
Malam hari yang semula bertabur banyak bintang berubah menjadi gelap dan hujan pun turun. Citra yang duduk di teras belakang menatap rintik hujan yang turun membasahi bumi.
karena Zio belum juga datang, karena di jalan kejebak macet dan hujan juga sangat lebat. akhirnya Citra pergi ke belakang rumahnya dan duduk terasa sambil menunggu suaminya datang.
Tania yang merasa haus dan turun ke bawah untuk mengambil air, namun saat ingin kembali ke kamar ia melihat pintu belakang masih terbuka.
saat ingin menutup pintu ia melihat putri nya yang duduk sambil menatap rintik hujan.
"kenapa kamu disini nak?" tanya Tania mengagetkan Citra.
"eh ibu, lagi nunggu mas Zio bu, sepi di kamar tidak ada yang di ajak bicara" sahut Citra.
"kamu tunggu di dalam saja, nanti masuk angin, tidak bagus di luar saat hujan seperti ini" kata Tania.
"iya deh, aku masuk" sahut Citra.
Citra pun duduk di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya dan menunggu suaminya kembali dari Surabaya.
Rafael yang tidak bisa tidur pun turun kebawah dan ingin menonton televisi melihat kakaknya yang lagi asik memainkan ponselnya.
"lagi ngapain kak di sini?" tanya Citra.
"lagi nunggu mas Zio pulang" sahut Citra.
"oh, aku boleh ikut duduk" ujur Rafael.
"boleh, kita main game yok" kata Citra pada adiknya.
"oke, mumpung mata tak mu pejam" sahut Rafael semangat.
kedua kakak beradik itu pun mulai memainkan game nya, sambil berteriak di saat mereka kalah atau pun menang. untung saja kamar mereka tidak ada yang di lantai bawah jika ada orang yang sudah tidur pasti terbangun mendengar suara mereka berdua.
sama halnya dengan Ryan yang tidak bisa tidur karena suara hujan yang begitu deras, ia berniat untuk menonton bola di televisi. namun iya mengurungkan niatnya kerena melihat kedua kakak beradik sedang asik bermain game.
"hai, malam-malam ngapain di sini?" tanya Ryan.
"menanggg" teriak Citra dan Rafael bersamaan.
Ryan pun menutup kupingnya saat suara teriakan ke duanya menggema di telinganya.
"berisik bangat sih ni orang" kata Ryan menatap keduanya dan mengambil ponsel mereka.
"mas Ryan, ngapain disini" kata Citra.
"mas, mau nonton bola, kalian berdua ngapain juga disini?" tanya Ryan.
"main game, tidak lihat apa, itu ponsel masih nyala" sahut Citra kesal.
"gue ikut, kita main lagi ya" ujur Ryan mengembalikan ponsel keduanya.
"oke" sahut Rafael
__ADS_1
malam itu jam sepuluh Zio pun tiba di rumahnya saat menempuh perjalanan yang begitu jauh, saat masuk ke ruang keluarga ia melihat istri, kakak dan adik. iparnya sedang asik main game bersama.
hingga ia pun ikut bergabung, jam dua Citra dan Zio kembali ke kamar mereka, begitu juga dengan Ryan dan Rafael. Zio pun langsung menuju kamar mandi, sedangkan Citra sudah bertemu dengan mimpinya.
...****************...
Citra terbangun saat mendengar suara Zia menangis, ia bergegas bangun dan menuju kamar Zia, tangis Zia berhenti saat Citra mulai menyusuinya.
seperti biasa setiap hari Citra selalu mandikan putranya, begitu juga dengan hari ini walau dia telat bangun karena semalam sibuk bermain game di ruang keluarga.
"anak mami sudah wangi, tapi mami belum mandi" ujur Citra pada Zia.
Zia pun meraih pipi Citra dengan tangan mungilnya karena wajah Citra begitu dekat dengan nya, bayi itu terus menatap ibunya yang sedang sibuk memakaikan bajunya.
"mbak mandi dulu, biar aku yang jaga den Zia" ujur Lala baru datang dari luar.
"iya, kamu sudah sarapan?" tanya Citra.
"sudah mbak" sahut Lala mengambil Zia untuk di ajak jemuran.
Setelah membangunkan Zio dan membersihkan dirinya, Citra turun ke bawah dan menemui ibunya yang lagi membuatkan sarapan.
"maaf bu, saya tidak berani menegurnya" ujur Nina menunduk.
"tidak berani, bilang saja kamu takut pada tu anak, lain kali, jika kamu liat Citra tidak tidur tapi hari sudah larut, laporkan pada saya" perintah Tania.
"iya bu" sahut Nina.
"sudah, sekarang sarapan sana" perintah Tania.
"kenapa sayang, kok balik lagi" kata Zio yang hendak membuka pintu.
"ibu marah pada Nina, karena aku semalam tidak tidur malah main game sama kalian" ujur Citra menatap suaminya.
"dari mana ibu tau?" tanya Zio pada istrinya.
"gara-gara, mas Ryan dan Rafael ini, bekas makanan tidak mereka buang pasti" ujur Citra.
"ya udah, kita sarapan dulu" ujur Zio.
"takut" sahut Citra.
"kenapa takut?" tanya Zio menatap istrinya.
"takut ibu marah" sahut Citra.
"tidak mengapa, lagian kita salah" ujur Zio.
saat di meja makan Tania menatap ke empat anak dan menantunya itu dengan tatapan tajam.
"nanti mata ibu bisa keluar tu" ujur Indra melihat wajah istrinya.
__ADS_1
"biari" sahut Tania.
"ibu kenapa?" tanya Chelsea.
"ibu kamu, lagi marah gara-gara game online" sahut Indra.
"ayah main game?" tanya Chelsea.
"tidak, tapi itu" tunjuk Indra pada ke empatnya.
"kapan mereka main game?" tanya Chelsea lagi.
"semalam, sampai jam dua" sahut Indra.
"apa itu benar mas?" tanya Chelsea pada suaminya.
"iya, mas tidak bisa tidur semalam, gara-gara hujan" sahut Ryan jujur.
"kamu kan masih sakit, banyakan istirahat mas" ujur Chelsea.
"iya maaf" sahut Ryan.
"dan kamu juga, bukan tidur malah begadang, kalau ngurus anak iya, itu main game" omel Tania pada Citra.
"maaf bu" sahut Citra menunduk.
"awas ya, jika ibu tau kamu tidak tidur lagi, ibu hukum kamu" kata Tania pada Citra.
"iya bu" sahut Citra.
semalam setelah Zio datang jam sepuluh, Citra sempat kembali ke kamarnya karena Zia menangis dan iya tertidur di sana hingga jam satu pagi, saat masuk ke kamarnya ia melihat ranjang nya kosong dan kembali turun ke bawah untuk menemui suaminya dan menemani suaminya main game.
"dan satu lagi, habis makan, sampah nya di buang, jangan di biarkan berserakan" kata Tania.
"nah kalau itu, Ryan dan Rafael yang punya ulah" sahut Zio menatap ke duanya.
"kok aku" ujur Ryan.
"iya, siapa lagi, kan kalian yang paling terakhir main" ujur Zio.
"Rafael yang paling terakhir di sini" kata Ryan.
"maaf, aku lupa" sahut Rafael.
"udah, kenapa pada bahas game dan sampah sih" ujur Indra.
"lagian sih yah, jika di biarkan mereka makin suka main malam-malam" kata Tania.
"iya iya" sahut Tania.
"sebagi hukumannya, kalian bertiga kumpulkan semua sampah di rumah ini, dan buang di pembuangan sampah terus bakar" perintah Tania.
__ADS_1
"iya bu" sahut ketiga nya kompak.
-