Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Taman kenangan


__ADS_3

...Happy Reading...


Sore pun tiba, Citra dan Zio pun menyusul keluarga kecil Vito ke pantai tempat yang akan mereka jadikan makan malam bersama.


"Tante, aku mau tinggal disini" ujur Al senang.


"benar kah?" tanya Citra pada anak yang baru berusia hampir dua tahun itu, tapi sangat pandai bicara.


"iya Tante, apa boleh?, di sini sangat indah aku menyukainya" kata Al.


"boleh kok, mau selamanya Al tinggal disini juga tidak mengapa" sahut Citra senyum.


"hore, aku tinggal disini" kata Al senang.


"haha, lucu sekali dia" kata Zio tertawa melihat tingkah Al.


Zio dan Citra pun berjalan ke arah pasangan yang hanya diam di tepi pantai dan tidak bicara sama sekali.


"lagi ngapain disini, kok diam aja" ujur Zio.


"eh kalian, lagi menikmati deburan ombak" sahut Vito.


"ci, kok kamu bisa punya pulau seperti ini sih?" tanya Vina.


"kamu pengen tau?" tanya Citra balik.


"iya aku penasaran" sahut Vina.


"jadi dulu saat aku ke Bali, aku bertemu dengan suaminya Sena sekarang, dia mengajak kami berdua ke suatu tempat, yaitu pulau ini, dia juga menceritakan kalau dia akan menjual pulau ini, dan aku berniat membeli nya" kata Citra.


"oh, jadi bangunan yang ada disini dia yang membangunya?" tanya Vina.


"bukan vin, disini dulu hanya ada satu rumah minimalis yang di tinggal oleh bik Ina dan mang Dadang" sahut Citra.


"jadi semua ini kamu yang mendesainnya, dan membangun Villa itu" ujur Vina.


"iya vin, semuanya sudah aku ubah, kecuali taman yang ada di dekat kebun mang Dadang" kata Citra.


"emang ada taman lain disini" ujur Vina.


"ada kok, taman kenangan" sahut Citra.


"taman kenangan" Vina mengulang kembali kata Citra.


"iya, taman kenangan, karena sejak dulu saat aku lagi sedih dan pergi ke pulau ini, pasti ada seorang lelaki yang selalu datang menemui ku" kata Citra mengingat.


"siapa?" tanya Zio.


"dia udah meninggal, dan taman itu juga jadi taman kenangan buat Sena dan suaminya" ujur Citra.

__ADS_1


"bukan kah kamu dari dulu hanya mencintai Ryan?, siapa dia?" tanya Vina penasaran.


"dia sahabat ku, bukan pacar vin, cinta ku dari dulu hanya untuk Tama" kata Citra.


"Tama, kamu masih ingat dia" ujur Vina.


"iya, mana mungkin aku lupa" sahut Citra melihat wajah Zio tak bersahabat karena dia bercerita tentang lelaki yang selalu menemani istrinya kala sedih dulu.


Vina terdiam melihat Citra tersenyum, dan dia menatap wajah Zio yang biasa saja.


"kamu tidak marah kan zi?" tanya Vina.


"ngapain aku marah, orang aku lah Tama itu" sahut Zio membuat Vina kaget.


"apa!, jangan bercanda kamu" ucap Vina kaget.


"siapa yang bercanda, nama ku Zio Pranata Pratama, dan orang dulu sering panggil aku Pratama atau Tama" Zio menjelaskan.


"ternyata jodoh tidak kemana ya" sambung Vito.


"iya lah bro, nama juga jodoh, seperti kalian" kata Zio.


"tidak kita beda" ujur Vina ketus.


"kamu tau tidak, kalau wanita yang menjadi istri mu ini, dari dulu mencintai kamu" kata Citra membongkar rahasia Vina.


"benar kah" sahut Vito senang.


"tapi itu kenyataannya, dia menerima jadi pacar Dirga hanya untuk melihat mu setiap hari" ujur Citra.


"kamu tidak asik" ucap Vina kesal.


"eh mau kemana" teriak Citra melihat Vina pergi meninggalkan mereka.


"taman kenangan" sahut Vina terus berjalan.


"terima kasih ya, udah kasi tau aku yang sebenarnya" ujur Vito senyum.


"iya, dia cuma malu aja, mengatakan yang sebenarnya, gara-gara kamu perkosa dia makanya, Vina seperti itu, tapi percaya lah cinta hanya untuk mu" kata Citra beranjak dari tempatnya.


"mau kemana yang?" tanya Zio


"nyusul Vina lah" sahut Citra yang masih ingin menggoda Vina.


Citra berjalan melewati bagian depan villa nya yang merupakan taman tempat untuk bersantai, dan di samping villa itu ada sebuah kebun sayur dan buah milik mang Dadang.


sampai di taman kenangan itu, Citra mencari keberadaan Vina. taman itu sangat luas dan di penuhi oleh bunga yang begitu indah dan di samping taman itu terdapat juga pantai yang digunakan untuk menikmati matahari terbit.


"ternyata kamu disini" ujur Citra melihat Vina duduk di bangku dekat pantai.

__ADS_1


"ci, tadi aku liat makam di sana, makan siapa ya?" tanya Vina yang tadi berjalan ke arah belakang rumah kecil tapi sangat rapi.


di taman kenangan itu juga ada sebuah rumah yang tidak jauh dari taman itu.


"sayang, katanya mau masak buat makan malam" kata Zio sebelum Citra bicara.


"nanti aku cerita, kita masak dulu ya" ujur Citra.


"oke lah" sahut Vina.


mereka pun kembali ke villa, Citra dan Vina langsung menuju dapur untuk masak karena hari sudah mulai malam.


kedua wanita itu pun sibuk di dapur, tidak begitu lama, akhirnya mereka berdua menata makanan di atas meja. Citra pun berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri, sedangkan Zio dan Vito sibuk main game sambil menemani Al bermain.


malam itu mereka pun makan bersama di villa, sambil bercerita seputar pekerjaan dan anak. hingga saat makan udah usai Vina pun kembali ingat pada makam yang tadi di dekat taman.


"oh ya ci, ceritain itu makam siapa" tanya Vina penasaran.


"makam, dimana?" tanya Zio dan Vito bersama.


"itu di belakang sana, tidak jauh dari taman kenangan ada rumah kayu, dan di belakang rumah itu ada makam" ujur Vina.


"makam siapa sayang?" tanya Zio kemudian.


"itu makan sahabat aku mas, dia yang aku ceritain tadi, yang selalu menemani ku di taman kenangan itu, dan hampir tiga tahun ini aku tidak pernah ke taman itu lagi, karena ini akan membuat ku sedih jika mengingat kenangan bersama nya" ujur Citra.


"dia tinggal di pulau ini?" tanya Vito.


"iya dia minta ijin pada ku untuk tinggal disini, dan membuat rumah kayu kecil sebagai tempatnya beristirahat, karena dia tidak mau tinggal di villa atau rumah yang lain" kata Citra.


"dia itu siapa?" tanya Vina yang sudah penasaran.


"Dimas Ardiano Wijaya" sahut Citra membuat Zio langsung berdiri.


"tidak mungkin Dimas sudah meninggal" ujur Zio.


"mas kenal dia?" tanya Citra.


"dia adik ku, sudah lama dia pergi meninggalkan kami, karena kesalahan fatal yang dia lakukan, dia sempat membunuh orang yang akan mencelakai mama" ujur Zio tidak menyangka adik nya sudah tiada.


"iya dia sempat cerita dulu, dia merasa tidak pantas hidup bersama kalian, karena dia seorang pembunuh" ucap Citra yang teringat kata Dimas dulu.


"kenapa Dimas meninggal ci?" tanya Zio lirih.


"karena kangker darah yang dia derita" sahut Citra.


"boleh kita ke sana ci, dia orang baik, aku kenal Dimas?" tanya Vina.


"besok pagi saja, sekalian aku tunjukan isi rumahnya" sahut Citra.

__ADS_1


"iya, benar itu, kita tidur sekarang" ujur Vito.


mereka pun masuk ke kamar masing-masing setelah mendengar cerita Citra mengenai arti taman kenangan.


__ADS_2