Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Sakit


__ADS_3

Citra membuka matanya saat merasakan usapan lembut di rambutnya.


"ibu" ucap Citra saat melihat ibunya lagi duduk di ranjangnya.


"maaf ibu ganggu tidur kamu" kata Tania.


"tidak apa bu" sahut Citra.


"kemana saja kamu bawa Zia?" tanya Tania lembut


"ke Bali bu" sahut Citra.


"kamu, selalu saja bikin ibu dan yang lainya takut" ucap Tania.


"maaf Bu, habisnya mas Zio ngeselin" sahut Citra kesal.


"maaf, mas salah" ujur Zio yang ada di samping istrinya.


"kenapa baru sekarang ngaku salah?" tanya Citra menatap suaminya.


"karena mas baru tau" sahut Zio.


"jadi aku harus pergi dulu, baru kamu percaya gitu sama aku" ujur Citra


"sudah, kenapa berdebat lagi" kata Tania yang melihat jika Citra dan Zio akan kembali berdebat.


"maaf" ucap keduanya bersamaan.


"lain kali, ada masalah bicara sama ibu, jangan di pendam sendiri, salah paham kan jadinya" ucap Tania pada keduanya.


"iya bu" sahut Citra


"dan kamu jangan asal kabur" kata Tania yang geram sama putrinya.


"iya bu" sahut Citra lagi.


"untuk kamu Zi, jangan main tuduh aja, selidiki dulu kebenaran baru kamu bisa menyimpulkan benar atau salah" kata Tania kepada menantu nya.


"iya bu" sahut Zio.


"jangan ia Bu saja, awas jika sampai ini terulang lagi" kata Tania.


keduanya hanya mengangguk dan Tania menatap senyum pada anak dan menantu nya kemudian pergi ke kamarnya. setelah kepergian ibunya, Citra baru ingat jika ia belum memberikan asi pada putranya.


"mas, gendong ke kamar Zia" ujur Citra menatap Zio yang lagi main game.


"kan kamu bisa jalan" sahut Zio masih fokus pada ponsel nya.


"punya aku masih sakit mas" kata Citra malas.


"salah sendiri, kamu yang minta nya, tanpa lelah lagi" sahut Zio menatap wajah istrinya.


"aku juga tidak tua mas, kenapa bisa sampai segitunya pengen, lagian kamu juga suka" ujur Citra menatap ke arah pintu.

__ADS_1


"bilang saja kamu tidak bisa jauh dari aku" sahut Zio senyum


"mas, kenapa bahas yang tidak penting, gendong aku ke kamar Zia" kata Citra kesal.


"malas" sahut Zio baring di ranjang nya.


"ya udah, kalau tidak mau, jangan pernah sentuh aku lagi" ucap Citra kesal


Citra menurunkan kaki nya dan berdiri secara perlahan, rasa nyeri di bagian bawah nya belum juga berkurang. ia berjalan namun rasa sakit membuat nya tidak berani untuk berjalan dan mulai menangis.


mendengar suara tangis istrinya, Zio pun menoleh dan menatap Citra yang kembali duduk dan menekan bagian bawah tubuhnya itu.


"apa benaran sakit sayang?" tanya Zio menghampiri istrinya, dan Zio mengira jika istrinya hanya ingin bermanja-manja saja dengan tadi.


"iya, perih bangat" sahut Citra di tegah tangis nya.


"baring lagi ya, Zia udah di kasi asi tadi, tadi ibu yang perah asi kamu" kata Zio membaringkan istrinya.


sesaat kemudian Zio malah membuka celana istrinya.


"mas mau ngapain?" tanya Citra takut jika suaminya melakukan itu.


"mas mau liat saja" ujur Zio. iya menatap tempat ia masukan adiknya itu dan mulai mengoleskan salep di daerah yang bengkak.


"sakit mas" kata Citra memejamkan matanya.


"tahan ya, sebentar lagi selesai" sahut Zio.


"pelan-pelan mas, sakit kamu sentuh" ujur Citra kembali menangis.


"tidak tau mas" ujur Citra menahan sakit nya.


"dah selesai" kata Zio menyimpan salep di atas nakas.


"mas, mana celana aku?" tanya Citra yang ingin mengunakan kembali celananya.


"tidak usah dipakai dulu, biar tidak sakit lagi" sahut Zio.


"terus aku begini aja" ujur Citra menatap suaminya.


"iya" sahut Zio kembali ke atas ranjang mereka.


"masa tidak pakai celana sih mas, gimana kalau ada yang masuk?" tanya Citra.


"di tutup pakai selimut sayang" kata Zio gemas.


Citra menutupi Tubuh bagian bawah nya degan selimut seperti yang di minta suaminya, karena tidak bisa melakukan kegiatan apa pun, akhirnya dia kembali terlelap.


malam nya Chelsea masuk ke kamar adiknya dan melihat Citra masih tidur dengan pulas nya. dan sore tadi Zio pergi ke apartemen nya untuk mengambil barang nya yang ada di sana.


"dek bangun" ujur Chelsea.


Citra yang begitu lelah itu, tidak sadar jika ada orang yang masuk kamarnya.

__ADS_1


"dek bangun, udah ini, mandi dulu" kata Chelsea menepuk pipi Citra.


karena Citra tidak bangun Chelsea berniat untuk menyeret adiknya ke kamar mandi, namun ia menutup mulutnya saat melihat bagian bawah adiknya polos tanpa ada yang menutupinya.


"ya ampun ci, kenapa tidak pakai celana sih, atau kamu dan Zio habis wik wik" kata Chelsea menutup kembali tubuh Citra.


Zio pun datang dan masuk ke kamar ke kamarnya dan melihat kakak ipar nya lagi sedang di dalam.


"kenapa kak?" tanya Zio pada Chelsea hingga Chelsea pun menatap nya.


"bangunin Citra, di suruh ibu" sahut Chelsea pada Zio.


"oh, nanti aku bangunkan" sahut Zio.


"kenapa istri mu tidak pakai celana?" tanya Chelsea menatap Zio.


"itu nya sakit, jadi aku melarangnya memakai celana" sahut Zio.


"ya ampun Zi, masa sampai sakit begitu dih" ujur Chelsea senyum.


"dia yang minta, aku mandi dulu " sahut Zio


"iya, jangan lama-lama,nanti ditunggu lagi sama yang lain" kata Chelsea keluar kamarnya.


"iya" sahut Zio.


Zio membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi ia pun membangunkan Citra dengan malas Citra pun mandi dengan di bantu oleh suaminya karena sakit nya belum juga hilang.


Zio mengendong istrinya dan membawanya ke meja makan karena Nina sudah memangil mereka untuk makan malam.


"kenapa di gendong?" tanya Indra menatap anaknya.


"tidak ada yah, mau aja" sahut Citra.


"itu nya Citra sakit yah, karena semalam habis bertempur" ujur Chelsea yang sudah mengetahui nya tadi.


"benar, dan sekarang kamu tidak bisa jalan?" tanya Tania pada putrinya.


"tidak ada kok bu" sahut Citra dengan wajah merah.


"bohong dia Bu, tadi aku liat sendiri dia tidak pakai celana, karena sakit" kata Chelsea senyum.


"kakak masuk ke kamar aku tadi?" tanya Citra.


"iya, disuruh bangunin kamu, eh saat aku ingin membawa kamu ke kamar mandi, tiba saja aku laut kamu tidak pakai celana pagi ujur Chelsea.


"mas" kata Citra menunduk malu.


"mas siapin ya" kata Zio yang melihat wajah istrinya yang malu.


"kamu, kenapa main bongkar aja sih" kata Tania melihat ke arah Chelsea


"emang kenapa bu?" tanya Chelsea menatap ibunya.

__ADS_1


"adik kamu malu itu, entar tidak mu makan lagi" kata Tania.


malam itu Citra makan di kamarnya karena dia terus saja merengek minta makan di kamarnya.


__ADS_2