nya.


"ambilkan ponsel aku, aku mau minta mas Zio pulang" kata Citra pada ibunya.


"Zio kerja nak, nanti jika tidak kerja mau makan apa kalian?" tanya Tania.


"tapi Bu" sahut Citra.


"sudah, ayo jalan, itu biasa kalau udah bercinta, kamu saja yang kalah sama rasa sakit" kata Tania.


Citra pun berjalan ke kamar mandi sendiri tanpa mau di bantu oleh ibunya, Tania hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah laku Citra yang sebenarnya sengaja tidak mau Zio. jauh darinya, karena ia takut Zio akan bertemu lagi degan Rianti.


"udah selesai pipisnya, masih sakit tidak di bawah jalan?" tanya Tania saat Citra berjalan ke arah nya.

__ADS_1


"tidak" sahut Citra ingin kembali tidur.


"cemburuan banget sih kamu nak, anak ibu tidak akan merebut suami kamu" kata Tania pada Citra.


"itu kata ibu saja" sahut Citra menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Rianti ada di ruang tengah, nungguin kamu" kata Tania.


"mau apa?" tanya Citra.


"mau bicara sama kamu" sahut Tania


"tidak mau, aku ngantuk" ucap Citra lagi.


tidak lama Rianti pun masuk ke kamar Citra, atas permintaan ibunya, karena Citra tidak mau menemuinya.


"sayang, ini Rianti sampai ke kamar kamu, dia mau bicara nak" bujuk Tania.


"aku ngantuk" sahut Citra masih tidak mau.


"kak, kakak salah paham, aku sama mas Zio tidak ada hubungan apa-apa, dan malam itu kerjaan si pemilik club itu" kata Rianti.


"alasan kamu" sahut Citra di balik selimut.


"teman, bisa saja jadi cinta" sahut Citra.


"nak, kalau orang ngomong di lihat jangan sembunyi di balik selimut" kata Tania menyibak selimut Citra.


"ibu, aku itu mau tidur, pergi sana" usir Citra pada ibu dan Rianti.


"kamu ngusir ibu?, nanti ibu kasi tau Zio lo" ancam Tania.


"tidak Bu, jangan ya" kata Citra takut


"makanya jangan seperti ini, kasihan Zio kamu kurung terus" ucap Tania.


"siapa suruh dia tidur sama wanita lain, bisa saja kan mereka ketemu lagi di luar" sahut Citra.


"Rianti anak ibu, ibu pastikan mereka tidak akan ketemu lagi, sekarang bicara dulu sama Rianti" ujur Tania.


"iya" sahut Citra mengalah


Tania keluar dari kamar Citra dan menuju ruang tengah dimana cucunya sedang bermain bersama pengasuhnya.

__ADS_1


Nancy pun menelpon Tania, untuk menanyakan Rianti, yang tidak tau pergi kemana, karena hari ini dia tidak ke kantor .


("maaf Tan, apa Rianti di rumah kamu?") tanya Nancy.


("iya, lagi bicara sama Citra") sahut Tania.


("oh, aku kira dia kemana, di telpon tidak aktif") ujur Nancy.


("dia kesini, mau bahas masalah dia dengan Zio yang waktu itu tidur bersama di club") kata Tania.


("oh, apa Citra marah?") tanya Nancy.


("dia cemburu, dan dia juga tau kejadian nya seperti apa, tingkah anak kamu lucu, dia melarang Zio pergi kemana mana, takut ketemu sama Rianti di luar") kata Tania tertawa.


("oh ya, apa benar dia seperti itu?") tanya Nancy tidak percaya.


("iya, dia punya berbagai cara untuk Zio tidak pergi, bahkan dia selalu minta gendong Zio, dengan alasan itunya sakit, karena obat perangsang, tapi nyatanya udah sembuh") kata Tania.


("nanti aku ke sana, kangen sama Zia, sekalian jemput Rianti") kata Nancy mengakhiri panggilan nya.


Citra keluar dari kamarnya bersama Rianti, dan berjalan menuju dapur. di sana ia mengeluarkan semua yang ada di kulkas di atas meja.


"ini, terserah mau bikin apa" kata Citra pada Rianti.


"iya kak, kakak tunggu di sana aja" sahut Rianti menuruti kemauan Citra.


jika ia bisa memasak makanan yang enak Citra akan memaafkannya, tapi dengan syarat dia tidak bisa bertemu dengan Zio lagi.


setengah jam kemudian Rianti pun menata masakan nya di atas meja, sedangan kedua ibu mereka hanya mengintip di balik pintu, untuk melihat tingkah laku Citra yang sedang cemburu.


"enak juga masakan kamu" ujur Citra pada Rianti.


"terima kasih kak" sahut Rianti.


"mari kita makan bersama" kata Citra lagi.


"boleh?" tanya Rianti pada Citra.


"boleh"sahut Citra


kedua wanita itu pun makan dengan lahap nya, tanpa memperdulikan ibu mereka yang sedang mengintip mereka di sana.


Nancy hanya bisa tersenyum melihat putri nya yang sekarang sudah besar dan menjadi orang pengusaha sukses, walaupun Citra tidak bersama ayahnya tapi Nancy sangat bangga pada nya yang merupakan anak mandiri, walaupun di rumah tergolong manja pada Tania.

__ADS_1


Siang itu Nancy dan Tania lah yang menguasai dapur setelah kedua anaknya pergi dan bermain bersama dengan bayi ganteng Zia dan Yabes.


__ADS_2